GIGI GIGI Band (Istimewa)

GIGI

Kilas Balik, Pembuktian Bermusik Selama 24 Tahun

Tanpa terasa sudah 24 tahun lamanya band GIGI hadir di industri musik Tanah Air. Band yang dimotori oleh Armand Maulana (vokalis), Dewa Budjana (gitaris), Thomas Ramdhan (bassis), dan Gusti Hendy (drummer) ini adalah formasi paling solid yang dimiliki grup ini. Tambahan lagi beberapa waktu tahun ini, GIGI makin solid dengan kemunculan kembali Aria Baron yang dulunya adalah gitaris dari band menjadi manajer.

Usia 24 tahun bagi sebuah band bukanlah perkara mudah. Gonta ganti personil telah mereka alami. Adanya kesamaan prinsip membuat keempatnya, bisa bertahan sampai sekarang. Bongkar pasang personel pun bagi mereka merupakan sebuah pembelajaran yang berharga. Tidak malah melemahkan tapi justru membuat band ini semakin matang dengan karya-karya yang terus diterima oleh para pecinta musik Indonesia.

NewsMusik berkesempatan mewawancara mereka sewaktu acara ulang tahun GIGI di kawasan SCDB beberapa waktu lalu. Berikut rangkuman pembicaraan bersama ke empat personil GIGI.

Bisa diceritakan apa arti 24 tahun ini bagi masing-masing personil GIGI?
Thomas:
Arti 24 tahun ya berarti Gigi serius bermusik. Di sisi lain lagi saya nge-band sama orang orang ini 24 tahun dan ada di musik Indonesia 24 tahun bersama Gigi artinya kita serius. Dan buktinya sekarang kami ada di sini.

Setelah melewati berbagai hal bersama-sama, ada alasan kuat mengapa akhirnya memilih bertahan hingga kini. Apa alasannya sehingga masih bertahan dengan band ini padahal masing-masing personil sudah mempunyai karya sendiri dan sudah bersolo karier?
Budjana:
Kami menyadari membangun itu nggak mudah. Memang ada orang yang bilang, apalah arti   sebuah nama, tapi kami dulu bisa ngumpul berlima terus ketemu nama GIGI itu salah satu yang membuat kita bertahan. Kami anggap segala sesuatu ujian memang, bahwa ternyata mempertahankan itu memang sulit.

Hendy:
Ada yang bilang band ini vakum, karena melihat masing-masing personil bersolo karier seperti  Armand dengan Arana Projectnya, Budjana dengan solo album dan Thomas dan saya dengan bandnya. Inilah nilai plus dari GIGI, 4 orang ini bergerak terus dan GIGI tetap konsisten dalam posisi jalurnya. Itu malah memperkaya kita dalam bermain musik dan tidak ada halangan sama sekali.

Terbukti alhamdulillah, kita sampai 25 tahun, dan dengan background masing-masing kita masih mempunyai energi untuk membuat sebuah karya.

Armand:
Kalau sudah kumpul dengan situasi yang berbeda sekarang, selama 24 tahun secara konsisten sekarang
hampir tidak kelihatan. Waktu dulu zamannya masih ada koran, mungkin GIGI masih terlihat dengan muncul di media, tapi sekarang platformnya sudah berubah total. Kalau dibilang masih jalan ya kita tetap jalan terus.

Itu sih memang harus dilalui, band lain juga sama tapi catatanya yang penting sampai sekarang masih ada masih berkarya, masih ada show, pensi, gathering yang seumuran kita bahkan ada yang tua.

Sampai kemarin masih ada yang meminta show supergroup atau apalah itu namanya. Kita sih nggak pernah merasa sebaga group legend atau supergroup, karena selama 24 tahun kita mah main aja. Keluarkan karya dan ternyata karya kita masih disenengi oleh anak seumuran kita bahkan anak muda. Ya kita jalanin aja. Kalau masalah bongkar pasang itu hukum alamlah, seperti yang lain. Yaa kita ikutin aja.

04 GIGI Istimewa

GIGI Band (Istimewa)

Bisa diseritakan bagaimana kiatnya hingga kalian mampu bertahan, sedangkan masing-masing personil berasal dari genre dan mempunyai kemampuan dan skill yang berbeda di bidang musik?
Thomas:
Kalau saya sih mungkin karena satu sama lain masih saling membutuhkan, ya tapi selain itu, jujur, saya juga punya band atau apa gitu, tapi kalau yang namanya nyaman untuk saya manggung dan saya nggak mikir apapun itu ya GIGI. Adanya rasa saling percaya aja satu sama lain.

Dengan kesibukan masing-masing, apakah masih cukup porsi untuk kalian latihan bersama GIGI?
Hendy:
Memang ada yang bilang dengan kelebihan kami masing-masing kok masih sempat latihan aja, harusnya nggak perlu latihan lagi karena semuanya sudah jago main musiknya. Justru kami merasa masih perlu latihan, karena kadang-kadang ada lagu yang mana dari album yang mana kadang kita suka lupa. Yaah latihan daya ingatlah…

Diantara banyak album kalian mana yang paling kalian tidak suka atau album mana diperjalanan kalian merasa paling down selama berkarier?
Armand:
Yang paling down sepertinya saya dan Budjana di album 2x2. Karena pada saat itu saya dan Budjana tinggal berdua. Kita ditinggal 3 personil lainnya. Di album itu ada Budi sama Opet yang jadi additional player, tapi di album berikutnya ditahun 1998 mereka jadi pemain tetap.

Tahun 1999 Thomas balik lagi.  Sebetulnya di album itu saya sama Budjana ada timbul semangat baru lagi karena Budi dan Opet memperkuat lagi formasi GIGI, jadi kita ada berempat, tidak terlalu berdua banget. Yang paling drop memang album 2x2 karena memang kita cuma berdua. Lalu beberapa tahun belakangan malah Baron balik lagi ke GIGI walaupun bukan pemain, tapi sebagai manager itu juga yang membuat semangat kita balik lagi.

03 GIGI Istimewa

GIGI Band (Istimewa)

Apakah kemudian dengan formasi yang sekarang GIGI menjadi lebih solid, atau bahkan personil inilah yang membuat GIGI semakin solid?
Thomas:
Ada sebagian orang yang menganggap kesolidan kita ini hanya sekedar ditutup-tutupi. Kalau dari gue lihatnya begini. Alhamdulillah dari bulan kemarin kita jadwal manggung padat banget bahkan sampai 4 dan 5, dan kita masih meluangkan waktu untuk latihan. Armand kebetulan masih sakit kemarin, tapi kita tetap latihan. Sudah dijadwalkan dan kami masih mau merayakan yang seperti ini.

Dalam mau merayakan dengan suasana yang sakral, kalau menurut gue itu ciri orang yang masih mau sama-sama. Gak careless lah ibaratnya. Terlihatnya salah satu masih ada, ada satu perasaan yang lebih walaupun masing-masing mempunyai kesibukan.

Ini sebagai salah satu cara untuk menjaga kekompakan?
Thomas:
Iya mungkin. Ini kan datangnya memang dari hati dan kemauan, bukan seperti perusahaan yang wajib datang karena kontrak.

Bagaimana cara kalian meredam ego masing-masing, karena semuanya berasal dari keahlian yang berbeda-beda?
Thomas:
Kalau saya melihat dari cara Budjana memandang musik, misalnya pada waktu awal waktu pertama band ini dibentuk. Saya ingat banget waktu pertama band ini dibentuk dia kalau ditanya sama orang sukanya apa Ronaldo, kalau ditanya selalu jawab itu dan saya bingung.

Ternyata semakin kesini maksudnya bahwa musik itu apalagi sekarang ini dengan keadaan yang lebih terbuka siapapun bisa dengar, bahwa identitas diri itu memang penting banget. Jadi kita memang benar sebagai seseorang, tapi kita sebisa mungkin menjaga banget bahwa ini milik orang lain jangan diambil.

Ada kesamaan hobby diantara kalian, sehingga sampai sekarang masih kompak?
Budjana:
Hobby semua sama ya, kuliner. Kita semua doyan makan. Kita kalau main ngeband di  luar kota yang kita cari ya makanan. Karena itu salah satu cara mengenal keragaman Indonesia dan kharakter masing- masing daerah ya makanannya.

Hendy:
Kita salah satu group band yang wa groupnya paling aktif banget. Percaya deh, tiap hari ada aja yang diomongin. Komunikasi. Kedekatan ini memang selalu terjalin.

Waktu kalian tinggal berdua, apa yan sebenarnya dibenak kalian untuk masih tetap mempertahankan GIGI?
Budjana:
Yang utama membangun itu tidak mudah. Walaupun ada yang bilang apa artinya sebuah nama,  bagi kita masih penting, masih tetap bisa berkumpul berlima. Tiba-tiba album 2,3 sampai 5 orang masih seneng dengan karya kita itu yang lebih penting lagi, atau orang lain senang kita terpaksa itukan nggak bagus juga. Cuma gara-gara sesuatu harus diukur dengan hilangnya band ini. Itu saya anggap ujian memang, biar bagaimanapun itu harus dipertahankan dan harus kita lewatin.

04 GIGI Istimewa

GIGI Band (Istimewa)

Ada nggak sesuatu yang meredam kalian ketika merasa jenuh satu sama lain?
Thomas:
Kita semua merasa membutuhkan satu sama lain. Meski saya punya band dan yang lain juga, ketika kita ingin kenyamanan ya kita balik ke GIGI. Kita nggak pernah mikirin vokalnya Armand, atau kok drummernya begini suaranya. Nggak seperti itu. Ini musik, kita bicara ya musik aja. Musik itu kaya banget, dan dia harus tanggung jawab dengan yang dia mainin. Nggak ada di direct atau apapun itu.

Disini kita dapat keterbukaan banget, saya termasuk yang muter sejak dulu, dan semakin kesini menyamakan prinsip dan musik itu yang mahal. Yang tidak bisa didapat di semua komunitas yang kita temuin. Itu yang nggak mudah kalau kita harus cari lagi.

Dengan 24 tahun ini, masing-masing sudah bersolo karir. Mungkin ada yang mau disampaikan secara blak-blakan ke depannya, apakah akan ada perubahan personil lagi?
Hendy:
Itulah nilai plusnya GIGI diantara band-band  lainnya. Karena masing-masing personilnya bisa main band di luar, tapi kita tetap fokus di GIGI. Menurut saya tidak perlu dipermasalahkan.

Armand:
Kita ada rencana mau bikin konser 24 tahun perjalanan karir kita bermusik. Tunggu aja/ Nad

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found