http://www.newsmusik.co/exclusive/exclusive-story/item/1134-jumpa-kawan-lama-2016 Foto-foto Istimewa

Jumpa Kawan Lama 2016

Ajang Reuni Generasi Bunga

Bicara musik tahun 1970-an, secara global kita membicarakan masa penting perkembangan musik popular tanah air. Banyak solois dan band baru lahir di dekade ini. Tak bisa juga dipungkiri, kalau Koes Plus, Panbers, D’lloyd dan lain-lain begitu popular sehingga menjadi idola. Bagaimana dengan rock kala itu? Bagai anak terlarang, rock bergerak lewat jalannya sendiri. Sejarah juga membuktikan kalau rock cukup memberikan pengaruh nyata bagi perkembangan musik Indonesia di masa yang akan datang.

Tak pernah habis perbincangan apabila kita mengulas kembali denyut nadi perkembangan musik rock pada dekade tersebut. Meski tak banyak band rock Indonesia yang sukses dalam rekaman, namun sebagian besar menuai kesuksesan dalam setiap aksi panggungnya.

Antusiasme penonton menjadi vitamin yang menyehatkan bagi band rock era tersebut,  meski terkadang melahirkan cemoohan apabila aksi panggung kurang prima. Saat itu media juga seakan menjadi pemicu panasnya persaingan antar group band yang ada. Semua bermuara pada  sebuah pola dinamis yang menghiasi ranah hiburan Indonesia.  

Seperti rindu akan dinamisnya dunia musik 70-an, beberapa orang yang turut terlibat pada zamannya telah merencanakan sebuah ajang kumpul-kumpul sekaligus pesta musik  bertajuk “Jumpa Kawan Lama (JKL) 2016”. Reuni dan pesta musik tersebut digadang-gadang akan menjadi sebuah acara yang cukup meriah.

Kenapa meriah? Bisa dibayangkan, apa yang akan kita rasakan, jika menyaksikan para penggiat dan singa panggung era generasi bunga tersebut akan kembali menunjukkan taringnya? Kembali keatas panggung dan melihat semangat muda mereka kembali muncul seperti pada masa lalu.

Ajang pesta musik JKL 2016 ini, tak lepas dari apa yang digagas oleh Maxi Gunawan. Atas prakarsanya, JKL pertama kali diselenggarakan pada tahun 1993 dilanjutkan pada tahun 1994 dan 1995. Artinya telah 21 tahun silam sejak terakhir kali JKL digulirkan, pria yang juga dikenal sebagai salah satu punggawa di band Bigman Robinson, pengusaha dan politisi ini masih terus berusaha tetap konsisten menjaga semangat acara ini.

02Foto-foto Istimewa

Kini dengan semangat yang sama, Maxi kembali menjadi “kompor” utama mengadakan JKL jilid 4 yang akan digelar pada hari Minggu, 18 September 2016 di The Venue, Kemang Village, Jakarta dan dimulai sejak pukul 16.00 petang. Hebohnya acara ini sedikit banyak sudah terjadi di seputar komunitas-komunitas 70-an.

Sampai saat ini tercatat beberapa band siap untuk unjuk gigi lagi seperti The Hips, Gipsy, Ireka, Che-Kink, De-Kills, Dayasi, Thumpast & The Playboys, Freedom of Oyeck, Fancy Jr, Beat Stones, The Rhythm King dan Bigman Robinson (BMR) yang kerap merajai pesta-pesta musik diseputar Menteng dan daerah Kebayoran Jakarta. Tak ketinggalan pula, yang disebut-sebut sebagai kugiran lasak asal Medan, The Minstrels akan turut hadir.

Seperti yang sempat NewsMusik lihat dan kutip disebuah fan page acara JKL 2016. Sys Soerio Soebagio atau lebih dikenal dengan Sys NS yang akan bertindak sebagai MC di acara ini mengatakan bahwa event ini akan menjadi kenangan para sobat-sobatnya sebagai pesta generasi bunga. “Gua minta teman-teman yang datang, semua pake baju kembang-kembang dan celana cut bray,” sarannya.

Tak hanya para penikmat, dari sisi pengisi acara juga malah lebih heboh lagi. Kembali NewsMusik mengutip dari statement yang disampaikan oleh Sabam Hutapea basisst The Hips, yang merupakan singkatan dari nama Herman (Emmand), Ibhunk, Opop dan Sabam. “The Hips telah terbentuk di tahun 1967. Jadi kami duluan dari BMR main di pesta-pesta  anak Menteng dan Kebayoran Baru," kata Sabam Hutapea.

"The Hips bakal bikin surprise buat pengunjung JKL 2016, khususnya buat Maxi Gunawan  yang memberikan kesempatan ikut memeriahkan JKL yang digagasnya,” tegas Sabam yang dahulu mundur dari dunia musik dan pesta untuk melanjutkan sekolahnya ke London.

03Foto-foto Istimewa

The Minstrel’s juga menyatakan siap tempur untuk memeriahkan acara ini. “Kami sudah siap tempur dengan lagu-lagu rock dari Eric Clapton, Led Zeppelin, Deep Purple dan lainnya," ucap Fadil Usman. Penampilan The Minstrel's sudah lama ditunggu para penggemar khususnya warga Medan yang bermukim di Jakarta. "Bahkan beberapa sahabat kami bakal terbang dari Medan hanya untuk menyaksikan The Minstrel's 2016," timpal Jelly Tobing penuh semangat.

Layaknya era generasi bebas 70-an, segala trick era lalu masih dicoba untuk diuji keunggulannya, apakah masih ampuh atau tidak. Karena tiba-tiba saja ada selentingan kalau dalam tubuh BMR yang boleh dikata sebagai tuan rumah acara ini dikabarkan mengalami perpecahan. Banyak yang menduga kalau ini merupakan sebuah “muslihat” promosi untuk merangsang minat menghadirinya.

"Jangan-jangan itu sengaja dihembuskan untuk memancing kita-kita generasi 70-an penasaran, kayak apa sih sekarang BMR?" ungkap Melanie, mantan ratu pesta Menteng yang masih terlihat cantik diusia ke 63.

Hal senada juga diungkapkan Sabam Hutapea dan beberapa koleganya. "Gue yakin ini gayanya Maxi bikin orang-orang penasaran. Padahal tak ada istilah musuh dalam musik, Gue mau main lagi sama Maxi, Memet, Opop, Emmand buat mengenang kembali BMR, seperti 46 tahun lalu. “Makanya gue bela-belain datang dari Bandung ke Jakarta cuma buat latihan,supaya BMR bisa tampil sehebat dulu".

Dari beberapa berita menggelitik yang dijumpai mengenai pesta musik JKL 2016 ini, sedikit disayangkan dengan gagal berpatisipasinya Giant Step dan Sharkmove untuk ikutan. Benny Soebardja mengabarkan bahwa Sharkmove batal ikut karena sudah mendapatkan jadwal manggung pada hari yang sama di luar Jakarta. Sedangkan Giant Step terkendala dengan kesibukan para personilnya.

Beberapa penggemar band 70-an tersebut menyayangkan hal tersebut, padahal menurut mereka ajang ini menjadi momen yang tepat untuk bersilatulrahmi dengan sesama musisi era 70-an. Disamping itu band asal Bandung yang masih cukup lengkap personelnya cuma Giant Step.

Yup, apapun itu kita tunggu saja bagaimana persiapan dan pelaksanaan JKL 2016 tersebut. Yang jelas, walau ada embel-embel reuni, pesta musik ini sifatnya terbuka untuk semua generasi pecinta musik tanah air. Menyaksikan para singa tua kembali menaklukkan panggung musik yang kerap mereka lakukan puluhan tahun lalu./ Ibonk

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found