Persatuan Manajer Artis Indonesia (IMARINDO)

Menuju Perkembangan dan Perubahan Industri Hiburan

Bisnis pertunjukan di Indonesia terus tumbuh dan mengalami perubahan, seperti contohnya di industri musik nasional adanya perubahan dari sistem analog menjadi digital. Hal ini berpengaruh kepada penjualan dan industrinya yang semakin tidak menguntungkan. Adalah hal yang wajar mengingat perkembangan dunia digital saat ini juga sangat berkembang pesat, dunia musik ataupun dunia pertunjukkan juga mau tidak mau harus mengikuti perkembangan tersebut.

Para pelaku seni maupun yang terlibat didalamnya harus mempunyai kemampuan yang cukup dalam menghadapi era digital seperti sekarang ini. Industri musik yang mengalami penurunan pada penjualan pada saat ini namun tidak halnya dengan industri pertunjukkan yang masih terus tumbuh di Indonesia. Hal ini lah yang perlu di dukung oleh kemampuan yang mumpuni baik dari artis maupun managementnya.

Manager yang handal bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan artis saja, seperti mengatur kostum apa yang dipakai si artis. Mengatur jadwal sampai mengurus kontrak kepada pihak ketiga, namun seorang manager harus mempunyai wawasan yang luas, memimpin, merencanakan apa yang menjadi kebutuhan si artis dan merumuskan apa yang terbaik untuk perkembangan si artis yang di managerinya.

Selain itu seorang manager juga harus mengerti mengenai hukum dan mengerti bagaimana mengeksplore kemampuannya secara professional sehingga membuat artis yang dipegangnya berkembang secara profesional bukan hanya bisa manggung dan terkenal di dalam negeri tetapi keluar negeri.

Hal ini mengindikasikan bahwa sebetulnya keberadaan manager artis sangat diperlukan dan berperan sangat penting dalam kemajuan si artis itu sendiri. Para pelaku seni harus memiliki orang-orang yang professional serta kompeten dalam hal manajerial artis. Manager harus bisa berfungsi sebagai seorang pemimpin yang mensukseskan sebuah rencana yang akhirnya bisa menjawantahkan apa yang dimaui artis dengan men-deliver dan menjalankannya dengan baik. Posisi manager yang krusial dan lekat hubungannya kepada kesuksesan sang artis, diperlukan juga tenaga yang kompeten dan profesional dalam mengawasi hal-hal yang berkaitan dengan manajerial artis.

Dibentuklah suatu wadah yang diberi nama IMARINDO (Pesatuan Manager Artis Indonesia), yang akan mengurus kasus-kasus dalam dunia kerartisan atau permasalahan antara artis dan managernya, baik secara manajerial ataupun kode etik profesi dan bisa lebih diminimalisir.

Imarindo yang didirikan di Jakarta pada tanggal 9 Juni 2017, membina dan mengembangkan profesi manajer artis di Indonesia dalam rangka menunjang pembangunan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak didirikan Imarindo telah memiliki 300 orang anggotanya dari berbagai lintas genre yang berada dalam dunia industri hiburan di Indonesia.

02 Anang Hermansyah Dewan Pembina Imarindo DewiAnang Hermansyah (Dewan Pembina Imarindo) Foto: Dewi

Menurut Anang Hermansyah, yang ditemui saat pelantikan pengurus Imarindo 13 September 2017 lalu, Imarindo harus bisa mendorong pemerintah mengenai perbaikan-perbaikan yang dilakukan pemerintah serta membantu dalam hal memajukan bukan hanya industri musik di Indonesia tetapi ikut serta berperan  agar industri seni budaya di Indonesia menjadi lebih kuat.

Anang yang didampuk sebagai Dewan Pembina di Imarindo takjub dengan perkembangan industri hiburan di tanah air khususnya industri musik tanah air yang mempunyai ornamen  banyak sekali. Musik kontemporer dan musik konfensional yang saat ini sedang menggeliat kembali untuk bisa bangkit seperti di era tahun 90an. Dengan adanya pelimpahan dari analog ke digital pun artisnya ikut berkembang juga dari yang dulu cuma populer di radio dan tv, sekarang tidak perlu ada di tv atau radio pun bisa populer, bahkan kepopulerannya bisa mengalahkan artis yang sudah mainstream  dengan penghasilan yang lebih besar.

Betapa dahsyatnya pertumbuhan musik di Indonesia, menurut Anang dengan adanya Imarindo seperti ini akan bisa melengkapi, dan akan mengembalikan fungsi menager itu sebagai pemimpin yang dapat mensukseskan artis yang dimanajerinya. Anang menambahkan bahwa pada zaman dulu fungsi  manager  artis bisa dibilang hanya itu bawa-bawa baju saja, padahal manager disini adalah merencanakan bagaimana perkembangan si artis seterusnya, bagaimana artis dalam mengatur jadwalnya, menyiapkan pelatihannya, bagaimana menyusun schedulenya bertemu dengan keluarga, komunitasnya bahkan mengatur pertemuannya dengan wartawan sampai mengurus karya-karyanya, dimana hal ini tidak bisa sendirian. Dalam artian betapa pentingnya manager pada saat memiliki kompetensi yang memadai.

“Ini adalah lanjutan dari lahirnya manager artis yang harus mumpuni sebagai manager. Karena lekat hubungannya dengan kesuksesan artis dan mengatur bagaimana artis itu bisa steady tidak pusing. Jangan dengan adanya Imarindo si artis malah dibuat pusing  dengan dibebani semuanya”, tambah Anang.

Fungsi Imarindo yang profesional harus bisa melengkapi sang artis bagaimana menghadapi industri dunia hiburan dan bagaimana menghadapi kolega bisnis. Dunia hiburan di Indonesia   perlu banyak yang dibenahi dalam menghadapi dunia luar dan bisa menjadi acuan bagi negara lain karena Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar dengan jumlah penduduk sebanyak kurang lebih 220 juta orang, harap Anang.

“Harapan saya Imarindo bisa tumbuh dan menjadi organisasi professional, dan bukan hanya berdiri dalam satu partai tetapi benar-benar sebagai suatu organisasi yang di dalamnya terdiri dari orang-orang yang professional yang bisa merumuskan tugas dan job description sebagai manager artis dan menyusunnya dengan baik sehingga bisa menjadi suatu profesi”, ujar Anang yang saat ini juga menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI.

NewsMusik sendiri melihat belum banyak yang dilakukan Imarindo saat ini, mengingat usianya yang masih seumur jagung. Apakah hanya berupa perkumpulan saja ataupun suatu organisasi yang nantinya sebagai jembatan antara artis dan managernya menuju profesi yang diharapkan ke depannya. Imarindo harus bisa membuka dan menyesuaikan diri segera karena industri hiburan yang terus tumbuh dengan peralihan digitalisasi yang luar biasa. Jangan hanya nantinya dimanfaatkan dengan hanya mencari proyek saja.

Hal ini senada juga dengan yang diungkapkan oleh Anang dan Japto Soerjosoemarno (Dewan Pakar) “Imarindo harus bisa melengkapi dan hadir memberikan solusi-solusi yang positif, baik di ranah industri maupun di ranah keartisan itu sendiri. Bahwa industri ini harus bisa Berjaya kembali bagaimana menimbulkan artis baru, menjaga eksistensi sang artis dengan baik, merumuskan dan memutuskan segala aspek agar semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujar keduanya di kawasan SCBD, Jakarta.

Dengan penghasilan manager artis yang cukup besar, hal ini memang harus dibenahi dan bagaimana melaksanakan tanggung jawab agar bisa membentengi si artis dengan baik. Ada pertanyaan yang cukup menggelitik mengenai nama Imarindo itu sendiri, disebutkan organisasi ini merupakan suatu perkumpulan para manager artis di Indonesia, tetapi singkatannya Imarindo. Hal ini juga sempat menjadi pertanyaan Japto yang juga hadir di acara pelantikan pengurus Imarindo. Bahwa dalam hal nama saja Japto mengatakan tidak mengetahui manajemen apa yang dipakai oleh Imarindo, karena dari namanya yang tidak cocok dengan singkatannya.

03 Pelantikan Pengurus Imarindo 2017 DewiPress Conference Pelantikan Imarindo 2017 (Foto: Dewi)

Namun Japto berharap kalau memang suatu Ikatan yang menjadi suatu organisasi, Imarindo harus mengetahui hukum dalam hal organisasi. Dalam hal nama harus menyatukan pola fikir para manajer yang sama, baik dalam hukum dan persatuan para manager tersebut. Sehingga tugas-tugas dari seorang manager bisa lebih luas lagi, dan bisa sebagai alat untuk mempersatukan pemahaman yang sama baik kepada pemerintah, masyarakat dan pengguna artis dan elemen yang terlibat di dalamnya, begitupun dengan haknya di bidang hukum, jelas Japto.

Adanya rumor yang mengatakan bahwa Imarindo dimanfaatkan oleh kelompok politik tertentu, hal ini dibantah oleh Nanda Persada, SH, sebagai Ketua Umum Imarindo periode 2017 – 2022, bahwa Imarindo tidak ada kaitan dengan politik apapun di negeri ini meski orang-orang yang ditunjuk sebagai pengurus berasal dari dunia politik seperti Anang dan Japto.

“Melalui Imarindo para manager artis bisa terverifikasi keprofesionalitasnya dan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan dunia seni di Indonesia khususnya. Sehingga bisa melahirkan bibit baru yang bertaraf internasional,” tambah Nanda.

Sebagai informasi sejumlah dewan yang berada dalam struktur organisasi ini adalah Japto Soerjosoemarno (Dewan Pakar), Anang Hermansyah (Dewan Pembina), Abdee Negara (Dewan Pembina), Adib Hidayat (Dewan Pakar). Dan telah memplokamirkan persekutuannya secara sah resmi dan terdaftar di Kemenhumkam RI pada tanggal 13 Desember 2016.

Ya sudahlah, mudah-mudahan kedepannya Imarindo bisa menjadi jembatan yang lebih baik terutama hubungan dengan artis dan wartawan, terbuka terhadap semua orang yang berprofesi sebagai manager apapun tanpa melihat dari genre ataupun gap antara artis kualitas A, B, C maupun D tanpa melihat kelas atau strata dari mana mereka berasal. Dan kedepannya bisa menjadi economic value bukan hanya untuk  manager saja tetapi untuk orang-orang yang terlibat dalam dunia hiburan./ Dewi

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found