ASEANTA 2016

Pemenangan ASEANTA Award for Excellence 2016
Siasat Pariwisata Nasional Lewat Aksi Matang

 

Inilah sebuah babak baru dalam perwajahan Pariwisata Indonesia. Sebuah movement untuk mengejar ketertinggalan pariwisata nasional dimata dunia, khususnya ASEAN. Pemerintah pada saat ini, telah memancangkan sebuah target untuk meraih angka 20 juta kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia sampai pada tahun 2019. Ini sebuah tantangan besar, mengingat pada tahun 2014 silam, target wisman hanya berkisar 10 juta wisatawan.

Target sedemikian besar, jika tercapai bukan hanya berimbas kependapatan negara melalui devisa. Senilai 20 miliar USD. Namun dapat menyerap tenaga kerja sekitar 13 juta orang dan ujungnya adalah citra Indonesia sebagai tujuan wisatawan makin terangkat. Ini bukan pekerjaan mudah, mengingat Malaysia dan Thailand sudah melebihi target angka 25 juta wisman dan bisa jadi target mereka di 2019 nanti mematok pada angka 30 juta kedatangan.

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas promosi pariwisata Indonesia, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementrian Pariwisata pada tahun anggaran 2015 ini melaksanakan kegiatan Kompetisi Branding Indonesia dan juga mengikuti event ASEAN Tourism Forum (ATF) Awards atau biasa juga disebut ASEANTA AWARDS.

ASEAN Travel Association (ASEANTA) untuk ke 29 kalinya akan menggelar acara penghargaan “ASEANTA Awards for Excellence 2016”. Sebuah kompetisi berujung penghargaan yang akan diberikan kepada individu atau organisasi yang dinilai telah memberikan kontribusi terhadap pengembangan, pertumbuhan dan promosi kebudayaan dan pariwisata di kawasan ASEAN. Kompetisi itu sendiri terbagai dalam 6 ajang penghargaan yakni: Best ASEANTA Tourism photo, Best ASEANTA Travel Article, Best ASEANTA Marketing and Promotional Campaign, Best ASEANTA New Tourism Attraction, Best ASEANTA Airline Programme for ASEAN, Best ASEANTA Cultural Preservation Efforts

Dalam 29 tahun penghargaan ASEANTA lebih banyak dimenangkan oleh Singapura, Malaysia dan Thailand. Sedangkan Indonesia yang memiliki banyak keunggulan hanya memenangkan beberapa kategori.

Sedemikian pentingkah Indonesia mengikuti kompetisi ini dan apa yang menjadi benang merah terhadap persoalan pariwisata tanah air? Pengharapannya adalah, jika saja Awards tersebut dapat diraih bukan tidak mungkin reputasi Indonesia sebagai tujuan wisata teratas dalam hal produk dan layanan berkualitas tinggi akan terangkat dengan sendirinya. Menilai kenyataan tersebut, maka Indonesia berniat untuk “menyapu bersih” semua kategori yang ada.

02 ASEANTA Tourism Forum IbonkFoto-foto Ibonk

Untuk mencapai target itu, diperlukan keseriusan, juga rencana matang dalam memilih materi terbaik yang akan diusulkan atau dinominasikan oleh Indonesia ke pihak Panitia atau tim juri ASEANTA AWARDS For Excellence 2016”. Untuk itulah dibuat  Forum Grup Discussion (FGD) yang dilaksanaan pada pekan lalu, untuk menentukan strategi pemenangan kompetisi ini. FGD ini bertugas untuk membuat program, mengumpulkan materi yang akan diikutsertakan dalam ASEANTA Awards For Excellence 2016, menyiapkan segala kebutuhan yang terkait dengan lomba tersebut serta bertanggung jawab atas pengumpulan dan mengkurasi materi masing- masing kategori.

Dari FGD ini juga diharapkan dihasilkan kesepakatan, apakah perlu memberi tema khusus untuk seluruh karya yang akan dikirim, agar bisa menguatkan citra dan kualitas karya peserta dengan mengusung Pariwisata Indonesia sebagai “Wonderful Indonesia”. FGD ini dibuat dalam tiga kali pertemuan, yakni pada 30 Oktober, 4 November dan 17 November. Dari hasil FGD akan dipilih 10 nominator dari masing masing kategori. Kemudian dipilih lagi 3 nominator dengan karya terbaik untuk tiap kategorinya dan pemenang akan diumumkan pada 23 November 2015.

Masih terkait dengan usaha pemenangan tersebut, Noviendi Makalam selaku Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara terlihat sangat serius melihat soal ini. Menurutnya enam kategori karya yang akan mewakili Indonesia nanti akan  dibuatkan kisahnya dalam buku tersendiri. “Untuk menjelaskan karya-karya itu diperlukan sentuhan story telling yang dibentuk dalam sebuah buku. Dengan begitu, para juri bukan hanya diberikan bahan untuk dinilai tetapi juga ada buku yang mengisahkan apa yang terjadi di balik karya-karya tersebut,” ujarnya.

Sudah sepatutnyalah kita sadari bahwa dengan pariwisata yang maju, tentunya beragam budaya, seni dan musik yang ada di negeri ini akan semakin mudah untuk mendunia./ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found