Press Pro

Kala Pewarta Musik Menjadi Promotor

Awalnya mungkin panas hati, karena ada tantangan sanggup tidaknya untuk menggalang sebuah event musik secara professional. Yaaa, sekumpulan pewarta musik yang selama ini secara kecil-kecilan memiliki konsentrasi terhadap hal yang sejenis, akhirnya sepakat untuk meleburkan diri mereka dibawah bendera Press Production (Press Pro).

Begitulah yang dilakukan akhirnya menjadi sebuah pengalaman baru. Bagaimana, event organizer ini akhirnya sanggup untuk menghidangkan sebuah sajian lezat. Tak mengandalkan sebuah panggung raksasa, tapi hanya sebuah panggung mini di sebuah tempat yang dulunya menjadi pusat kumpulnya anak muda, dibilangan Blok M di Aruba Restaurant and Lounge.

Sajian musik yang diberi tajuk OVERDRIVE dengan tagline When Music has No Limits, akhirnya tersaji. Tagline yang menjadi slogan untuk mengedukasi penikmat musik dan para pewartanya sendiri. Bahwa musik dan bermusik merupakan sebuah kelahiran dari kekosongan fanatisme , tanpa pengotakan musikal dan tanpa tembok besar yang membatasi keragaman jenis musik itu sendiri.

Diluar semua rasa semangat kebersamaan, hal ini juga menjadi lahan mereka untuk menuangkan ide dan kreatifitas yang positif. Kalau selama ini usai liputan, mereka cenderung berkumpul tanpa menghasilkan sesuatu, kini sebaliknya.           

02NICK | Foto-foto Ibonk

Mereka berhasil mengumpulkan tak kurang dari 5 band indie untuk bergerak tampil mengisi panggung yang telah disiapkan di acara perdana ini.  Pilihannya adalah, setiap band harus memiliki kesadaran bermusik dan juga memiliki visi. Tepatnya adalah bahwa para penampil harus memiliki kesadara entitas, bahwa seni untuk seni, bukan untuk berfriksi.

Nah, kehadiran Rich, Kolken, Seaside, NICK bahkan Black Star mengisi panggung minimalis ditambah lagi hentakan musik yang keluar dari turntable DJ Stroo Roxk pada akhir pekan lalu tersebut seakan merefleksikan semua keinginan yang ada disetiap hati dan kepala para promotor ini.

Tak usahlah diceritakan tentang kehebohan acara yang dipandu oleh MC Andre Ferdinand ini. Bagaimana bermacam aliran musik dikemas saling mengisi dan membuat gembira hati penikmat musik, membakar malam yang dari sore hari sudah disiram hujan awal Juni. NewsMusik juga sempat bercakap-cakap dengan Patricia, selain sebagai rekan media dirinya juga membidani terlahirnya Press Production. “Event ini sejatinya akan terus berkelanjutan. Juga diharapkan partisipasi teman-teman media lainnya baik yang memiliki link, atau malah band sendiri dalam event Overdrive ini,” ungkap Patty sapaan kesayangannya.

03DJ Stroo Roxk | Foto-foto Ibonk

Begitulah, lewat cara coba-coba, bisa saja menjadi sebuah pekerjaan sesungguhnya di kancah musik tanah air. Dari yang tadinya hanya menyaksikan, mengkritisi ataupun juga mencoba menelaah sebuah sajian musik, kini mau tak mau harus mampu juga memberikan sajian terbaik. Mungkin ini menjadi momentum bahwa pewarta menjadi bagian nyata industri yang dilaporkan atau dituliskannya./ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found