www.newsmusik.co/events/jumpa-kawan-lama/item/1147-jumpa-kawan-lama-2016 Foto-foto NewsMusik

Jumpa Kawan Lama 2016

Pesta Yang Dinanti Kaum Generasi Bunga

Sudah lama tidak bersua dengan sahabat masa muda. Meski teknologi sudah cukup canggih untuk berhubungan, tapi tentu tidak bisa menggantikan hangatnya kebersamaan ketika bertemu langsung. Juga bisa melihat langsung bagaimana perubahan fisik mereka yang sudah belasan atau bahkan puluhan tak bertemu.

Jumpa Kawan Lama (JKL) 2016 yang digelar di Kemang Village pada Minggu (19/09) sejak sore hingga malam tampaknya menjadi wadah untuk pertemuan itu. Lihatlah bagaimana mereka yang datang begitu sumringah. Senyum kerap mengembang. Tawa pun mewarnai. bersuka ria bertemu kawan lama.

Mereka yang datang terlihat di dominasi oleh usia-usia matang, atau "menjelang maghrib," kata Sys NS yang bertindak sebagai pemandu acara. Sebagian besar mematuhi tema busana mengenakan pakaian dengan motif bunga. Melambangkan generasi bunga era 70-an. Masa dimana mereka masih muda dan memiliki semangat untuk mengubah dunia. Bisa jadi juga  menjadi pemberontak menuruti gejolak darah muda.

Berkumpul tentu semakin menyenangkan bila ada musik terlibat di dalamnya. begitulah yang kemudian berlangsung di JKL 2016. Sederetan band lawas dengan personel tak kalah lawas tampil dengan membawakan lagu-lagu populer yang menghiasi masa muda. Sebahagian besar hadir lewat pilihan genre pembakar semangat , Rock!!

Salah mengambil tempo, jari terpeleset memilih nada, atau napas yang kesulitan menjangkau nada tinggi. Demikian beberapa daftar "dosa" para penampil di atas panggung. Tapi semua maklum. Tak perlu dirisaukan atau dipermasalahkan. Anggap saja bagian dari hiburan untuk bersenang-senang. Nikmati sajalah kehangatan dan euforia yang tercipta didalamnya.

Hadirin tampak sangat menikmati setiap lagu yang dibawakan. Bergoyang bersama teman-teman dan menyanyi bersama. Sambil tertawa mengingat kenangan yang pernah dilakukan bersama di masa lalu. Entah hal manis atau kebodohan maupun kenakalan masa muda.

Hari itu di JKL 2016 "Bunga-Bunga" yang telah berumur tengah bersemi kembali. Dipupuk oleh berbagai nostalgia yang menyuburkan berbagai kegembiraan dalam suka ria bersama kawan lama. Kalau boleh mengutip lirik dari band beroktan tinggi, Seringai, mereka seperti generasi yang menolak tua.

02Foto-foto Ibonk

NewsMusik melihat bahwa inilah pesta musik yang benar-benar di tunggu-tunggu. Bayangkan dari sesi check sound saja di siang harinya, para fans dan teman-teman lama tersebut sudah manteng di kursi dan meja yang sudah tersedia dipelataran di depan musik stage JKL yang bernuansa psychedelic 70-an. “Ini gile… check sound saja udah kayak konser, minta tambah lagu segala,” canda Sys NS yang sudah sibuk sejak persiapan.

Hujan yang sempat mengguyur di tengah hari dan rintik gerimis yang datang pergi tidak menyurutkan kegembiraan malam itu. Tak hanya are di sekitar panggung, terrace café yang tersedia sampai di lantai 2 habis dipenuhi para penggila acara ini. Wajah-wajah lawas yang tak asing di dunia hiburan  tampak hilir mudik ikutan menyanyi, bergoyang bersama gank nya masing-masing. Titik Hamzah, Erros Djarot, Jajang C. Noer, Adrie Subono, Triawan Moenaf, Deddy Dhukun, Randy Anwar, Marusya Nainggolan, Ati Ganda cuma sebagian kecil yang ikut hadir. Belum lagi para musisi yang lebih muda ikut mengintip pesta para senior-senior nya ini.

Ini pesta musik bahaya, asik banget gue ngeliat opa-opa masih enerjik gitu. Apalagi yang sekarang ini, rock n roll banget… salut gue,” ungkap Kadri yang juga merupakan vokalis KJP dan salah satu penggerak musik rock progressive Indonesia ketika menyaksikan aksi Bonny “Mick Jagger” Abuthan dari Fancy Jr yang sedikit Bengal dipanggung.

Begitulah, pesta JKL 2016 ini terasa sangat spesial dengan sambutan dan kehadiran para sahabat-sahabat lawas yang tak ingin melewatkan momen ini. Sampai akhirnya, Maxi Gunawan selaku penggagas JKL yang ke 4 ini agak kewalahan menampung permintaan para hadirin. Mereka ingin agar JKL diadakan sebulan sekali. Mungkinkah? Sepertinya nggak ada yang nggak mungkin… kita tunggu saja.

03Foto-foto Ibonk

Pesta JKL 2016 dibuka lewat penampilan Nadjib Osman & His Friends. tepat jam 4.15 sore. Membuka pesta musik ini dengan melantunkan lagu lagu hit 70'an lewat andalan vokal Eddy Endoh dan Amiroez yang diiringi oleh Masri pada gitar, Nadjib keyboard, Nungky Sardjan drums dan kawan-kawan lainnya.

Nadjib Osman & His Friends bermain bagus dan kompak sekali, Lagu-lagu yang dihidangkan cukup akrab ditelinga membuat pengunjung menyambut meriah. Tiba-tiba saja sekelompok orang dengan kaus bertuliskan Jumpa Kawan Lama - GPro 40 memenuhi arena, membuat Maxi Gunawan yang memonitor jalannya acara bertanya siapa mereka. Menurut Nadjib mereka adalah para fans yang bernama GPRo 40 yang sengaja datang untuk mendukung Nadjib Osman & His Friends.

Selanjutnya, hadir Freedom Of Oyeck  yang membikin sebagian pengunjung pesta musik JKL  2016 sempat menebak-nebak lagu yang dilantunkan Tommy Poesoro sang vokalis. Pasalnya Tommy menyanyikan lagu-lagu The Bee Gees yang jarang dimainkan. Beberapa generasi muda yang ikut meramaikan JKL 2016 bertanya-tanya "Ini lagu Bee Gees dari album apa? Koq aneh kedengarannya".

Menurut Onan yang nimbrung sebagai pemain keyboard, Oyeck memang memilih lagu-lagu  The Bee Gees yang hampir tak pernah dinyanyikan band-band lain. "Karena lagu-lagu  tersebut memiliki warna musik yang sedikit berbeda, tidak terlalu nge-pop, tapi manis". Freedom of Oyeck didukung Emmand gitar, Gatot Sudarto pada bass dan Johnny Swadie pada drum.

04Foto-foto Ibonk

Tak menunggu lama, panggung kembali diisi, kali ini oleh Flower Poetmen yang digawangi oleh Hasyim pada bass, Chandra keyboard, Cali pada drums dan Herman sebagai  vokalis ditambah Atauw gitaris legendaris Equator Child. Aksi Atauw   yang masih sangar lewat petikan gitarnya kala memainkan lagu-lagu Deep Purple mau tak mau mengangkat enerji Flower Poetmen dipanggung. Bagi Atauw sendiri, aksinya dari menjungkirbalikkan sampai menginjak senar gitar menunjukkan kalau ia masih bertaring seperti 46 tahun  silam.

Sejak gonjang ganjing pesta musik JKL 2016 berkumandang, Noor Bersaudara lah yang paling banyak ditanya. Apakah band ini masih ada? Siapa saja pemainnya sekarang, Apakah masih lengkap? Membawakan lagu apa saja? Membuktikannya, JKL 2016 pun menyerahkan panggungnya kepada Firzy Noor, Harry Noor dan Raidy Noor.

Noor Bersaudara membuat kejutan dengan menampilkan Hetty Reksoprodjo sebagai penyanyi. Ia menyanyikan satu lagu hit Noor Bersaudara ‘Cinta Yang Hilang’. “Ini untuk mengenang Ida dan Nana yang telah berpulang," sahut Firzy

Tampil mengesankan dan tetap mempertahankan kekompakannya. Kelompok bersaudara ini disambut meriah oleh fansnya, Mereka membawakan lagu ciptaan sendiri yang pernah jadi hit dan diselingi dengan lagu-lagu The Beatles.

05Foto-foto Ibonk

Sesi pertama JKL 2016 ditutup lewat penampilan band pesta yang dibentuk pada tahun 1968 oleh Sabam Hutapea, De Hips. Bersama Ibhunk, Emmand Saleh, Opop dan Onan menyodorkan 2 lagu pertama dari Procol Harum yang dibuat medley disusul ‘Stone Free’.

Band pesta anak muda Menteng & Kebayoran Baru ini membuat kejutan dengan memunculkan Yemima Hutapea. Vokalis terkini puteri bungsu Sabam langsung mencuri perhatian ketika melantunkan ‘In The Morning’ dan ‘I Don't Know How To Love Him’./ Buyunk Aktuil, Ibonk, Yose.

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found