Festival Keroncong Pilar Muda Indonesia-3 2017 Virgiawan Listanto yang lebih dikenal dengan Iwan Fals saat didaulat menyerahkan hadiah kepada Juara 1 FKMPI ke-3 (Istimewa)

Festival Keroncong Pilar Muda Indonesia-3 2017

Upaya Konsisten Bangkitkan Minat Generasi Muda Terhadap Keroncong

Ada perasaan haru menggelayut di lubuk hati terdalam, kala NewsMusik turut hadir menyaksikan Festival Keroncong Muda Pilar Indonesia (FKMPI) ke-3 Sabtu, 9/9/17 akhir pekan lalu.  Bagaimana tidak?... puluhan anak-anak muda generasi milenial tampak sangat menikmati memainkan lagu-lagu ciptaan mereka dan lagu pilihan dalam irama keroncong. Tak terlihat kesan terjebak dengan pakem lawas, yang ada  mereka berhasil membuat musik keroncong terlihat dinamis.

Kompetisi keren yang diselenggarakan oleh Sekolah Pilar Indonesia telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya. Seperti yang diakui oleh Dr. Iwan Kresna Setiadi, selaku Ketua Dewan Pembina Sekolah Pilar Indonesia bahwa festival ini murni sebagai usaha mandiri sekolah tersebut tanpa ada bantuan pemerintah.

“Dan kami akan terus melakukan hal ini terus untuk menjaga konsistensi festival ini. Ada atau tidak dukungan dari pemerintah, kami sudah komit untuk terus melestarikan budaya keroncong kepada generasi muda Indonesia lewat acara ini”, ungkap Iwan.

Merujuk kebelakang, FKMPI yang menghimpun anak muda usia di bawah 20 tahun ini, mengalami progres yang cukup baik. Pesertanya meningkat setiap tahun, dari 10 orkes keroncong digelaran awal pada 2015, menjadi 12 orkes pada tahun 2016. Tahun ini FKMPI diikuti 13 orkes keroncong remaja yang berasal dari Jakarta, Bandung, Cilacap, Yogyakarta, Malang, Madiun, Jombang, dan Kendal.

02 Dr. Iwan Kresna Setiadi, Ketua Dewan Pembina Sekolah Pilar Indonesia IbonkDr. Iwan Kresna Setiadi, Ketua Dewan Pembina Sekolah Pilar Indonesia (foto: Ibonk)

“Sebenarnya, ada 10 peserta dari kota lain, namun mereka gagal datang karena tidak di support oleh pemda setempat untuk ke Jakarta”, timpal Iwan kembali. Untuk ikut dalam FKMPI, peserta dikenakan biaya sebesar Rp. 1 juta. “Tapi uang itu hanya sebagai bentuk komitmen saja. Sampai di Jakarta, uang tersebut kami kembalikan," ujar Iwan lagi.

Dalam festival ini, setiap orkes diwajibkan membawakan dua lagu bertema “Jangan Korupsi”, Satu karya ciptaan sendiri yang belum pernah dipublikasikan dan yang lainnya sebuah lagu pilihan dengan ruh yang sama. Pemilihan tema ini sendiri, sedikit banyak mengasah rasa dan pola pikir para generasi muda ini dalam menghasilkan lagu-lagu keroncong yang baru, sekaligus menguji kreativitas peserta dalam bermusik.

Sebagai juri, FKMPI memilih Koko Thole; musisi, pencipta lagu sekaligus penyanyi spesialis pop Jawa. Bens Leo; pengamat musik dan entertainment, sebagai juri tetap FKMPI sejak awal dan Didiek SSS, musisi Saxophone & Flute yang masih eksis sampai sekarang.

Lewat pengakuannya, Iwan Kresna sepanjang tiga kali penyelenggaraan FKMPI melihat manfaat dan dampak baik pada perkembangan musik keroncong di kalangan generasi muda. Ia sangat mengharapkan di tahun-tahun mendatang, sebaran peserta dari daerah lain bisa lebih luas lagi.

“Sangat banyak orkes keroncong muda yang bisa berpartisispasi sebagai peserta. Pada event mendatang kami juga tak hanya ingin mengadakan festival keroncong ini saja, namun dibarengi dengan workshop musik keroncong untuk anak-anak. Kami akan coba mengajarkan bagaimana teknis menulis lagu, membuat komposisi, memainkan alat secara benar dari masing-masing expertise dibidangnya”, janji Iwan.

03 FKMPI IbonkFKMPI (foto: Ibonk)

Kompetisi yang dimulai pada pukul 13.00 WIB di di Amphi Theatre Sekolah Pilar lndonesia tersebut memakan waktu yang lumayan panjang. Rata-rata peserta terlihat cukup piawai dan sangat menikmati kompetisi tersebut. Tak hanya menampilkan skill bermusik, olah vokal mendayu berkarakter ataupun kekompakan komposisi dan syair yang sesuai tema, namun wardrobe yang dikenakan juga menjadi kesan tersendiri bagi juri dan penonton yang menyaksikan.

Setelah melewati masa penjurian yang alot, akhirnya juri memutuskan yang menjadi peringkat 5 besar terbaik adalah:
1. OK D’Sixty Nine Cilacap
2. OK Marlubu RRI Malang
3. OK Komunitas Keroncong Anak Jombang
4. OK Sekar Putri Aditama SMPN I Limbangan Kendal
5. OK Otasa Kids Madiun

Untuk Karya Cipta Lagu Terbaik ‘Keroncong Wahai Pemimpin Bangsaku’ cipt. Adriyono dan dimainkan oleh OK Marlubu./ Ibonk

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found