Chrisye Chrisye (Istimewa)

Chrisye

Nama Yang Terus Hidup Dalam Nafas Generasi

…. ‘Sejak jumpa kita pertama kulangsung jatuh cinta. Walau ku tahu kau ada pemiliknya. Tapi ku tak dapat membohongi hati nurani. Ku tak dapat menghindari gejolak cinta ini’…. Lantunan bait-bait yang cukup akrab ditelinga lamat-lamat sampai juga ke telinga penulis. Terkesan menarik karena lagu tersebut ditingkahi sisipan irama gondang batak nan rancak dalam sebuah pesta pernikahan. Seperti sebuah mesin waktu, mendengar lagu tersebut sesaat saja langsung melemparkan ingatan akan sebuah nama, Chrisye.

Mengenang seorang Chrismansyah Rahadi atau Chrisye yang telah pergi meninggalkan kita sejak 11 tahun lalu, tepatnya pada 30 Maret 2007. Tetap saja kepergian abadinya tersebut, tak lantas mematikan karya-karyanya dari ruang dengar generasi bangsa ini. Mari kita tajamkan telinga, perhatikan dengam seksama, masih terus kita bisa mendengarkan lagu-lagu karyanya dinyanyikan oleh siapapun, dimanapun. Tak peduli oleh pengamen jalanan, di pesta-pesta, panggung musikal, dalam album rekaman, di kota ataupun jauh di pelosok ujung negeri ini.  

Seperti sebuah sihir, lagu-lagu almarhum Chrisye cenderung abadi, mengikuti gerak zaman tanpa terdengar seperti sebuah lagu klasik. Dari dekade 1967 sampai 2004, Chrisye telah membukukan sebanyak 20 album studio dan terlibat dalam 2 original soundtrack. Ditambah lagi dengan berbagai penghargaan mulai dari BASF Awards hingga Anugerah Musik Indonesia sering didapatkannya. Ini semua adalah sebuah produktivitas spartan seorang musisi yang berkarya selama 40 tahun masa dirinya berkarir.

02 Chrisye Istimewa

Chrisye (Istimewa)

Chrisye memiliki timbre vokal yang terkesan malu-malu namun menjadi cirinya yang paling kuat, sama seperti gaya panggungnya yang kaku. Mengutip apa yang pernah disampaikan oleh Jockie Suryoprayogo bahwa suara khas Chrisye menjadi sangat cocok ketika disandingkan dengan lagu ‘Lilin-Lilin Kecil’. Sementara Erwin Gutawa mengibaratkan suara Chrisye layaknya sehelai kertas kosong, yang dapat diterapkan untuk apa saja.

Berpulangnya Chrisye keharibaan sang Khalik, kesuksesan album-album yang dihasilkan serta  keberadaan dirinya di skena musik tanah air membuat karya-karya Chrisye kerap dikreasikan ulang oleh banyak musisi Indonesia masa kini. Terlepas dari tujuan masing-masing mereka, apakah menyanyikan dan mengaransir ulang karya Chrisye tersebut hanya sebagai pendongkrak karier atau memang murni sebagai bentuk apresiasi terhadap sang maestro. Yang jelas lagu-lagu tersebut cukup nyata diterima oleh pendengarnya.

Seperti yang dihadirkan oleh grup band akustik D’Cinnamons pada sekitar 2008 lalu yang  mengangkat sebuah single melegenda ‘Galih dan Ratna’ dalam versi akustik. Disini mereka cukup berhasil untuk tidak terjebak akan nama besar Chrisye, walaupun tak banyak nada yang dirubah oleh mereka.  Pada tahun 2017 juga lagu dengan judul yang sama ini malah di turunkan ke layar film dan juga merupakan remake dari film “Gita Cinta dari SMA” yang dirilis pada tahun 1979 silam. Original soundtrack lagu ini dinyanyikan oleh Sheryl Sheinafia yang juga sebagai pemeran utama.

Ada juga Afgan yang meletakkan sebuah lagu dari Chrisye yang berjudul 'Panah Asmara' di album keduanya. Lagu dan album yang dirilis pada tahun 2010 tersebut terdengar cukup modern di kemas lewat sentuhan yang cukup rancak. Lainnya mungkin seperti yang ditampilkan. D'Masiv lewat single 'Pergilah Kasih', Sandhy Sondoro yang menyanyikan lagu 'Anak Jalanan', yang dirangkum dalam album 'Akustichrisye' lewat versi lebih nge-blues, atau yang lainnya seperti yang dihadirkan Fatin Shidqia dengan judul ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’.

05 Chrisye Istimewa

Chrisye (Istimewa)

Seperti yang pernah disampaikan oleh Abdul dari Abdul & The Coffee Theory dalam sebuah kutipannya ketika mengerjakan album kompilasi “Melody Chrisye” untuk mengenang 9 Tahun kepergian sang legenda bahwa semua lagu Chrisye enak didengar dan banyak orang yang hafal. “Lagu yang jarang didengar pun enak . Bahkan orang yang bukan penggemar lagu Chrisye pasti mengenal dan bisa mengikuti lagu hanya mendengar sambil lalu,” ungkap Abdul.

Tidak hanya mengaransir lagu-lagu Chrisye dalam bentuk album ataupun single, nama Chrisye kerap dihidupkan di panggung-panggung musik negeri ini baik dalam bentuk rekaman ataupun live. Walau lewat format yang berbeda-beda, tapi tetap saja membawakan satu benang merah yang nyata, yakni betapa nama dan karya Chrisye tak pernah mati.   

Perjalanan karir musik Chrisye yang terentang panjang lewat pencapaian prestasinya menjadi lebih tajam di ujung kehidupnya. Siapa sangka, kalau keterbukaan hati dan pemikirannya untuk bekerjasama dengan banyak musisi, budayawan dari berbagai genre dan usia akhirnya menjaga keberadaan posisinya secara terus menerus.

Walau telah 11 tahun kepergiannya, nama dan karyanya tetap saja terus terpelihara dalam ingatan generasi bangsa. Seperti langkah besar yang paling baru diakhir tahun silam, lewat sebuah film biopic tentang dirinya yang diproduksi oleh MNC Pictures menggambarkan hal tersebut. Betapa Chrisye dan karya-karyanya tetap hidup dalam nafas generasi bangsa ini./ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found