Apresiasi Musik Kebangsaan 2017 Apresiasi Musik Kebangsaan (foto: Ibonk)

Apresiasi Musik Kebangsaan 2017

Meriahkan 72 Tahun Kemerdekaan RI

Sukses adalah kata yang cukup tepat untuk menggambarkan gelaran Apresiasi Musik Indonesia (AMK) yang diadakan di halaman Benteng Vastenburg, Solo, pada akhir pekan silam Jumat (18/8/2017). Gelaran musik yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Surakarta dan dimotori oleh C-Pro production selaku promotor acara, dimaksudkan untuk menyemarakkan HUT ke 72 Republik Indonesia. Lewat tema “Jayalah Negeriku”, ajang yang telah berlangsung 4 kali ini, diharapkan mampu membangkitkan semangat kebangsaan dan cinta Tanah Air bagi para pengunjung.

Gelaran yang berlangsung pada malam hari ini merupakan rangkaian event “Pawai Pembangunan” pada siang sampai sore harinya. Walaupun telat sekitar 45 menit dari waktu yang ditetapkan, secara keseluruhan AMK 2017 berjalan dengan baik setelah sebelumnya dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh semua yang hadir. Lepas itu dilanjutkan dengan sambutan dari F.X. Hadi Rudyatmo selaku Walikota Solo, sekaligus membuka ajang ini.

Tanpa turun dari panggung, Walikota Solo langsung didaulat menyanyikan lagu kebangsaan ‘Rayuan Pulau Kelapa’ diiringi oleh Bengawan Solo Orchestra (BSO). Selanjutnya tanpa jeda lagi, BSO yang menyesaki panggung AMK dengan sekitar 70 orang pemain termasuk choir menghadirkan lagu-lagu kebangsaan yang menggugah.

Selepas BSO, panggung sontak berubah warna tatkala Zarro De Vega muncul menjadi penampil kedua. Sederetan lagu-lagu berirama latin dan samba mengalir deras mengajak para pengunjung untuk bergoyang. Tapi jika kita lebih awas, bahasa yang dipakai untuk mengungkapkan nada-nada pada lagunya adalah bahasa Kaili. Zarro yang berasal dari Palu, Sulawesi Tengah memang banyak menggelontorkan karya-karyanya lewat bahasa ibunya tersebut, namun dipadu lewat suguhan musik latin.

02 Zarro IbonkZarro (foto: Ibonk)

Tak mau hanya menyanyikan beberapa karyanya, Zarro juga mengajak penonton untuk turut  bernyanyi lewat sebuah gubahan lagu daerah ‘Gundul Gundul Pacul’. Lagu yang memang merupakan dolanan anak-anak tersebut, disambut cukup antusias oleh para pengunjung.

Sedikit membedakan AMK 2017 ini dengan sebelumnya adalah dengan ditampilkannya Olen Saddah dari Komunitas Bibit Puisi. Membawakan puisi karyanya yang berjudul ‘Pesan Seorang Perempuan untuk Kekasihnya’ ini dibawakan dengan tidak biasa. Diiringi dengan  suara suling dan gitar yang mendayu, puisi yang sarat akan pesan terhadap generasi muda ini diolah sedemikian rupa oleh Olen. Selama lebih dari 10 menit ia mampu mencuri kesenyapan dan perhatian dari para pengunjung yang memenuhi venue.

Makin malam pengunjung terlihat semakin ramai, apalagi kemudian panggung diisi oleh penampilan Fisip Meraung. Band kocak ini merupakan kebanggan baru kota Solo. Band bentukan mahasiswa-mahasiwa Fisip UNS, begitu terkenalnya sehingga sering kali diundang tampil bahkan sampai ke Jakarta.

Menggabungkan musikalitas versi anak muda dan ocehan-ocehan jenaka, grup yang telah menghasilkan 14 album dalam waktu yang relatif singkat ini cukup bisa menjaga minat pengunjung untuk tidak beranjak dari panggung AMK 2017.

Selepasnya, kehadiran Inna Kamarie menjadi penutup yang sempurna. Mantan personel Dewi Dewi ini tampil cukup maksimal lewat lagu-lagu bernuansa jazz versinya. Lewat suara khasnya, ia hadir dengan balutan ketat berwarna oranye dengan aksen bunga disepanjang busananya. Inna pun membuka pertemuan malam itu lewat sajian lagu lawas ‘Hujan Gerimis’ yang ngetop lewat olah vokal Ida Royani dan Benyamin.

Makin gayeng tatkala menghadirkan lagu ‘Kopral Djono’, ia tak hanya menggoda lewat suaranya saja, tapi gesture kala bernyanyi juga membuat malam yang makin menua saat itu tetap terjaga kemeriahannya.

03 Inna Kamarie IbonkInna Kamarie  (foto:  Ibonk)

Disela-sela ia bernyanyi, Inna juga menyempatkan diri menjalin komunikasi dengan para penonton yang hadir. "Ini kok pada loyo semua ya? Ini saya Inna saya ini juga wong Jawa Tengah lo, asline wong Sragen," ungkapnya yang disambut gelak tawa oleh para yang hadir.

Tak ingin luput dari tema kebangsaan, Inna juga menyelipkan sebuah lagu nasional berjudul  ‘Indonesia Pusaka’. Kemudian ia menutup malam penampilannya dengan sebuah lagu permintaan penonton dan sebelumnya membawakan lagu rancak milik almarhum Chrisye berjudul ‘Cinta’.

Begitulah AMK 2017 berakhir dengan baik, dan membawa kesan tersendiri bagi yang menyaksikannya. Seperti yang dikatakan Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Solo, Nunuk Mari Hastuti satu hari sebelumnya “Ini merupakan salah satu komitmen Pemkot Solo untuk memberikan wadah kepada generasi muda, mengekspresikan karyanya melalui lagu perjuangan”, tuturnya./ Ibonk

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found