Nonaria & Danilla Nonaria & Danilla (foto: Klandesti_N)

Nonaria & Danilla

Bersenang-senang Bersama

Baru belajar dan perut lapar. Dua hal tersebut adalah dari sekian banyak penyebab seseorang mudah lupa. Setidaknya ini yang bisa NewsMusik simpulkan ketika melihat Nesia Medyanti Ardi, Nanin Wardhani, Yasintha Pattiasina dan Danilla tengah soundcheck di Galeri Indonesia Kaya pada Sabtu (15/04) silam. “Aduh, ini kunci F gimana ya?” keluh Danilla sambil berusaha mengingat. Bagi yang kerap melihat Danilla pentas, pasti sudah tahu kalau Danilla selalu memainkan pianika. Tapi kali ini tidak. Kali ini dia memainkan bass yang baru saja dipelajari beberapa hari sebelumnya di studio ketika latihan.

Untuk pentas di Galeri Indonesia Kaya, Danilla berkolaborasi dengan grup Nonaria yang beranggotakan Nesia, Nanin dan Yasintha. Mereka tampil dalam acara bertajuk Wanita Kekinian. Maklum, bulan April di negara ini identik dengan acara yang mengedepankan perempuan. Apalagi kalau bukan karena Hari Kartini setiap 21 April.

Soundcheck yang digelar sebenarnya santai sekali. Nesia yang mulutnya “bocor halus” kerap melontarkan kalimat-kalimat yang menggelitik. Tapi juga kerap melontarkan ide cemerlang. Seperti memberi masukan untuk adanya solo piano.

Tapi seperti yang disebutkan di awal tulisan ini, perut lapar menyebabkan gampang lupa. Begitu yang dialami Nesia. Beberapa kali dia sempat lupa lirik dan bagiannya. Dia pun sadar kalau ternyata perut keroncongan yang membuatnya lupa. Soundcheck diputuskan disudahi. Waktunya makan.

Menuju ke ruang rias dahulu sebelum menuju tempat makan. Di depan ruang rias terlihat 10 nasi kotak dengan menu ayam goreng dan rendang. Tidak jelas buat siapa. Karena ragu-ragu akhirnya memutuskan makan yang lain saja. Nesia pengin ayam gorengnya Kolonel Sanders.

Akhirnya kaki-kaki melangkah ke foodcourt dengan banyak pilihan. Nesia dan Nanin memilih makanan yang direbus. Lafa, rekan satu band Danilla, memilih makanan rumahan komplit dengan kerupuknya. Sedangkan Danilla memesan ayam hainan yang tidak jauh dari meja tempat mereka makan.

02 Nonaria & Danilla Klandesti NNonaria & Danilla (foto: Klandesti_N)

“Hah, Inem?” tanya Nanin dengan wajah penuh kebingungan sambil memandang Nesia yang juga bereaksi sama. Penyebabnya karena mereka mendengar Danilla dipanggil untuk mengambil pesanannya. Ternyata salah dengar. Karena yang benar adalah ayam hainan. Bukan Inem.

Setelah habis menyantap makanannya Nesia ternyata masih ngidam ayam gorengnya Kolonel Sanders. Tapi kemudian berubah niatnya. Bubar jalan dari foodcourt menuju lantai atas untuk mencari tempat santai. Sepanjang jalan Nesia, Nanin, Yasintha dan Danilla sibuk membahas pembagian peran. Danilla jadi anak majikan, sementara mereka bertiga jadi peran pembantu.

Karena tempat ngopi kesukaan Nesia sedang direnovasi akhirnya diputuskan turun ke Ground Level ke tempat ngopi dengan logo warna hijau bergambar putri duyung berekor ganda. Sambil menunggu pesanan mulailah perbincangan ngalor-ngidul. Dari ketakutan terhadap kecoa, cacing dan tikus, membahas penyebab meninggalnya January Christy, menentukan ukuran “sesuatu” berdasarkan penampakan hidung, sampai salah penulisan nama di gelas pesanan.

“Gue pernah mesen tapi namanya salah. Gue udah bilang nama gue, Lafa. Tapi tau gak jadinya apa? Hamdan,” cerita Lafa yang sontak membuat semua tertawa.

Menjelang pukul dua siang, Newmusik mengingatkan untuk segera naik. Jaga-jaga mal ramai karena long weekend sehingga sulit menuju ke atas dengan dengan lift karena harus antri. Juga berjaga-jaga bertemu penggemar yang meminta foto bersama. Khususnya dengan Danilla. Dan benar saja, ketika tengah menunggu lift, seorang lelaki muda meminta foto bersama Danilla dan Lafa. Terlihat jelas sekali rona puas dan senang bukan kepalang dapat berfoto bersama mereka.

Sampai di ruang rias ritual memulas wajah agar semakin memesona pun dimulai. Dilengkapi dengan celotehan-celotehan yang mengocok perut. Tidak afdal rasanya bila tidak ada musik. Nesia pun memutar musik melalui gawainya. Salah satunya adalah lagu penutup anime Dragon Ball.

03 Nonaria & Danilla Klandesti NNonaria & Danilla (foto: Klandesti_N)

Dika Chasmala yang sehati dalam urusan saling mencela dengan Nesia datang. Sudah bisa ditebak suasana semakin ramai dengan berbalas celaan antara mereka berdua. Lalu datang juga Hendrawan Revianto alias Cak Hend. Ini dia orang yang berhasil memaksa Danilla untuk belajar kilat memainkan bass.

Urusan merias wajah sudah selesai. Saatnya salin pakaian. Trio Nonaria kompak mengenakan kebaya berwarna merah dan bertelanjang kaki. Sementara Danilla berkebaya putih dengan Converse putih menutupi kakinya. “Kan dia anak majikan,” ujar Nesia mengenai perbedaan berpakaian mereka.

Masih ada waktu beberapa menit sebelum pentas dimulai. Newsmusik meminta mereka untuk berfoto bersama memanfaatkan waktu kosong. Karena mereka asyik untuk diajak bertingkah gila-gilaan, kamar mandi yang ada di ruang ganti menjadi lokasi pemotretan. Bersempit-sempitan ria berlima di kamar mandi yang kecil. “Duh gue deg degan nih,” ungkap Danilla yang tidak bisa menyembunyikan kegugupannya. Ternyata pengalaman manggung berpuluh-puluh kali tidak menjamin menunggu waktu naik panggung akan baik-baik saja.

Semenit menjelang masuk ke dalam auditorium Galeri Indonesia Kaya, Nonaria masih berdebat urutan siapa yang harus masuk duluan. Akhirnya disepakati urutan masuk berdasarkan letak instrumen masing-masing. Pentas pun dimulai oleh Nonaria dengan lagu ‘O Sarinah’ karya Ismail Marzuki.

Nonaria lalu berturut-turut membawakan dua karya orisinal mereka, ‘Antri Yuk’ dan ‘Santai’. Nesia pun pamer dan dengan berlagak sombong mengabarkan ‘Antri Yuk’ akan resmi dirilis via iTunes pada 20 April.

Penonton yang datang boleh jadi mayoritas adalah penggemar Danilla yang disebut Penelisik. Tapi Nonaria tak gentar. Toh Nesia tetap saja tampil santai dan kenes. Unjuk kebolehannya ber-scat singing ria membuahkan tempik sorak dan tepuk tangan penonton. “Selama ini saya selalu bersenang-senang di atas panggung. Tapi dengan mereka, saya belajar bagaimana bercanda di panggung,” ujar Danilla ketika akhirnya naik panggung bergabung dengan Nonaria.

04 Nonaria & Danilla Klandesti NNonaria & Danilla (foto: Klandesti_N)

‘Melayang’ milik January Christy menjadi lagu pertama kolaborasi mereka. Hampir terjadi insiden ketika setelah selesai hampir saja bass jatuh dari penyangga ketika diletakkan Danilla. Untunglah semua aman terkendali.

Berturut-turut kemudian dibawakan lagu milik Danilla, ‘Junko Furuta’ dan ‘Love is A Losing Game’ milik Amy Winehouse. Diterangkan kemudian bahwa lagu-lagu yang dibawakan kolaborasi itu dipopulerkan dan tentang perempuan yang telah meninggal. Dari sini kemudian ditanyakan kembali apa penyebab meninggalnya January Christy. Suasana pun riuh dengan penonton yang memberi jawaban.

Pentas Wanita Kekinian yang menampilkan kolaborasi Nonaria dan Danilla diakhiri dengan ‘Ibu Kita Kartini’ karya Wage Rudolf Supratman. Setelahnya mereka berfoto bersama penikmat seni, sebutan bagi mereka yang datang ke Galeri Indonesia Kaya. Kemudian bisa ditebak Danilla menjadi incaran penggemarnya untuk berfoto bersama yang diladeni dengan sabar. Nonaria juga dong.

Nesia terlihat terburu-buru mengemas peralatannya. Maklum dia harus segera menuju ke tempat lain buat “mencangkul” rejeki di bilangan Menteng. Laris manis nih. /Klandesti_N

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found