Joey Alexander Joey Alexander (foto: Fattah)

Joey Alexander

Obrolan Dibalik Konser Asia Tour

Josiah Alexander Sila yang biasa dikenal dengan sebutan Joey Alexander mengawali karirnya sebagai seorang pianis sejak berumur tujuh tahun. Joey kecil yang terlahir dari seorang ayah penggemar jazz belajar secara otodidak dengan sering mendengarkan komposisi seperti ‘Well, You Needn’t’ karya Thelonious Monk dan koleksi lagu-lagu ayahnya khususnya karya Louis Amstrong.

Kemampuannya dalam mengolah musik membawanya meraih grand prix dalam Master-Jam Fest 2013, suatu kompetisi musik jazz untuk segala usia di Odessa, Ukraina yang diikuti oleh 43 musisi dari 17 negara yang pada waktu itu Joey baru berusia 9 tahun. Di tahun 2014, joey dan keluarganya pindah ke New York, dari sinilah karir bermusiknya mulai berkembang.

Di usia 10 tahun, Joey mendapat undangan Malam Gala pada Mei 2014, karena permainannya di situs Youtube yang membawakan karya Coltrane, Monk dan Chick Korea.  Hal tersebut memikat hati pemain trompet jazz Wynton Marsalis, direktur seni Jazz Lincoln Centre. Dari sinilah debut Joey di negara Amerika Serikat sebagai musisi cilik yang dijuluki anak jenius karena kecerdasan dan keahlian seperti pianis berpengalaman puluhan tahun.

Menguasai teknik bermain piano dan improvisasi dalam aliran musik jazz sejak usia 7 tahun, Joey merilis album perdananya yang berjudul "My Favorite Things" pada tanggal 12 Mei 2015 di usia 11 tahun di bawah Motema Record, New York. Melalui album ini, Joey mendapatkan nominasi Anugerah Grammy untuk dua kategori: Best Instrumental Jazz Album ("My Favorite Things") dan Best Jazz Solo Improvisation (Giant Steps dari album tersebut).

Ia juga berkesempatan Tampil sepanggung dengan Adele, Taylor Swift, Bruno Mars, dan Ed Sheeran di Grammy Awards 2016. Ia juga menjadi Artis Asia Tenggara Pertama yang tampil di acara bergengsi tersebut. Namun tak ada yang menyangka, karir Anak Ajaib begitu ia dijuluki begitu cepat dan berjalan mulus. Joey yang saat ini berusia 14 tahun kembali menggelar sebuah konser kelas dunia di negeri kelahirannya Indonesia.  Konser ini dalam rangka tur Asia setelah menyelesaikan turnya di Eropa, Amerika dan Timur sebagai rangkaian Joey Alexander World Tor 2017.


02 Joey Alexander Press Conference FattahJoey Alexander Press Conference (foto: Fattah)

Setelah tampil di Jepang, Singapura dan Hongkong, Joey pulang dan menutup turnya di Tanah Air pada 11 dan 12 November 2017 di Balairung Soesilo Soedarman Sapta Pesona, Kemenpar dan ICE BSD. Konser di Indonesia merupakan konser kali kedua Joey setelah tanggal 22 Mei 2016 lalu yang sukses di gelar.

Ditemui NewsMusik di sela press conference Joey Alexander Trio – Asia tour 2017, Joey mengungkapkan perasaannya kembali ke Indonesia. Berikut percakapannya :

Halo Joey, welcome to Indonesia. Apa kabar? Bagaimana perasaannya kembali ke Jakarta
Baik, saya bersyukur, Thank’s God bisa balik ke Jakarta dan terima kasih semuanya yang membuat aku kesini. Saya happy banget bisa kembali ke Indonesia.

Joey bisa diceritakan persiapannya menjelang konser
Pertama jazz itu merupakan spontanality lebih ke moment, part of them, preparation-nya nggak banyak. Sebelum ini saya sudah bermain di beberapa negara Asia, jadi  kita sudah biasa bermain sama-sama dan bermain dengan lagu-lagunya. Persiapannya sudah lumayan tight. Apa makna jazz buat Joey sendiri..
Jazz is a playing music, jazz is has been  a part of my life, and is blessing to be play to share and to play this. Music full of imagination, music full of joy, dan saya pikir jazz sebagai spiritual buat saya bukan sekedar bermain musik.

Joey bisa diceritakan sedikit mengenai Asia Tour?
Awalnya sangat pesimis, karena itu merupakan kali pertama saya ke Tokyo, Hongkong kemarin dan Singapura. Tapi saya senang, akhirnya saya bisa kembali kesini. Senang sekali saya bisa kasih kebahagiaan dan kesenangan untuk semuanya dengan bermusik ini yang merupakan gift saya, itu yang menurut saya the most the important thing.

Joey kenapa Indonesia dipilih sebagai negara terakhir dalam rangkaian tur Joey kamu?
Well, because I’m home, jadi saya rasa good to be home. Balik ke rumah, karena selama ini saya tinggal di New York. Indonesia selalu menjadi rumah buat saya.

Apa yang menginspirasi dan moment apa yang special dalam semua rangkaian tur Joey?
Menurut saya setiap kali saya bermain, every moment is special. Dimanapun saya pergi saya selalu berusaha bermain dengan baik. To be here is special feeling, menurut saya kembali dan kasih semangat untuk musisi Indonesia dan happy banget bisa balik ke Indonesia dan melakukan semuanya.

Adakah perubahan dalam diri Joey dalam bermusik seiring dengan pertumbuhan Joey yang semakin dewasa?
Semua selalu dalam proses. Sampai sekarang saya always go, cuma sekarang saya lebih percaya diri. Tapi mungkin sebelumnya saya punya itu. Tapi sekarang  saya mempunyai konsep yang berbeda.

Apa arti musik sendiri untuk Joey?
Music is a universal, but only in my life every favorite views people dan give them hope. Saya berharap datang kesini semangat dan harapan untuk penggemar saya disini.

   
03 Joey Alexander FattahJoey Alexander (foto: Fattah)

Ada makanan yang Joey kangenin di Indonesia
Apa ya..  Martabak mungkin. Sampai sekarang belum sempat makan sampai mimpi-mimpi. Selain itu saya juga nggak terlalu banyak tahu makanan Indonesia. Mungkin karena dari kecil saya  sudah tinggal di Amerika. Saya suka ayam kuning.

Apa perbedaan belajar musik di Indonesia atau di Amerika?
Menurut saya disini tidak banyak berbeda, Cuma datang ke New York banyak musisi yang sudah berumur dan mendunia, event di sini juga banyak musisi yang hebat juga. Tidak banyak perbedaan. Cuma di US saya banyak lebih banyak kesempatan untuk share my music. New York semua ada, baik untuk musik untuk fashion, dan bisa banyak datang ke club jazz dimana-mana. Meskipun saya tidak selalu datang ke jazz club, I think when you go to New York you can make it everything, just why a people say.

Hobby Joey sendiri disana apa, mengingat usia Joey yang masih muda?
Saya suka jalan-jalan, lihat taman. Semua yang membuat energy, some times you can very intents, people yelling, is something people what’s going on. Tidak melulu bermain musik. Main games, toys, exercise.

Apa yang Joey bisa ambil dari beberapa musisi dari Amerika yang sekarang ini menjadi guru bagi Joey, apa perbedaannya dengan Indonesia.
Menurut saya guru saya adalah musisi yang saya dengerin. Mereka understanding of play those music, saya selalu coba cari the feeling of swing, freedom untuk musik jazz ya.

Untuk Joey sendiri apa artinya penghargaan, seperti Grammy kemarin
Saya blessed bisa dikasih kesempatan. The God opens the door for me untuk bisa share musik ini dan apa, saya rasanya I can't explain it. Tuhan bisa pilih saya dari sini, dari bermusik.

Begitulah Joey, sosok yang rendah hati dan masih seperti anak-anak seusianya kebanyakan. Joey yang tidak mempunyai ambisi dan impian terbesar, Joey yang hanya ingin memberikan yang terbaik, rasa happy mendengarkan musiknya dan selalu bisa menghibur dengan improvisasi-improvisasi musik yang dimainkannya.

“I don't have a biggest dreams... Saya bisa di nominated yang penting bisa kasih happiness dan joy. Untuk musik ini saya bisa memberikan yang terbaik , the most important thing," tutupnya.

Joey sendiri merencanakan bakal merilis album barunya pada April tahun depan. Penasaran dengan aksi Joey dalam album selanjutnya? Ada baiknya ditunggu.../ Fattah

04 Joey Alexander performed FattahJoey Alexander performed (foto: Fattah)

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found