http://www.newsmusik.co/profile/female2/item/1092-titiek-puspa Foto-foto Yose

Titiek Puspa

Rasanya Wow

Usianya kini hampir menyentuh angka 80 tahun. Usia yang kerap disebut sebagai menjelang senja. Tapi bagi seorang Titiek Puspa tampaknya anggapan tersebut dipatahkan. Delapan puluh tahun beliau tetap giat berkarya dan beraktifitas. Beliau tidak sedang menjelang senja. Namun masih siang dengan matahari semangat membara.

Juara Bintang Radio Jenis Hiburan tingkat Jawa Tengah tahun 1954 ini sepertinya tidak mau seperti orang tua kebanyakan. Diam diri di rumah menikmati masa tua bukanlah pilihannya. Tampaknya hanya sakit yang bisa membuatnya absen beraktifitas.

Selain sibuk membimbing grup vokal anak-anak Duta Cinta, Titiek Puspa juga mendapat kesempatan untuk berperan dalam film Ini Kisah Tiga Dara. Selain sebagai aktris, dia juga menyanyikan lagu di film yang terinspirasi dari film klasik Tiga Dara.

Menurut pengakuannya, Ini Kisah Dara menandakan kembalinya beliau ke layar perak setelah tiga dekade. Berdasarkan ingatannya, beliau terakhir terlibat dalam film Apanya Dong di tahun 1983 yang disutradarai Nyak Abbas Akup. Berperan sebagai karakter Pei-Pei.

Berikut ini perbincangan dengan Titiek Puspa berkaitan dengan keterlibatannya dalam Ini Kisah Tiga Dara serta resep untuk menjaga kesehatannya.

02
Titiek Puspa dengan Tatyana Akman, Tara Basro dan Shanty Paredes | Foto-foto Yose

Setelah berapa lama akhirnya kembali main film?
Terakhir (tahun) 80-an, ada 30 tahun lebih (tidak main film).

Apa film terakhir sebelum Tiga Dara? Apa ya? Apanya Dong mungkin tahun 80-an. Yang aku jadi Cina. Begitu masuk lokasi shooting lagi (di Ini Kisah Dara), croot. Bismillah.
(Informasi yang diperoleh dari laman filmindonesia.or.id Titiek Puspa sempat ikut terlibat dalam dua film lagi : Cinta Setaman (PT Imajika Film – 2008) dan Musik untuk Cinta (Prima Binamedia Film – 2016))

Apa rasanya main film di Ini Kisah Tiga Dara?
Saya seperti menemukan playground saya kembali. Yang dulu pernah ada terus datang lagi dan suasananya ternyata mereka semua itu menyenangkan. Saya mendapat sambutan luar biasa dari semuanya. Saya dalam keadaan sakit itu jadi kayak obat. Bagi seorang seniman, mendapat kesempatan itu rasanya kayak dapat sesuatu yang treng treng. Hehehe.

Bagaimana cara merayu supaya mau main film ini?
Kebetulan Nia Ditana sama Melissa Karim ke rumah saya berbicara dengan manis dan cantik. Dia menceritakan ingin buat musikal tentang tiga dara. Saya mau aja. Saya 30 tahun lebih nggak main. Tapi melihat cerita dan background-nya saya seperti menemukan playground saya. Saya dulu (ketika shooting) baru sembuh istilahnya setengah matang. Kalau dari kamar keluar lemes, pas action semangat, kalau cut lemes lagi (tertawa).

Bagaimana reaksi ketika dapat tawaran main film lagi?
Masa iya orang tua kayak gini diajak main film. Nia Dinata bilang justru yang dicari yang tua. Kebetulan eyang musti jadi nenek. Ya udah persis. Ini adalah musikal film. Jadi saya rasanya wow.

Berapa lama proses produksinya?
Kalau aku enggak terlalu lama. Karena jatah saya itu sering didahulukan. Late shooting-nya anak-anak muda karena saya dalam keadaan belum sehat. Baru recovery. Jadi buat saya itu semacam obat. Begitu action, seeeet. Itu buat semangat. Aku pikir, aku apa kuat? Sampe saya bilang ke sutradara, “ Kalau ada adegan saya jelek, buang aja.” Katanya, “Noooo.” Saya merasa mendapat setetes air di gurun pasir. Buat saya, di situ seperti menjadi keluarga. Aku seperti omanya mereka. Dan dibikin oma yang masih Belanda-belandaan.

Keseruan di lokasi shooting?
Menyenangkan semua. Kekeluargaan sekali, tidak ada perbedaan antara kru, sutradara, dan bintangnya.

Total shooting berapa lama?
Aku ada dua minggu. 10 hari di Maumere. Di Jakarta 7 hari. Maumere panasnya. Cuma pemandangannya indah dan mengagumkan.

Apa bedanya produksi film sekarang dengan dulu?
Kalau dulu itu lama semua. Belum dubbing apalah. Sekarang gampang, cepet. Dulu bisa 3 bulanan. Ini cepet.

Terakhir mengalami sakit apa?
Dulu disangka jantung, enggak taunya asam lambung. Terus sudah tua jadi mulai kena asam urat.

03Titiek Puspa dengan Duta Cinta | Foto-foto Yose

Bagaimana cara menjaga kesehatan?
Ikut aturan dokter sekarang. Harus bisa mengukur kekuatan kita. Ada obat dokter tapi saya barengin dengan meditasi waktu lagi tidak ada kerjaan, terutama bangun pagi. Duduk tegak, lidah dilipat ke belakang. 1 jam. Sejak aku kena kanker kandungan. 2,5 bulan (dirawat) di Singapura. Enggak taunya sampai di Jakarta ada yang ajarin mediatasi. Aku masuk situ 13 hari, meditasi sehari 5 jam. Meditasinya udah 2 tahunan. Kembali ke Singapura diperiksa, semua clean. 1 jam pagi, siang, tengah siang, sore dan malam.

Selain meditasi?
Itu paling gampang. Duduk di kursi tidak boleh senderan. Lidah dilipat kebelakang. Napas teratur. Melatih fokus pikiran. Bersih pikiran. Ketenangan. Saraf cari titik akupuntur yang rusak. Setelah meditasi, seger aja. Jadi creeeng. Kadang minum multivitamin. Sayuran hijau tua dan kacang-kacangan dikurangin.

Sekarang kegiatan apalagi?
Saya bikin Duta Cinta. Lagu untuk anak-anak Indonesia. Nasionalis, tentang cinta kasih, saling menghormati. /yoseR

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found