Go Ahead Challenge

Munculkan Penggiat Seni Berbakat

Go Ahead Challenge 2017 kembali hadir tahun ini untuk memilih insan kreatif di ranah seni visual dan musik. Dari 16.315 orang yang mendaftar ke kompetisi sejak Februari 2017, Go Ahead Challenge (GAC) telah menetapkan 12 finalis pilihan untuk bersaing menjadi pemenang. Kesemuanya  berhasil terseleksi dari empat kota yakni Samarinda, Yogyakarta, Bandung, dan Lampung.

Sore hari sebelum diumumkannya pemenang GAC ini, NewsMusik sempat berbincang hangat dengan Saleh ‘Ale’ Husein, musisi maupun visual artist yang juga merupakan finalis GAC 2013 menyampaikan, “Ini semua berkat dukungan dari Sampoerna A, GAC Artwarding Night kali ini menjadi lebih menantang untuk para finalis yang bersaing,” ungkap Ale.

Ditambahkannya lagi bahwa para finalis dipacu untuk dapat mengeksplorasi perkembangan karya mereka dengan beragam medium untuk dapat dipresentasikan secara visual. Karya tersebut harus berfokus pada diri dan ide mereka sendiri.

“Yang melegakan lainnya adalah tidak terdapat gap antara karya anak Jakarta ataupun di daerah. Semuanya sama, memunculkan ide yang setara. Kami hanya tinggal memberikan masukan dan memaksa mereka untuk lebih bisa keluar dari keterbatasan ide,” ungkap salah satu personil The Adams tersebut di venue acara di Gudang Sarinah Ekosistem (GSE), Jakarta Selatan 10/12/17.

02 Saleh Ale Husein musisi dan visual artist Ibonk

Saleh ‘Ale’ Husein, musisi dan visual artist (Foto: Ibonk)

 

Usaha yang dilakukan untuk menginspirasi para emerging artist maupun pengunjung yang hadir di GAC Artwarding Night tersebut.  Sengaja di dalam A Space di pajang ragam karya tidak hanya seni visual namun juga seni fotografi, style, dan musik. Ragam karya yang bertemakan “Major Scale”, mengambil salah satu istilah dalam seni musik, merupakan karya dari Ade Darmawan, Anton Ismael, Ajeng Svastiari, dan Iga Massardi.

Para alumni GAC terdahulu juga turut dilibatkan seperti Rony Rahardian ‘Rebellionik’, finalis GAC 2014 bidang visual art menghadirkan “Interactive Space”, ruang untuk para pengunjung mengekspresikan ide atau semangat mereka menikmati GAC Artwarding Night. Lalu Yogi Kusuma, pemenang GAC 2015 bidang fotografi, mengisi ruang arsip di dalam A Space dengan dokumentasi perjalanan GAC mulai tahun 2013 hingga 2016.
 
Pada malam penganugerahan, pengunjung selain disuguhkan pameran karya seni dari 12 finalis, juga dimanjakan dengan tampilan seperti Nick, Makmur Sejahtera, Yuka Tamada, Sisitipsi, The Adams dan Stars and Rabbit. Lepas itu Ade Darmawan selaku juri akhirnya menyampaikan 4 pemenang terpilih dari kategori musik dan visual art.

03 Sisitipsi Ibonk

Sisitipsi (Foto: Ibonk)

Terpilih empat nama sebagai pemenang GAC tahun 2017 ini antara lain: Gilang Anom Manapu Manik asal Bandung di bidang Visual Art, Vania Marisca Wibisono asal Malang di bidang Musik, Yahya Dwi Kurniawan asal Yogyakarta dalam bidang Visual Art, dan Riri Ferdiansyah asal Jambi di bidang Musik.

"Keempat emerging artist yang terpilih benar-benar suara dari industri kreatif kita. Tahun ini yang mengirim pendaftaran mediumnya semakin kreatif. Kedepannya, saya cuma berharap di luar ini mereka bisa bikin showcasing yang nantinya jadi pengalaman penting. Dan mereka akan terus berlatih dan berkreasi," pungkasnya," ungkap Ade Darmawan menunjukkan harapannya./ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found