The Paps Foto-foto Istimewa

The Paps

Bangkit Setelah 8 Tahun Tertidur

Walaupun sempat redup, tetapi tetap saja sense musik yang mereka kreasikan dan mainkan selalu memberikan detak rasa penasaran terutama di telinga para pendengar setianya. Selama ini musik yang The Paps sajikan memiliki karakter khas ketimbang band reggae di Indonesia pada umumnya. Bahkan sebagian pengamat acap kali bingung jika ditanya band tersebut beraliran apa. Salah satu frontmant nya Dave Syauta justru sangat terinspirasi oleh rock star seperti Lou Reed, Johnny Rotten, Jim Morrisson hingga Jimi Hendrix. Sehingga penghayatan pada vokalnya terdengar cukup progresif mengalun ambang mampu membuai penonton.

Hanya karena jarang membuat sebuah karya terbaru, ada sebagian kalangan membuat rumors bahwa band ini lagi parkir ditempat (vakum) atau personilnya sedang sibuk dengan projeknya masing-masing. Namun, faktanya beberapa waktu lalu saat NewsMusik menyambangi kediaman Davedi Bandung.

Ini merupakan pembuktian The Paps, dengan akan merilis album kedua di tahun 2015 ini, yang diagendakan pada Agustus mendatang. Semuanya akan rampung dan karya terbarunya itu akan beredar di Indonesia dalam bentuk CD maupun kaset tape. Ini merupakan sebuah pembuktian eksistensi band asal Bandung itu di kancah musik tanah air, pasca 8 tahun vakum tanpa mengeluarkan karya dalam bentuk album musik.

Dave mengatakan bahwa proses pembuatan album kedua ini telah masuk ke tahap mixing-mastering dan rencananya album tersebut akan dirilis secara independen. Dalam hal ini mereka turut melibatkan pihak DeMajors label untuk mengcopy CD sebanyak 1.000 keping. Untuk artwork cover album kemungkinan besar Dave sendiri yang akan menggambarnya, ia pernah membuat cover Indonesia Reggae Revolution dan Album Easy Going nya Steven and Coconuttreeze

The Paps - IstimewaFoto - foto Istimewa

Sebenarnya sudah 4-5 tahun belakangan ini mereka konsentrasi full masuk dapur rekaman tetapi ada saja kejadian-kejadian yang tak diinginkan yang membuat para personilnya pun harus take ulang. Seperti database yang merekam sebagian karya-karya mereka telah tercuri sebanyak 2 kali, yang pertama sebuah PC hilang di dalam kos an dan yang kedua laptop yang berisi data-data audio lenyap juga di studio. Alhasil, materi lagu terbaru mereka seperti ‘Turn Me On’, ‘Dingin’ sudah bocor lebih dulu ke telinga publik. Si maling meretasnya ke berbagai media sosial dan dengan mudah track tersebut dapat ditemukan bahkan sudah freedownload saat ini.

“Gue berfikir malingnya malahan adalah fansnya the paps juga, hahaha.. Tapi gak apa-apa karena itu belum fix 100% kok. Soal konsep yang kita semua mau dalam hal (musik) dan tentunya di album terbaru nanti semua bakal jauh berbeda. Bukan yang bocor di freedownload itu. The Paps juga punya rencana bakal ngerilis album ini dengan format tape, soalnya bentuk rilisan buat album lebih afdol harus diatas pita analog, walaupun nanti kita tidak mengeluarkan banyak,” ungkap Daniel Usman gitaris band The Paps sekaligus menjabat sebagai manager band sementara.

Beruntung NewsMusik sempat dibeberkan beberapa materi lagu terbaru The Paps, intinya mereka kini berkarya jauh lebih dewasa dan makin tajam dapat menciptakan rasa musik yang lebih soulful dari album terdahulu Hang Loose Baby. Psychedelic musik bahkan ada, bagi yang demen trippy sangat dianjurkan mendengarkan ‘Tamasya’, sebuah sentuhan instrumental musik yang cukup brillian. Membuat si vokalisnya pun merasa itu sudah cukup, “Nggak perlu take suara lagi karena track tersebut memang bagus begitu ala kadarnya,” kata Dave.

Album terbaru ini 70% mereka buat dengan take live lewat materi lagu sebanyak lebih kurang 11 single dan terdapat 1 bonus track. Disini mereka meminimalisir instrument musik yang ada dalam artian tanpa sentuhan keyboard seperti yang terdapat di album sebelumnya. Lagu ‘Di Pantai’ bahkan telah mereka beberkan di youtube pada tahun 2014 silam, sebagai kado natal dan tahun baru khusus bagi fans nya. Lagu ini bisa menjadi tolak ukur contoh meminimalisir musik itu, mereka membuat karya hanya dengan 3 instrumen yakni bass betot, gitar dan mikrofon.

The Paps - IstimewaFoto - foto Istimewa

Saat mereka berkumpul, cepat sekali tercipta ide-ide brillian dan mengalir begitu saja. Terbukti saat mereka rutin rekaman di Bosscha studio, Bandung untuk melakukan take secara live. The Paps kini terdiri dari Dave Syauta (vocal), Daniel Usman (gitar), Sagiet (gitar), Andrie (bass) dan Ganjar (drum). Sebelum sukses dengan album Hang Loose Baby di tahun 2007, mereka terdata pernah ikut kompilasi Miller Time Live Compilation, Good Call album (2004) dan Indonesia Reggae Revolution (2005).

Tentunya kini mereka harus lebih solid, disetiap individu punggawa The Paps. Harus saling bersinerji guna mempercepat atau memperindah album teranyar ini. Toh, bukan mimpi apabila mereka bisa go international suatu saat nanti. Karena secara musikalitas mereka layak, musik yang dimainkan juga tidak perlu diragukan lagi. Hingga menimbulkan basis fans yang cukup besar di Indonesia. Asal, personilnya tetap konsen full di band ini saja.

Perlahan tenang.. keep walking.. existance.. lebih dari.. fana.. have fun around.. Tamasya.. ke berbagai penjuru negeri pada saatnya./ teza

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found