http://www.newsmusik.co/exclusive/exclusive-interview/item/1150-gerald-situmorang Foto-foto Yose

Gerald Situmorang

Debut Album Solo

Bila menyebut nama Gerald Situmorang, saat ini orang akan lebih banyak mengenalnya sebagai pembetot bass di Barasuara. Tapi sebenarnya GeSit, demikian pula dia biasa disebut, adalah seorang pemetik gitar. Bahkan terbilang cukup andal untuk urusan memetik senar itu.

Beberapa proyek musiknya, seperti SKETSA, Gerald Situmorang Trio, Backbeat maupun Hermiola Quartet adalah wadah GeSit memamerkan keandalannya memainkan gitar. Meski memang harus diakui lingkup popularitasnya tidak seluas seperti ketika dia bersama Barasuara. Namun membuatnya bisa berkolaborasi dengan banyak musisi besar.

Awal September ini GeSit merilis album solo perdana. Bertajuk Solitude yang telah diedarkan via iTunes sejak 7 September dan langsung meroket ke peringkat atas di iTunes Indonesia Album Chart. Dimana sebagai perayaan rilis album itu, GeSit menggelar showcase di Shoemaker Studios pada Selasa (20/09) malam.

Newsmusik menyempatkan diri untuk hadir dan kemudian mencuri waktu berbincang dengan GeSit di sela persiapan untuk showcase.

Apa yang memicu akhirnya membuat album solo?
Udah mikir album solo dari 2011 ngumpulin materi, cuma itu aku kan itu udah ada album sama SKETSA waktu itu tahun 2010, trus udah ada materi album kedua SKETSA juga. Terus sudah mulai ngumpulin lagu buat album solo cuma bukan album solo gitar yang sekarang ini. Jadi sebenarnya pikiran bikin album solo udah lama cuma ibaratnya untuk realisasinya untuk album Solitude ini Oktober 2014 itu ibaratnya yang juga yang ngegongin karna sahabat dekat aku, teman baik, drummer Marco Steffiano namanya, drummernya Barasuara, dia dari dulu kan mainnya sama SKETSA juga dari 2007.

Nah aku dari 2007 itu latihan di rumah Marco mulu sampe 2014. Dari SKETSA, Gerald Situmorang Trio, Barasuara, Backbeat, hampir selalu latiannya di studio rumah Marco ini. Terus tiba-tiba September 2014 dia bilang "Ge, gue mau pindah rumah nih," yah terus aku mikir kayak bikin kenangan untuk setidaknya pernah rekaman di rumah Marco.

02 Gerald Situmorang YoseFoto-foto Yose

Waktu itu aku mikir kakyaknya paling memungkinkan aku kerjakan adalah album solo gitar karena kan kalo misal banyak instrumen...jadi aku sebenarnya materinya udah cukup ada beberapalah banyak ada materi yang banyak instrumen ada yang materi solo gitar. Jadi aku materi yang solo gitar pengen aku simpan buat entaran. Tapi karena ada momen itu jadi aku mikir ya udah solo gitar dululah gak apa deh. Jadinya pada saat dia bilang itu ya udah gue mesti cepet. Karena dia bilang akhir Oktober udah mesti pindah semua barang dan segala macam, ya udah awal Oktober aku bilang ke dia, "Gue mau rekaman album di rumah lo ya," "Oke," ya selama sebulan itu rekaman disitu dan itu yang bikin start jadi album solo.

Untuk rilisnya kenapa 2016 karena memang molor di post-production dalam arti mixing dan segala macam. Jadi lebih menurut ke aku timing yang tepat juga kan.  Aku baru rilis album trio terus album Barasuara, dalam artian gak tubruk-tubrukan, abis itu rilis album solo.

Ada materi dari tahun 2011 yang gak dipakai ketika album akhirnya dibikin tahun 2014?
Sebenarnya materi album solo gitar ini aku kan belum kebayang untuk bikin album solo gitar. Jadi gini, sebenarnya aku udah punya banyak materi untuk album solo. Ibaratnya jadi gak cuma solo gitar,  ada banyak instrumen, ada lagu macem-macam. Jadi pada saat 2014 pas aku mau ngerjain album solo gitar ya aku kan ibaratnya bank lagunya udah banyak jadi pilih ya ini kayaknya cocok untuk solo gitar.

Jadi sebenarnya pun aku ngerekam 17 lagu untuk project ini cuma aku cuma masukin 11 karena menurut aku yang 5 kayaknya bisa lebih baik kalo, mungkin, kalo gak solo gitar, tapi mungkin juga solo gitar di next-nya tapi kayaknya bisa pake band atau apa atau memang bukan color di album ini aja. Jadi sebenarnya materi aku ada banyaklah untuk album solo gak cuma solo gitar tapi gak kebayang juga untuk kebikin album full solo gitar langsung di 2014 itu

Ada materi baru yang dibikin 2014?
Ada juga yang memang lagu belom jadi akhirnya pada saat aku mau rekaman aku selesain itu lagu, ada yang aku pilih. Jadi emang kumpulan ibaratnya dari tahun 2011 sampai 2014 lagu yang aku rekam. Jadi ada lagu yang tadi rencananya banyak instrumen aku rekam buat solo gitar. Aku mulai main solo gitar itu, maksudnya berani start solo, walaupun bukan full set ya, kadang main di Red White Lounge.

Gerald Situmorang Trio, jadi aku opening lagu pertama aku main, keluar solo gitar dulu, entar tengah tengah istirahata dulu pemain bass drumnya aku main solo gitar lagi. Jadi mulai kebiasa dan mulai berani solo gitar. Karena tadinya main sendirian panik juga dan sekarang pun hari ini showcase ini pertama  sebagai main sendirian , full sendirian.

Apa yang membuat akhirnya benar-benar berani sendiri?
Kayak Gerald Situmorang Trio itu gue nganggap kayak band sih bukan solo. Jadi benar-benar ini yang album solo pertama. Kenapa berani? Sebenarnya sih kalo berani sih berani aja sih, dalam artian karena memang aku dari dulu semua band aku pun musik yang aku bikin benar-benar yang aku suka, mulai dari Barasuara, Gerald Situmorang Tio, SKETSA, Hemiola Quartet. Jadi pun solo kenapa berani menurut aku ya kayaknya gak ada masalah juga kalo atas nama sendiri gitu.

Dan menurut aku kalo karya yang aku bikin benar-benar aku suka dan aku pengen keluarin kenapa gak. aku bersyukur dalam arti dengan maksudnya Barasuara lagi dapat banyak eksposure dan segala macam, jadi pada saat aku merilis solo pertama ini mungkin jadi bisa lebih dengar ke arah musik aku yang begini juga kan publik.maksudnya kan aku dulu lebih awal banyak di jazz.

03 Gerald Situmorang YoseFoto-foto Yose

Apa yang membedakan proyek solo ini dengan proyek lainnya?
Emang paling gampang ngebedain adalah si formatnya itu solo. Cuma kalo dari lagunya ya aku gak tau juga sih orang bilang beda apa gak. Karena kalo dari teman-teman dekat yang udah sering dengar lagu aku ya aku banget juga, entah itu SKETSA banget atau apa, tapi ya akulah maksudnya mungkin Gerald banget, challenging juga buat akunya juga. Kemaren kan main trio, duo, terus mainnya kuartet, terus sekarang tiba-tiba solo. Maksudnya challenging dan juga menarik dan tantangan baru buat aku juga menyajikan musik aku dengan format yang beda-beda itu.

Tapi lagu aku yang solo menurut aku juga bisa aja kita bawain ama SKETSA juga trio. Tidak menutup kemungkinan aransemen baru cuma dengan format sendiri. Dengan format berbeda-beda itu memang menciptakan suasana otomatis yang langsung beda sih menurut aku.

Untuk menggambarkan musiknya, keseluruhan materi lagu cenderung seperti apa genrenya?
Aku emang dari dulu kan dengerin semua jenis musik ya. Awalnya aku suka musik dengerin Hanson, Blink 182, aku suka Linkin Park, suka banget rock jepang, terus juga Tohpati, Budjana,Tthreesome, Indra Lesmana, Riza Arshad ,Simak Dialog, Pat Metheny, Earl Klugh, Ralph Towner. Nah itu yang aku sebut-sebutin terakhir mereka sering pakenya nylon jadi aku mungkin makin sering lagi mainin nylon dan segala macam. Dengerin Mas Tohpati juga mainin nylon dan aku berusaha meng-capture inspirasi dari merekalah banyak, kalo gitaris, tapi aku gak cuma dengerin gitaris doang. Tapi untuk album ini ya aku juga dengerin pop juga, maksudnya aku senang lagu Disney atau apapun.

Tapi kalo aku misalnya menyebutkan kayak genre album ini lebih ke pop. Karena menurutku manis-manis gimana gitu (tertawa). Aku dari dulu SKETSA bilangnya ya instrumental pop. Kalo emang disuruh nyebut  genre walaupun aku rada males juga nyebutin genre tapi itu ya cukup masuk akallah kalo menurut aku.

Bisa dibilang sangat personal gak sih album ini?
Dari judul albumnya kan Solitude, menggambarkan kesendirian tapi menurut aku kesendirian dalam in the good way ya bukan kayak frustasi atau gimana lebih kayak embrace kali ya atas kesendirian dalam arti jomblo..ciee gitu. Tapi dalam arti itu semua connect sih memang bener sih kalo kalo aku nulis lagu atau tiba-tiba dapat inspirasi bisa memang dari kehidupan sekitar, misal pas aku lagi jatuh cinta atau lagi putus atau lagi ngobrol sama teman, itu memang benar-benar ngaruh ke lingkungan sekitar.

Dan pada saat aku ngerekam lagu-lagu di album ini juga memang kesendirian itu yang aku usaha capture tapi dalam arti aku nganggep album ini, aku memang di sini main sendirian, tapi sebenarnya di kehidupan ini aku gak sendirian. dalam artian banyak teman semua yang ngebantu, teman musisi, keluarga, ya siapa pun itu yang ngedukung aku di musik terutama.

04 Gerald Situmorang YoseFoto-foto Yose

Dalam menulis lagunya pastinya aku tahu gimana inspirasinya dapat idenya darimana awalnya. cuma lagu-lagu yang ini cukup personal, kebanyakan menurut aku lagunya kan mellow, gak gitu banyak yang riang-riang. tapi intinya personal buat aku cuma aku gak perlu obvious lagu ‘Old Stories’ menjelaskan lagu tentang mantan, bisa aja tentang kisah masa lalu pas masih sekolah atau pas gue ngobrol ama nenek gue pas jaman dulu atau gimana.

Musik instrumental itu narok judul cuma buat bingkai aja. Aku ada lagu judulnya ‘Always Changing’,  terserah lo apa yang berubah di kehidupan lo kek ato apa. Tapi aku menganalogikan ke musiknya juga, misalnya nada dasarnya berubah-ubah atau modulasi. Aku bisa ngubungin ke musik bisa ngubungin ke hidup aku saat itu, bisa banyak hal. Dan pendengar pun bisa menginterpretasikan sendiri.

Untuk instrumental juga gak ada lirik kan, tapi aku gak mau ngasih judul yang ngasal, misalkan buang sampah sembarangan. maksud aku gak connect ke akunya. Walau pun aku bukan orang yang sering buang sampah sembarangan juga. tapi dalam arti untuk lagunya itu jadi gak connect sama ceritanya. jadi harus bener-benar yang bikin kira-kira cocoknya apa ya. Bisa juga dari judul duluan, ini jadi ngebahas soal pembuatan lagu, bisa juga kayak udah kebayang gue pengen bikin nulis lagu tentang ini. bisa juga pada saat itu gue cuma dapat melodi dan chord, ini lagu jadinya tentang apa ya, oh ini kira-kira.

Bagaimana sih proses kreatif membuat lagu instrumental ala Gerald?
Sebenarnya instrumentalis itu menurut aku nyanyi, cuma mereka kan memang nyanyi lewat instrumennya. Instumen kan artinya perantara kan? Emang kita ibaratanya isi hati, isi kepala, combine perantaranya lewat si gitar, si bass, atau si drum. sama aja kayak penyanyi, cuma penyanyi kan obvious dari dalamnya langsung. Kalo kita butuh lewat perantara itu.

Idenya bisa datang kapan aja. Bisa pas lagi nonton bola tiba-tiba dapat melodi, bisa terinspirasi dari situ, misalkan. bisa pas lagi di wc, gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba gue dapat melodi, aku rekam terus aku pikir tentang apa. Jadi kalo sekarang sih aku ada banyak hal (untuk mendapatkan ide).

Bisa kayak kita memang kayak pengen gue hari ini harus compose gitu bisa atau gue gak mikir apa-apa tiba-tiba dapat lagu. Yang natural sih menurut aku kadang gak ketebak gitu seru ya. Tapi bukan berarti yang gue hari ini harus nulis lagu bukan berarti hasilnya pasti jelek juga. Bisa juga hasilnya oke. Jadi maksudnya open untuk banyak cara sih kalo sekarang. Bisa visualisasi tentang apa. Yang tau artinya 'kan memang aku tapi kalo mereka interpretasinya pas dengan suasananya bisa macam-macam./ Yose

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found