Kolaborasi GCN & Kiny Tours

Kolaborasi Sanggar Seni dan Travel Agent

Bawa Kesenian Tradisi ke Pentas Dunia

Indonesia sudah dikenal unggul lewat kesenian tradisinya, dimuka bumi yang maha luas ini sedikit sekali negara yang memiliki beragam jenis tradisi yang terkumpul dalam satu ruang kesatuan yang disebut negara. Malah menurut etnomusikolog, Franki Raden mengungkapkan bahwa tak ada satu negara pun di dunia yang memiliki kekayaan produk seni dan budaya seperti Indonesia. Di bidang musik, tari, kesenian tradisi, produk fashion, peninggalan budaya seperti candi dan banyak lainnya dapat menjadi destinasi wisata.

Betapa sulitnya mengangkat budaya tradisi ini ke kantung-kantung pentas dunia. Banyak saja hal yang selalu menjadi pengganjal, seperti dukungan pihak terkait, perizinan, biaya sampai-sampai masalah waktu pementasan yang kadang-kadang sangat dekat. Sering kita dengar kekecewaan-kekecewaan yang keluar dari mulut para penggiat seni karena dirasa tidak mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

Hal yang sama tapi sedikit berbeda mungkin bisa kita lihat dari Sanggar Gema Citra Nusantara ( GCN ) yang didirikan sejak 2004 oleh Mira Arismunandar, Dicky S, Andini Karissa, Indah Alamanda dan Karina Laksminingrum. Sanggar ini memiliki kegiatan aktivitas untuk melestarikan kebudayaan tradisi dan menanamkan rasa cinta pada nilai budaya Indonesia. Kegiatan cinta budaya tradisi ini dilaksanakan di sekolah dari SD sampai SMA sederajad ataupun kelompok masyarakat yang interes di bidang seni, khususnya tari.

02 Sendratari Aceh Ibonk

Sebagai Sanggar Seni, GCN memiliki nomor tari yang menjadi unggulannya dalam pentas di Indonesia dan Luar Negeri, seperti dari Aceh, Sumatera Barat, Melayu, Betawi, Jawa Barat, Bali, Kalimantan dan Sumatera Selatan. Beberapa tarian menjadi beda setelah dimodifikasi oleh koreografernya, Mira Arismunandar sendiri. Untuk sampai ke luar negeri, GCN dapat rekomendasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemendikbud, Djarum Bakti Budaya. Tidak hanya mengandalkan hal diatas, untuk makin memperlancar maksud mereka tersebut, GCN menjalin kerjasama dengan Kiny Tours sebuah perusahaan travel agent yang juga memiliki cara pandang yang sama di bidang seni budaya.

“Visi GCN, menjadikan generasi muda sebagai individu yang berbudaya, misinya menggelar berbagai kegiatan yang didalamnya mencakup nilai-nilai budaya Indonesia, misalnya tari, musik, dan kostum daerah. GCN juga mengadakan kegiatan pengajaran di sekolah-sekolah, di komunitas-komunitas tertarik di bidang seni budaya, secara gratis,” ungkap Ketua Umum GCN, Mira Marina Arismunandar

“Kiny Tours punya visi dan misi yang sama dengan GCN. Untuk sampai pada tingkat dunia macam itu, Kiny Tours telah menjadi member International Organization of Folk Art dan member European Association of Folklore Festival lewat persetujuan UNESCO,“ ungkap Kiki Puspita Sari, Direktur Kiny Tours.

Kolaborasi keduanya diawali sewaktu membawa SMP Al Ikhlas mengikuti Super Dance Festival from Folk to Modern di Rusia pada April 2014 yang mendapat juara I. Kerjasama selanjutnya di Sea, Sun Lloret de Mar di Spanyol pada Mei 2015, bersama SMP Islam Al Ikhlas dan mendapat Grand Prize.

Tugas terdekat yang akan dilakukan Kiny Tours bersama GCN adalah mengikuti Llangolen Eistedfood 2015 yang akan digelar di Llangolen, Inggris, 3 – 8 Juli 2015. Sekitar Oktober 2015, Kiny Tours dan GCN juga akan terbang ke Kyoto, Jepang ambil bagian pada Folk Ido Festival 2015./ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found