Guruh Soekarnoputera Guruh Gipsy (Istimewa)

Guruh Soekarnoputera

"Gamelan Bali Itu Penuh Dengan Magis"

Genap 40 tahun silam Guruh Soekarnoputera merilis album "Guruh Gipsy”. Belum ada sebelumnya album eksperimen musik yang menggabungkan musik tradisionil Bali dengan musik modern. Lalu motivasi apa yang membuat putra bungsu Presiden pertama RI itu tertarik membuat sebuah rekaman yang menjadi maha karya satu-satunya bagi Guruh?

Berikut petikan wawancara bersama Guruh, yang pernah dilakukan bersama majalah pop pertama di Indonesia.

Apa motivasi anda melahirkan musik eksperimen Bali dengan rock ala barat ini?
Selama ini kuping kita sudah dijejali dengan berbagai musik pop yang mendayu-dayu maupun musik rock yang hingar bingar. Jadi inilah kesempatan bagi saya untuk menyodorkan eksperimen menggabungkan musik tradisionil Bali dengan musik modern ala barat. Saya tidak berpikir secara komersial dulu, karena anak-anak muda sekarang harus disopdori sesuatu yang baru.

Mengapa harus menggabungkan musik rock barat dengan musik tradisionil Bali? Bukannya di Indonesia dari Sabang hingga Merauke banyak terdapat musik tradisionil yang bagus?
Kalau tidak dicampur bisa dianggap sedang masturbasi. Harus disadari bahwa anak-anak  muda belum terbiasa mendengarkan gamelan, Mereka sudah terkonteminbasi oleh musik-musik rock barat. Kalau dipaksa harus dengar musik tradisionil, pasti dibilang kuno terus pergi. Padahal kalau disimak, gamelan Bali itu penuh dengan magis.

Namun kenapa eksperimen musik tradisionil Bali-nya malah ditanggapi sinis oleh para pemuka seni di Bali sendiri.
Saya bisa memahami dan menerima mengapa mereka sinis, karena selama ini seniman-seniman musik Bali tidak pernah melihat dunia yang setiap saat penuh perubahan. Tiba-tiba ada saya duluan yang menggarapnya. Lalu mereka heboh dan kasih komentar aneh-aneh. Mestinya mereka mendengarkannya terlebih dahulu, sebelum menanggapi musik eksperimen tersebut.

02 Guruh Gipsy Istimewa(istimewa)

Mengapa musik eksperimen Guruh-Gipsy ini tidak diikuti dengan pertunjukan seperti yang dlakukan Harry Roesli, sehingga musik eksperimennya jadi pembicaraan orang banyak.
Saya tidak mengejar popularitas di album "Guruh-Gipsy", saya hanya menginginkan orang-orang membeli dan mendengarkan kasetnya dulu. Kalau enak, buat saya itu lebih membanggakan. Kalau harus bikin show kayak Harry Roesli saya nggak punya duit lagi.

Harry Roesli justru mendapat sukses dengan show promosinya, sehingga album eksperimen dia seperti "Titik Api" dan "Ken Arok" laku keras dipasaran.
Saya bisa saja bikin show promosi, Sekali lagi itu memerlukan dana yang tak sedikit. Bisa lebih banyak dari pada biaya bikin album. Saya hitung-hitung  bisa sampai Rp. 10 juta untuk sebuah show biasa, sedangkan saya ingin sebuah show yang berbeda yang membuat penonton pulang kerumah dengan hati puas.

Anda berambisi untuk menjual album "Guruh-Gipsy" lebih mahal. Album-album yang ada hanya Rp. 500,- tapi anda ngotot mempertahankan harga jual Rp.1,500,-.Mengapa harus demikian?
Namanya juga album eksperimen "Guruh-Gipsy", jadi soal harga jual saya juga harus eksperimen dong. Kalau harganya sama dengan album-album lain nanti dianggap terlalu pasaran.

Album "Guruh-Gipsy" belum apa-apa sudah bikin heboh, Apakah anda bakal bereksperimen kembali?
Saya sudah bertekad bahwa hidup saya untuk musik, Bisa musik tradisionil, musik pop biasa ataupun musik eksperimen. Bagi saya kesenian bukan barang mati, ia harus dikembangkan terus. Saya maupun orang-orang lain harus kreatif, Kreatif dalam arti bisa memberikan sesuatu hal baru dan bermanfaat. Kita harus punya kebanggaan nasional disegala bidang serta mengembangkannya.

03 Guruh Gipsy Istimewa(istimewa)

Semua lagu dalam album "Guruh-Gipsy" liriknya rumit dan sukar dicerna.
Kembali pada istilah eksperimen tadi, kalau saya menulis liriknya dalam bahasa Indonesia, maka lagunya akan terdengar biasa-biasa saja seperti lagu-lagu pop lainnya.

Mana yang duluan dibikin? Lagu atau liriknya belakangan?
Saya bikin melodinya dulu, Setelah itu baru liriknya dan saya membuatnya dengan dua cara, Untuk musik orkestranya saya buatkan partitur biasa, sedangkan untuk musik tradisionilnya agak susah untuk dijabarkan karena ada mengkotak-kotakannya.

Orang biasa akan bingung koq bisa begitu? Seperti saya katakan sebelumnya, bahwa musik tradisionil Bali itu penuh magis, Coba dengarkan dengan seksama bunyi gamelan Bali, lama-lama seperti disihir.

Apa arti simbol yang digambar dalam album "Guruh-Gipsy"?
Pertanyaan yang bagus sekali, Itu merupakan tulisan huruf Bali yang artinya "Dasa Bayu" yang terdiri dari 10 aksara kuno Bali yang maknanya “Satu Keadaan Lahir Dari Satu Kebenaran Yang Murni"./ Buyunk

04 Guruh Gipsy Istimewa(istimewa)

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found