http://www.newsmusik.co/exclusive/exclusive-interview/item/908-rio-sidik Rio Sidik | Foto-foto Fattah

Rio Sidik

Bermusiklah dengan Tulus...

Musik adalah sebuah panggilan hidup, hal inilah yang membuat seorang Rio Sidik, soloist terompet dan komposer yang sudah malang melintang ke banyak negara ini untuk terus berkarya dan menghasilkan musik berkualitas. Bisa saja nama Rio Sidik masih terdengar asing di telinga banyak pecinta musik di Indonesia. Karena memang, musisi yang  lahir di Surabaya, 38 tahun silam ini, lebih sering manggung di negara-negara diluar Indonesia, seperti Eropa, Asia, Afrika, hingga Rusia.

Kecintaan Rio terhadap musik, khusunya terompet, memang sudah ada sejak kecil dan dimulai dari nol. Sebelum memulai karir professional, dia sering memainkan terompetnya di banyak tempat. Mulai dari pinggir jalan, hingga acara sunatan. Sampai pada saat ini, Rio Sidik memiliki dua project band, yaitu Sahardja dan Rio Sidik and His Quintet dan juga lima buah album, diantaranya,  “One World”, “Bali Smile”, “Abracadabra”, “Live at Riyoshi House of Jazz”, dan yang terakhir dirilis pada 2014 lalu, “The Sound of Mystical Vibe”.

NewsMusik mendapatkan kesempatan berbincang dengan Rio, seusai dirinya tampil disebuah hotel di bilangan Senayan, Jakarta Pusat. Berikut ini wawancara ekslusif NewsMusik bersama Rio Sidik, mengenai perjalanan karir bermusiknya.

Halo Rio Sidik, apa kabar?
Halo juga, saya baik-baik saja.

Sejak kapan sih Rio Sidik belajar bermain terompet ?
Saya mulai belajar secara intensif main terompet itu sejak umur delapan tahun. Tapi kalau berkenalan dengan terompet sebenernya dari umur lima tahun. Waktu itu saya sering main ke rumah kakek yang juga seorang pemain terompet, dan aku suka tiup-tiup terompet yang ada disana.  Kebetulan kakek saya itu guru permainan terompet, jadi saya diajari banyak hal oleh beliau, mulai dari chord hingga baca not-not musik. Kalau dihitung-hitung,  sudah hampir 29 tahun saya bermain alat musik ini.

Ohhh begitu, denger-denger katanya di keluarga Rio, main musik itu memang turun-temurun ya?
Iya, buat saya musik itu sudah seperti darah. Keturunan dari keluarga ibu memang musisi. Kakek saya pemain terompet, nenek saya seorang penyanyi. Ibu dan tante saya juga penyanyi, oh iya adik, kakak dan om saya  juga pemain terompet.  

02Rio Sidik | Foto-foto Fattah

Seberapa sering Rio Sidik performed diluar negeri, dan biasanya ke negara mana saja ?
Hmm dalam setahun, sih bisa beberapa kali saya main diluar negeri. Biasanya saya performnya itu di Rusia, Portugal, Belanda, Inggris, Korea, dan masih banyak lagi.

Kenapa Rio lebih sering performed di panggung diluar negeri dari pada di Indonesia ?
Sebenarnya, di Indonesia saya juga sering manggung, tapi di Bali. Kalau dulu saya memang lebih sering performed diluar negeri, karena nggak tahu kenapa, feeling saya lebih memilih disana. Apalagi jenis musik yang saya mainkan belum banyak yang mendengarkan di Indonesia saat itu.

Lebih enak manggung di Indonesia atau di luar negeri ?
Sama aja sih kurang lebihnya. Sama-sama ada enak dan nggak enaknya.

Bisa diceritain nggak, bagaimana Rio memulai karir diluar negeri ?
Pertama kali saya keluar negeri itu, saya merantau untuk mencari pengalaman sambil bermain musik di Australia. Selang beberapa waktu, saya pulang kembali ke Bali dan akhirnya membentuk sebuah band yang bernama, Saharadja. Tidak lama setelah album pertama kami selesai, terus juga sudah dikenal banyak orang di Bali, Saharadja mulai dapat tawaran manggung diluar negeri. Pertama kali Saharadja performed keluar negeri itu, di Afrika Selatan, kita bahkan produksi album kedua Sahardja disana.

Menurut Rio, apakah lebih sulit memulai karir diluar negeri atau di Indonesia ?
Hmmm, lebih sulit disana.. lah. Selain saingan, disana juga banyak pemain terompet yang jago-jago. Tapi, kalau untuk diterima, lebih sulit di Indonesia. Soalnya kalau diluar negeri itu, apresiasi orang-orang terhadap musik sangat tinggi.

Apakah hal tersebut menambah motivasi atau malah membuat kamu jadi minder ?
Hal-hal seperti itu malah membuat saya semakin termotivasi untuk menjadikan permainan terompet saya lebih lagi. Lagi pula dengan banyak bertemu musisi-musisi yang jago, saya juga bisa belajar banyak dari mereka.

Memangnya apa motivasi seorang Rio Sidik, hingga bisa terus menjadi pemain terompet hingga sekarang ?
Musik itu ibaratkan panggilan kehidupan , dan saya percaya. Kalau kita bermain musik dengan tulus, pasti musik akan memberikan sesuatu kepada kita. Saya mengalami hal itu terjadi pada diri saya, karena itulah sampai sekarang saya masih sering belajar dan latihan bermain terompet.

Seberapa sering kamu latihan bermain terompet ?
Saya nggak pernah menentukan harus latihan terompet berapa kali. Yang jelas, hampir setiap hari saya memainkan terompet saya, biarpun hanya sekedar untuk iseng ataupun memang untuk latihan. Saya bahkan bisa latihan jam empat pagi, kalau nggak bisa tidur. Intinya, terompet itu sudah menjadi sebuah kehidupan bagi saya.

Katanya Rio Sidik nggak suka ya kalau dibilang sebagai musisi jazz ?
Iya, nggak enak kalau hanya dibilang sebagai musisi jazz. Saya suka main musik-musik jazz, tapi saya juga suka bermain jenis-jenis musik lain. Pokoknya, saya main musik dari jenis apapun.

Kalau suatu saat ditawarin buat main musik dangdut, gimana ?
Boleh saja, why not?. Semakin banyak orang yang mendengar saya bermain musik, itu semakin bagus. Buat saya, saat orang dengerin saya main musik, dan mereka pulang dengan bahagia, itu merupakan sebuah imbalan yang paling besar, they go home and they happy.

Lalu kalau boleh disebut, genre musik dari Rio Sidik apa nih ?
Genre saya itu good music, musik yang enak di dengar.

Siapa saja influence seorang Rio Sidik dalam bermusik  ?
Wah, kalau influece saya dalam bermusik banyak banget. Tapi, kalau yang terutama sih, para pemain terompet terkenal dunia seperti Miles Davis, Adolf Hofner, dan Maurice Andre. Trus juga Bubi Chen, Indra Lesmana, pokoknya masih banyak lagi.

03Rio Sidik | Foto-foto Fattah

Selain main terompet, Rio Sidik juga dikenal juga bisa bernyanyi, memang sejak kapan sadar kalau suaranya bagus ?
Hahaha, saya bernyanyi memang karena memang suka aja. Kebetulan ibu dan nenek saya juga penyanyikan dulunya... Jadi sejak awal memang saya sudah bisa nyanyi.

Apakah ada latihan khusus untuk bernyanyi  atau tidak ?
Tidak ada. Mungkin karena saya biasa bermain terompet, jadi otomatis saat bernyanyi nadanya nggak fals. Karena terompet kan nadanya nggak ada yang meleset, mungkin hal tersebut yang membuat kenapa saya bisa bernyanyi dengan lumayan, hahaha.
    
Sudah berapa album yang sudah Rio Sidik keluarkan hingga sekarang ?
Hmmm, kalau ditotal sudah lima album yang saya keluarkan. Tiga album bersama Saharadja, dan yang dua lagi Rio Sidik and His Quintet. Dan semua album itu saya yang memproduserinya sendiri.

Distribusinya albumnya diluar negeri atau di Indonesia ?
Kalau dulu, Sahradja, selain disini, memang kita juga distribusi ke negara lain, dengan cara dijual saat saya sedang performed live disana. Kalau untuk yang sekarang (Rio Sidik and His Quintet) tidak difokuskan untuk rilis di Indonesia atau luar negeri. Karena sekarang kan sudah mudah kalau mau distribusi musik, sudah banyak toko digital, jadi dari negara manapun bisa mendengarkan musik saya.

Album The Sound of Mistical Vibe yang dirilis tahun 2014 lalu, menggunakan konsep live audio, bisa diceritakan kenapa menggunakan konsep seperti itu ?
Saya percaya saat musisi sedang bermain secara live diatas panggung, energi yang mereka keluarkan itu menjalar ke penonton, dan itulah yang membuat nuansa disekitarnya menjadi hidup. Selain itu saya juga suka nada-nada yang dikeluarkan saat musisi bermain live, tidak apa ada yang melenceng sedikit, its live you know. Musik itu seperti hidup, tidak ada yang betul-betul sempurna.

Apa semua lagu di album tersebut Rio yang menciptakan ?
Iya betul, kesembilan lagu di album tersebut saya yang menciptakan semuanya.

Kalau membuat lagu, biasanya terinspirasi dari apa ?
Saya itu lousy banget sebenernya kalau disuruh nulis lagu. Kebanyakan dari lagu yang saya tulis, berdasarkan pengalaman pribadi.

Salah satu lagu Rio yang berjudul Oh Sayangku, nada dan liriknya puitis sekali sampai menggetarkan jiwa, apa itu juga berdasarkan pengalaman pribadi ?
Betul sekali, lagu itu dulu saya tulis untuk seorang wanita, bercerita tentang bagaimana saya merayu dia. Saya sendiri juga kaget saya bisa nulis yang seperti itu (tertawa).

04Rio Sidik | Foto-foto Fattah

Ada rencana untuk buat album baru ?
Ada. Sekarang saya sedang mempersiapkan album terbaru, yang mungkin akan segera rilis beberapa bulan lagi. Konsep musik dalam album ini akan beda dengan yang sebelumnya, karena nanti saya akan bermain terompet dengan diiringi orkrestra.

Kalau menurut Rio, bagaimana perkembangan musik di Indonesia saat ini ?
Menurut saya, musik-musik di Indonesia sekarang ini, udah keren banget, dan memang banyak yang bagus. Beberapa bulan lalu saya pulang ke kota kelahiran saya, Surabaya, dan takjub melihat musisi-musisi disana, yang ternyata gokil main musiknya.

Rio Sendiri kan, sudah sering bermusik di luar negeri, dan banyak mendapatkan apresiasi yang bagus disana, apa sih yang membuat Rio Sidik kembali lagi ke Indonesia ?
Kalau saya cuma mau kaya dan saya tidak peduli dengan musik di Indonesia, saya mungkin udah tinggal di London, atau Portugal dan berkarir disana. Biasanya kalau main diluar, saya juga sering mengadakan workshop, ke banyak tempat. Hal tersebut membuat saya berfikir, kenapa tidak saya lakukan hal seperti ini di negara saya sendiri. Selain itu saya melihat saat ini, tidak banyak soloist terompet yang ada di Indonesia, karena itulah saya ingin memperkenalkan musik ini kepada semua orang, dan berbagi ilmu dengan orang-orang di Indonesia.

Harapan Rio Sidik kedepannya apa ?
Tambah banyak bermain, lebih banyak orang yang mendengarkan musik saya, lebih banyak eksplorasi,  lebih mengenal musik itu sendiri, pokoknya menjadi lebih baik.

Terima kasih banyak Rio Sidik atas waktunya, semoga sukses terus dengan karyanya.
Sama-sama, dan terima kasih banyak sudah mau ngobrol – ngobrol dengan saya./ Fattah

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found