Six Strings

Musik Kamisan Bersama Lima Gitaris

Seorang laki-laki berjalan perlahan dengan wajah yang terlihat malu-malu. Dari penampakan pakaian yang dikenakannya, tampaknya dia adalah seorang pekerja di proyek pembangunan gedung di dekat Bentara Budaya Jakarta. Dengan tersipu-sipu dia menghampiri dan memanggil Dewa Budjana. Kemudian meminta Budjana untuk memberikan tanda tangan di helm proyeknya membuahkan senyuman puas.

Pemandangan yang hampir sama pun berlangsung di laki-laki pekerja proyek bangunan lainnya. Kali ini yang dihampiri adalah Eross Candra. Dia pun meminta hal yang sama seperti temannya : tanda tangan di helm proyek. Kembali terlihat di sore yang sedikit mendung itu sebuah senyuman di sebuah wajah yang lelah ditempa oleh kerja keras dibakar matahari.

Baim kemudian ikut bergabung duduk bersama Budjana dan Eross. Tentu saja ini tak dilewatkan untuk berfoto bersama. Baik dengan teman-teman, mau pun dengan siapa saja yang meminta foto bersama. Khususnya para kaum hawa.  Lihat bagaimana seorang perempuan muda meski malu-malu menghampiri Baim yang sudah kembali di atas panggung untuk melakukan soundcheck. Baim dengan ramah melayani swafoto dengan memasang tampang kocak tapi tetap tak menghilangkan ketampanannya. Seorang perempuan yang tengah hamil terlihat ingin berfoto bersamanya, tapi malah kalah oleh perasaan malunya.

Selain Eross, Budjana dan Baim, terlihat pula Aria Baron, Tohpati, Yandi Andaputra serta Fajar Adi Nugroho dan Martin Siahaan. Kamis (11/05) sore itu, mereka tengah melakukan persiapan untuk pentas Six Strings di Bentara Budaya Jakarta pada malamnya. Persiapan yang mereka lakukan tak butuh waktu lama, karena tentu saja faktor jam terbang serta campur tangan di bagian peracikan tata suara.

02Baim, tohpati, budjana, eross & baron | Foto-foto Yose

 

Untuk gitaris-gitaris sekaliber mereka, urusan tata suara dipegang langsung oleh empunya DSS Sound System, Donny Hardono. Karena sudah beberapa kali bekerja sama dengan masing-masing gitaris tersebut, dia tampaknya paham betul tata suara yang mereka inginkan. Salah satu amplifier yang disediakan bahkan membuat Baron terpincut ingin memilikinya.

Panggung pentas yang berada di ruangan terbuka menarik perhatian banyak orang. Mereka kemudian menyaksikan para gitaris tersebut tengah melakukan soundcheck. Ada yang sekadar melihat tapi tentu saja tak sedikit pula yang mengabadikan baik dengan gawai maupun kamera.

Kelar soundcheck semuanya berpencar. Fajar menghampiri Shadu Rasjidi yang sudah hadir sedari tadi melihat mereka soundcheck. Martin kemudian ikut bergabung. Mereka menggoda Yandi yang terlihat menghampiri sambil menggandeng seorang perempuan. Sambil tersipu-sipu dia memperkenalkan perempuan itu yang tak lain adalah pacarnya.

Usai semua aktifitas, Budjana, Tohpati, Baim, Eross dan Baron melakoni press conference. Dijalani dengan santai dan penuh tawa. Eross lebih banyak diam karena memang sedang tidak fit kondisi kesehatannya. Pertanyaan yang dilontarkan pun dijawab dengan serius tapi tetap saja tak lupa diberi bumbu canda.

Tidak ada yang bertanya mengenai absennya Andre Dinuth. Sebagaimana diketahui formasi Six Strings diperkenalkan ke khalayak dalam sebuah pentas di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki di tahun 2014, dia termasuk salah satu anggotanya.

03Foto-foto Yose

Press conference selesai, kelimanya beranjak menuju ruang istirahat. Tohpati dan Baron bergantian melakukan rekaman wawancara dengan tim dokumentasi acara. Sedangkan Eross ditodong wawancara oleh beberapa pewarta. Segelas kopi atau teh hangat dinikmati sambil ditemani kudapan yang disiapkan. Karena memang dasarnya doyan bercanda, gelak tawa kerap menghiasi ruangan. Tohpati dan Budjana asyik memainkan ukulele. Kemudian berlima berembuk menyusun strategi urutan penampilan untuk pentas. Jangan bayangkan debat seru dengan urat leher yang tegang. Karena penyusunan strategi itu lagi-lagi dibumbui canda.

Beberapa teman kemudian datang menghampiri, antara lain dua penabuh drum senior dan junior : Budhy Haryono dan Iqball. Sekitar setengah jam sebelum pentas, suasana di ruang istirahat terlihat santai. Tidak terlihat ketegangan atau gugup. Tampaknya saling cela dan canda jadi resep melupakan ketegangan.

Jadwal pentas yang direncanakan dimulai pada pukul setengah delapan malam harus diundur beberapa menit. Hal ini disebabkan karena gerimis sempat turun tapi untungnya tidak berlangsung lama. Satu per satu mulai beranjak menuju backstage. Dan terlihatlah kemudian di depan panggung telah dipadati oleh ratusan penonton yang duduk di kursi, lesehan dan berdiri. Ramai.

Pentas dibuka oleh penampilan Nissan Fortz dengan gitar akustiknya sebelum akhirnya diramaikan oleh lima gitaris bergitar elektrik. Gendang telinga ratusan penonton pun dihajar oleh komposisi instrumental ‘I Got Your Back’ yang menjadi materi album debut Six Strings. Dilengkapi dengan aksi solo masing-masing gitaris.

Setelahnya satu per satu bergantian tampil sendirian di atas pentas. Semua tampil dengan ciri khas masing-masing. Tohpati dan Budjana yang tenang. Baron dengan aroma rock kental. Diimbangi oleh Eross yang tampil cool dan suguhan blues dari Baim.

04Foto-foto Yose

Selain melihat kelincahan jari-jari lima gitaris tersebut, penonton tentu saja diberi suguhan canda. Baim adalah biang kerok pemancing tawa malam itu. Baron kembali menjadi bulan-bulanan bahan canda. Seringkali dia terlihat panik setiap teman-temannya mulai membuka mulut. Khawatir mereka membuka aibnya.

Dan di pentas yang menjadi bagian dalam agenda Musik Kamisan Bentara Budaya Jakarta, terungkap jawaban mengapa Andre Dinuth tak lagi bergabung dengan Six Strings. Baron mewakili teman-temannya menjelaskan bahwa mereka ingin memberikan kesempatan kepada gitaris-gitaris lainnya, terutama yang muda, sekaligus ada regenerasi.

Musik Kamisan yang diisi oleh penampilan Six Strings resmi berakhir setelah menunaikan “todongan” penonton untuk menambah satu komposisi lagi. Kerabat dan penggemar kemudian menyerbu backstage untuk bertemu, meminta tanda tangan atau berfoto. Tapi tidak berlangsung lama, karena kelima gitaris “diamankan” dengan dibawa ke dalam ruangan untuk kembali menggelar press conference.

Baron yang memang belum makan malam dengan cueknya melakoni press conference sambil menyantap nasi kotak. Sementara di luar di balik kaca ruangan tersebut puluhan orang menanti agar dapat bertemu dengan idolanya.

Sementara di panggung terlihat kesibukan kru mengemasi berbagai peralatan yang telah usai digunakan. Suasana semakin lengang. Rintik hujan mulai turun satu per satu. Tampaknya jam dinas pawang hujan sudah selesai. Eh, tapi pakai pawang hujan ‘kan ya? /yoseR

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found