http://www.newsmusik.co/exclusive/exclusive-interview/item/1149-raung-jagat Foto-foto Yose

Raung Jagat

Mengandalkan Improvisasi Spontan

Sekumpulan orang tengah membentuk lingkaran. Di tengahnya ada seseorang yang bergerak ke sana kemari sambil menggerakkan tangan. Mereka mengeluarkan suara-suara apa saja. Entah berupa kalimat atau bahkan tidak jelas sama sekali bahkan cenderung gaduh suasananya. Tapi di balik kegaduhan itu terselip pula harmonisasi.

Jangan berprasangka buruk mereka tengah kesurupan. Juga singkirkan jauh-jauh sangkaan mereka tengah menggelar ritual aneh. Mereka hanya tengah bersenang-senang berimprovisasi dalam sebuah aktivitas yang disebut dengan Raung Jagat.

Adalah Rully Shabara Herman, vokalis Zoo dan Senyawa, yang melahirkan Raung Jagat di tahun 2014. Dia membuat sistem yang mudah dimengerti yang disebutnya sebagai metode musik alternatif. Melalui gerakan tangannya, peserta Raung Jagat menuruti aba-aba yang diberikan. Menariknya, dalam setiap penampilan Raung Jagat tidak menemukan hal yang sama.

Siapa saja bisa turut serta dalam Raung Jagat. Tapi bagi Rully sendiri lebih menyenangkan untuk bila pesertanya adalah orang biasa. Bukan orang-orang profesional yang sudah paham mengenai tehnik berimprovisasi.

Kelas workshop Raung Jagat telah dibawa Rully berkeliling tak hanya di Yogyakarta, Surabaya dan Semarang. Tapi telah dibawanya ke Scotlandia, Australia, Jepang dan New York.

02Foto-foto Yose

Kalau di paduan suara ada harmoni, bagaimana dengan Raung Jagat?
ini sebenarnya bukan paduan suara aku bikin ini awalnya, lebih ke... Kalo improvisasi itu ‘kan orang itu biasanya harus berpengalamanlah ya, pengalaman mendengarkan musik yang eksperimen untuk bisa berimprovisasi. Nah aku pengennya gimana orang awam gitu bisa. Jadi sebenarnya bukan membuat musik.

Bedanya dengan paduan suara kan membuat musik, ini enggak. Ini lebih spontan tanpa komposisi, jadi lebih ke mengapresiasi bunyi dan itu murni dari manusia. Jadi mereka itu bisa juga buat lagu tapi lebih kepada bentuk bunyi dan tekstur dan kerasa banget keragamannya.

Aku kan bikin kelas ini udah lumayan banyak, feedback-nya selalu setelah itu bukan wuah ternyata kita bisa bikin musik bagus, ternyata wuah mas aku senang dulu gak pede sekarang lebih pede. Jadi ternyata suara itu dasar banget.

Meski melibatkan suara yang bisa dibilang aneh-aneh tapi bisa menghasilkan sesuatu ya?
Bisa menghasilkan sesuatu dan naluriah gak dipaksakan harus bikin lagu atau apa. Mereka cukup ikuti sistemnya aja nanti jadi. Intinya aku menciptakan sistem yang sangat mudah untuk diakses dan diterapkan oleh siapa saja. Dan mereka tanpa menyadari membuat membuat musik yang eksperimental tanpa mereka sadari. Dan menarik untuk  ditonton. Jadi mengesampingkan musik, musik nomor ke berapanya, komposisi nomor keberapanya, yang utamanya kenikmatan berekspresi dan orang lebih ke euphorianya, asik nih seru, gak peduli musiknya kayak apa gak peduli suaranya bagus apa gak, udah gak peduli lagi. yang penting asyik aja.

Itu ada kode-kode di atas kertas apakah tanda itu bisa disebut sebagai partitur?
Itu bukan partitur tapi simbol-simbol untuk merepresentasikan simbol tanganku. Jadi lebih mudah menghapal buat mereka. Aku simbolnya gini aku tulisnya gitu. Jadi mereka dengan visual terbantu untuk mengingat harus membuat bunyi apa.

Apakah yang dilakukan ini mengambil basic dari conductor sebenarnya juga?
Ada beberapa tapi gak juga, hanya lebih ke sebagai conductor-nya iya. Fokus mendengarkan semua dan bagaimana merangkainya secara spontan. Itu tidak gampang jadi harus benar-benar mendengar semua dan berpikir beberapa langkah ke depan ini harus diapain. Jadi menciptakan musik improvisasi secara spontan sebagai conductor-nya.

03Foto-foto Yose

Apakah bentuknya selalu melingkar?
Beberapa kali ada yang memanjang. Aku akan lebih ke kemudahan ke conduct-nya. Lingkaran itu kan dalam tradisi-tradisi ritual vokal gitu dari negara mana pun cenderung melingkar. Jadi emang vokal dalam bentuk lingkaran itu lebih mudah koneksinya dengan saling melihat lebih bagus. Sebagai konduktor aku mendengarnya lebih mudah, sound-nya enak banget.

Idealnya berapa orang sih dalam satu tim?
idealnya 11 - 17 orang. tapi aku pernah melakukannya sampai 100. Tapi aku menerapkannya berbeda

Apakah teknik ini bisa diterapkan ke instrumen musik juga?
Aku punya metode untuk instrumen musik namanya Gaung Jagat, sama tapi untuk musik. Tapi simbolnya agak berbeda dan lebih rumit sedikit. Baru aku lakukan satu kali.

Ketika pertama kali menemukan Raung Jagat apakah simbol-simbolnya sudah seperti yang sekarang ini?
Lama-lama ada pengembangan ada pengurangan. Awalnya gak sebanyak ini. Terus ada beberapa yang kuhilangan kutambahin kuubah. Bahkan cara meng-conduct-ku. Dulu waktu pertama kalinya bikin prototipenya di Jogja, aku tuh malah kaku gak gerak-gerak kayak conductor biasa. Bagus sih tapi kayaknya bukan gini deh gayaku. Aku buat lebih atraktif untuk ditonton.

Raung Jagat punya tim inti untuk setiap pentasnya?
Gak ada karena Raung Jagat ini bukan band bukan kelompok. Tapi selalu kelas dan orangnya selalu berbeda. Beberapa kelas mereka berlanjut tanpa aku. Mereka bisa menyebarkan lagi karena ini sebuah metode membuat musik improvisasi. Silakan mau dipakai. Aku menciptakan sebuah alternatif untuk improvisasi vokal. jadi bukan band, paduan suara tapi sistem./ Yose

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found