Gema Citra Nusantara (GCN) & Pangudi Luhur Youth Choir (PLYC)

Bertekad Mengharumkan Nama Bangsa di Llangollen International Eisteddfod

Llangollen adalah sebuah nama kota di Wales Utara, Inggris. Kota ini cukup populer di seantero dunia setelah melahirkan sebuah festival seni budaya yang spektakuler dalam bentuk kompetisi Paduan Suara, Penyanyi Solo, Kompetisi Tari, Ensamble dan Street Parada/ Carnaval bernama Llangollen International Eisteddfod atau juga disebut Llangollen International Musical Eisteddfod.

Kompetisi yang selalu menyedot banya negara peserta yang ambil bagian, baik dalam sesi kompetisi maupun karnaval di jalanan yang meriah, lengkap dengan keunikan negara peserta. Llangollen International Eisteddfod juga menjadi festival seni budaya paling melegenda karena tahun 2016 ini menjadi penanda ke 70 kali digelar. Lewat festival ini juga, Luciano Pavarotti menabalkan namanya sebagai performer terkenal, yang kemudian namanya dipakai sebagai nama Trophy Grand Prix untuk Kategori Musik.

Setiap tahun tak kurang dari 5.000 penampil yang berasal dari 50 negara tampil lewat kategori tari, musik, penyanyi, parade/ carnival dengan menyedot lebih dari 50.000 penonton sepanjang 6 hari festival ini digelar. Tahun ini, Llangollen International Eisteddfod akan digelar dari tanggal 5-10 Juli 2016.

Masing-masing kategori lomba di tahun 2016 ini memperebutkan penghargaan trophy dan uang tunai juara 1.750 poundsterling, juara 2.500 poundsterling dan juara 3.250 poundsterlling serta penghargaan Grand Prix berhadiah trophy Luciano Pavarotti untuk musik dan trophy Grand Prix Lucille Armstrong buat tari.

02Gema Citra Nusantara | Foto-foto Ibonk

Nah, festival inilah yang menjadi target dari Gema Citra Nusantara (GCN) dan Pangudi Luhur Youth Choir (PLYC) untuk ikut ambil bagian merebut beberapa kategori yang dikompetisikan. Sebagai kelanjutan, setelah tahun lalu GCN berhasil memenangkan penghargaan dalam kategori Children’s Folk Dance Group dan Traditional Folk Dance Group yang diwakili oleh SMA Garuda Cendekia Jakarta, serta Choreographed Folk Dance Group atau Koreografi Terbaik yang direbut Mira Marina Arismunandar, Pelatih Utama dan Koreografer grup tari GCN.

GCN akan ambil bagian pada dengan membawakan Tari Zapin dengan koreografi yang unik karena dipadu dengan payung, lalu Tari Kembang Kipas dan Topeng Betawi, Rampak Mauhayak  dari Aceh dan angklung Sunda.

 “Tahun ini kami datang lagi untuk mempertahankan prestasi, bahkan jika mungkin memperbaikinya. Kami tampil dengan koreografi baru dan grup yang berbeda yakni dengan kelompok tari Gema Citra Nusantara dari Jakarta,“ ujar sang Art Director/ Koreografer, Mira Arismunandar yang sejak akhir Mei yang lalu kembali ke tanah air dari Sydney, Australia untuk mempersiapkan tim ini.

Ditambahkannya lagi bahwa Indonesia yang diwakili oleh GCN akan bersaing dengan Zimbabwe, India, Wales dan Kazahtan. India menjadi negara pesaing terberat, terlihat  menarik karena dinamis, tariannya didukung oleh banyak penari. Sayangnya karena kurangnya biaya dan faktor dukungan pemerintah sehingga delegasi GCN yang terlibat untuk mengharumkan nama bangsa di Llangollen Eisteddfod 2016 ini, hanya bisa memberangkatkan 15 penari dari 30 penari sebelumnya dan 2 pemusik.

03Pangudi Luhur Youth Choir | Foto-foto Ibonk

Sementara, Pangudi Luhur Youth Choir (PLYC) untuk pertama kalinya ambil bagian pada Llangollen International Eisteddfod. PL Youth Choir mendaftar pada 2 nomor Kompetisi Paduan Suara, Senior Youth Choir dengan lagu ‘Salve Regina’ dan ‘Las Amarillas’ dan kategori Children Folklore lewat lagu ‘Salam Aneuk Nangroe’ dan ‘Yamko Rambe Yamko’. PLYC didukung oleh 28 penyanyi, memadukan jenis suara sopran, mezzo sopran dan alto di bawah konduktor Sonia Simanjuntak yang telah berlatih sejak Januari 2016 lewat jadwal latihan sepekan 3 kali.

Sama seperti kelompok tari GCN, PLYC juga berangkat mengikuti festival ini dengan perjuangan berat. Lewat dana dari sekolah, sumbangan orang tua, donatur dan Pemda DKI. Sedikit keberuntungan bahwa para pejuang dengan misi budaya ini dirangkul oleh Kiny Tours.

Kiny Tours sendiri selain bergerak dibidang travel agent, bergerak lebih spesifik lagi dengan ikut ambil bagian dalam promosi wisata yang edukatif, memberi informasi tentang festival budaya, kompetisi seni di luar negeri, mengurusi transportasi dan akomodasi peserta dari Indonesia. Kepeduliannya tersebut menjadikan mereka Official Representative Fiestalonia Milenio (2015-2018) dan Llangolen International Eisteddfod, Inggris (2014-2017). Badan Dunia UNESCO, juga menunjuk Kiny Tours sebagai anggota lembaga “Festival Seni Daerah/ Tradisional”.

“Kiny Tours berkomitmen akan selalu ambil bagian dalam membantu delegasi budaya Indonesia yang akan berpentas di luar negeri, ikut kompetisi maupun misi edukasi dan kampanye seni budaya dan wisata Indonesia.“ ujar Kiki Puspita Sari selaku Direktur Oparasional.

Demikianlah... semoga saja lewat dukungan dan doa, para pejuang seni ini dapat berhasil mengharumkan nama bangsa dan makin membuka mata dunia terhadap keindahan dan keberagaman budaya di tanah air./ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found