Tribute to The Rollies Tribute to The Rollies (Foto: Istimewa)

Tribute to The Rollies

 ... dan The Rollies pun Bangkit Kembali

Siapa yang tak paham dengan The Rollies? Band terkemuka yang mengusung jazz, rock, pop, soul funk asal Indonesia yang dibentuk di Bandung pada tahun 1967 silam. Walau dihiasi dengan naik turunnya performa, namun secara menyeluruh, mereka cukup lama menikmati masa kejayaan dari era 60-an sampai dengan akhir 90-an. Lewat para personelnya antara lain Bangun Sugito (vokal), Delly Joko Arifin (keyboards/vokal), Teungku Zulian Iskandar (saxophone), Benny Likumahuwa (trombon), Bonny Nurdaya (gitar), Oetje F Tekol (bass), Jimmy Manoppo (drum), Didit Maruto (Trumpet) dan juga pendiri dan mantan personelnya almarhum Deddy Stanzah ataupun Iwan Krisnawan.

Nah, kejayaan super group inilah yang kembali dihadirkan di Hard Rock Cafe Jakarta, Senin (20/3) malam kemarin oleh para penyanyi dan pemusik yang tergabung dalam Indonesia Kita (IKi). Lewat acara regular I Like Monday, ruangan cafe yang cukup luas tersebut akhirnya terasa sesak oleh tamu-tamu yang datang. Tak hanya itu, nuansa tahun 70-90an seperti benar-benar bisa dihadirkan lewat sajian musik The Rollies.

Baik penyanyi maupun para pemusik berusaha tampil total baik dalam vokal maupun aksi panggung, Sontak membuat penonton yang rata-rata berusia 50-an tahun ikut larut dalam suasana riang. Contohnya saja, siapa sangka jika tidak menyaksikan sendiri politikus Ali Mochtar Ngabalin, mantan model Ratih Sanggarwati yang kini berhijab, ataupun Dekan Fakultas Komunikasi UI yang juga dikenal sebagai pengamat Effendy Gazali ikut terbawa suasana yang ada.

Seperti yang dikutip dari penjelasan Ali Mochtar yang mengatakan bahwa dirinya sangat mengpresiasi IKi dengan program regularnya ini. “Musik itu dinamis dan menjadi inspirasi bagi yang hidup. Musik juga bebas dari nilai, netral dari semua kepentingan-kepentingan apapun. Karena musik itu mengukir nurani, mengukir jiwa, sehingga setiap orang melihat musik itu sebagai bagian dari kehidupan yang tidak bisa dipisahkan,” ungkapnya.

 02 Ariyo Wahab IstimewaAriyo Wahab (Foto: Istimewa)

Effendy Gazali juga mengaku pertama kali datang ke Hard Rock Cafe, setelah tiga kali diajak tetapi tidak pernah mau. “Ada tiga hal yang membuat saya enjoy. Ini pertama kali saya datang setelah tiga kali diajak. Kedua, benar-benar lebih dari apa yang saya harapkan. Terutama karena begitu banyak living legend berkumpul, terus merayakan keindonesiaan dengan berbagai cara, terutama dengan musik kita. Yang ketiga saya bayangkan IKi ini tiba-tiba akan muncul di New York, di Tokyo, di Melbourne, lalu ada orang-orang menyanyi dan mengatakan kami juga IKi. Itu baru gerakan yang luar biasa,” kata Effendy.

Tidak seperti acara yang sama pada waktu lalu, acara malam ini menjadi penampilan IKi yang terbaik. Seluruh meja di Hard Rock Café terisi penuh. Flow dan ritme acara mampu membangun suasana. Lewat trik dengan menghadirkan beberapa penyanyi yang  membawakan lagu-lagu The Rollies yang sudah dikenal penggemarnya, tetapi tidak tergolong hit. Juga beberapa lagu dalam tempo cepat terus dibawakan oleh bebarapa penyanyi secara bergantian, diantaranya lagu berjudul ‘Problemaku’ oleh Fierza Tuffa. Lalu Ariyo Wahab yang tampil lewat gerakan-gerakan ala Gito Rollies ketika membawakan lagu ‘Nona’.

Panggung juga diisi lewat 2 sesi yang berbeda. Pertama panggung diisi oleh darah muda seperti Damon Koeswoyo (gitar) dan Rama Moektio (drum) dengan penyanyi Tommy Eksentrik, dan dua nama sebelumnya diatas. Pada sesi kedua deretan pemusik 2 generasi seperti  Donny Suhendra (gitar), Krisna Parmeswara (keyboard), Rival Pallo Himran (bass) dan Budhy Haryono (drum) tampil mengiringi Renny Djajoesman, Memes, Ermy Kullit, Bangkit Sanjaya dan Jelly Tobing.

Alunan vokal Renny lewat ‘Burung Kecil’ ataupun tampilan penyanyi jazz senior Ermy Kullit dengan lagu ‘Bimbi’ benar-benar membius. Klimaksnya ketika Jelly Tobing lewat karakter suara yang mirip vocal Delly Rollies. Jelly Tobing benar-benar mampu “menghadirkan” The Rollies di Hard Rock Café.

 03 Ermy Kullit IstimewaErmy Kullit (Foto: Istimewa)

 Membuka penampilannya, Jelly lebih memilih membawakan penggalan lagu ‘Kebyar Kebyar’ ciptaan almarhum Gombloh. Ketika membawakan lagu ‘Dansa Yo Dansa’, ia mengajak pengunjung untuk berjoget. Ajakan Jelly Tobing mendapat sambutan antusias, sehingga hampir semua pengunjung Hard Rock Cafe malam itu bangun dari kursinya, dan berdansa mengikuti lagu yang dibawakan Jelly. Pukul 23.00 pertunjukkan berakhir, tanpa seorang pun pengunjung yang meninggalkan tempat sebelumnya.

Lagu-lagu yang telah melalui proses aransemen ulang itu ternyata tidak berpengaruh bagi telinga pengunjung. Dalam hal tertentu, justru membuat lagu terasa lebih dinamis dan cocok untuk pertunjukan langsung. Semua yang hadir terasa sangat menikmati betul setiap syair yang terlantun. dan hantaran melodi yang indah. Everyone are happy.. The Rollies is never die...../ Ibonk

 

 

 

 

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found