Queen Queen in Japan 1975 (Istimewa)

Queen

Jadi Raja di Jepang

Freddy Mercury dan kawan kawan bisa dikatakan masuk paling akhir di Jepang, bila dibandingkan dengan super group lain kelas dunia seperti Yes, Deep Purple, The Who, Pink Floyd dan lainnya. Namun kenyataannya, Queen merupakan grup favorite penggemar musik di Jepang. Walaupun tidak memiliki  bala tentara seperti Kiss Army, namun Queen memiliki jumlah penggemar setia lebih banyak dari Gene Simmons c.s.

Dari sebuah angket pembaca yang diselenggarakan Music Life pada thn 1986, Queen disukai pencinta musik di seluruh Jepang sebanyak 1.736 orang. Melihat jumlah fans super group lainnya yang rata-rata bekisar diangka 1 juta. Dengan demkian Queen layak jadi raja musik rock di Jepang.

Lalu mengapa mereka begitu diminati? Dari hasil survei yang digelar  secara acak, dimulai dari segi musiknya mereka menilai musik Queen yang hard rock itu penuh warna. Didalamnya terdapat rock n' roll, ada sentuhan Deep Purple, Pink Floyd serta Yes. Queen juga selalu tampil penuh glamour. Freddie Mercury berhasil mengadopsi cita rasa David Bowie dalam busana panggung. Dirinya selalu tampil penuh pesona dengan busana panggungnya yang betul-betul dirancang sesuai tema konsernya yang unik.

Brian May memiliki peranan yang jauh lebih besar dalam menata musik Queen. Ia membuat lagu-lagu Queen lewat aransemen yang cantik sehingga lagu-lagu Queen tak pernah membosankan walau dimainkan berulang kali. Peranan Roger Taylor dan John Deacon juga sangat berarti, yang tidak sekedar memainkan drum serta mencabik bass. Semua musisi Queen memiliki “musical ability” yang sangat tinggi.

02 Queen IstimewaQueen (Istimewa)

Manajemen Queen juga bekerja keras dalam menangani semua persoalan para personel beserta crew. Mereka bekerja tanpa lelah dengan sistem kekeluargaan yang berpola kerja, sehingga semua punya hak yang sama dan merata sesuai fungsi dan tugasnya masing-masing.

Freddie Mercury dan kawan kawan memliki kepribadian yang amat bersahaja. Mereka tidak menganggap dirnya seorang superstar. Freddie dengan mudah diketemukan penggemarnya keluyuran di seputar Roppongi dan Shinjuku. Begitu pula Brian May yang punya perhatian khusus terhadap barang-barang antik, Ia bisa dipergoki sedang menawar patung Budha antik dalam bahasa tarzan. Sedangkan Roger dan John lebih senang blusukan keluar masuk tempat hiburan diseputar Ginza dan mereka semua pergi tanpa pengawalan bodyguard.

Queen merupakan satu-satunya super group yang menggelar konser di stadion, karena penontonnya paling sedikit berjumlah 20.000 orang sekali show. Semua super group bisa dianggap sukses di Jepang, apa bila mereka bisa tampil di Budokan Hall,Tokyo. "Saya suka iri pada mereka yang bisa tampil disana," ungkap Freddie. Sampai akhirnya Udo Inc selaku promotor sempat menggiring Queen untuk menggelar konser di Budokan Hall, Tokyo yang berkapasitas 10.000 penonton.

Queen juga tercatat tampil dua kali setahun diseluruh kota-kota besar di Jepang. Kalau tahun ini mereka tampil di musim semi dan musim gugur, maka tahun berikutnya Queen tampil di musim panas dan musim dingin. Nah, dari kelebihan-kelebihan itulah Music Life menobatkan Queen sebagai raja di Jepang./ Buyunk

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found