Arthur Kaunang Arthur Kaunang (Istimewa)

Arthur Kaunang

Sudah Waktunya Cari Bibit Muda Untuk Musik Rock

Sosoknya yang tinggi besar dengan raut muka terkesan garang, membuat Arthur Kaunang cepat dikenal sebagai rocker pemain bass bertangan kidal grup AKA menggantikan Lexy Rumagit yang juga bertangan kidal. Padahal menurut pengakuannya ia adalah seorang pianis. "Saya lebih suka menjadi pemain keyboard, karena saya punya dasar musik sebagai pemain piano," sahut Arthur Kaunang. "Sementara untuk menjadi bassis, saya harus banyak belajar, khususnya penguasaan bass saat beraksi dipanggung".

Berikut cukilan wawancara dengan Arthur Kaunang di tahun 1978...

Sejak kecil sudah belajar piano?

"Saya belajar pada tante Tino Kerdijk pemilik sekolah musik di Surabaya yang bergaya orthodox. Beliau mengajarkan saya musik klasik  yang konservatif. Sedangkan untuk teknik permainan piano modern, saya belajar pada nona Elsye Rehatta yang galaknya bukan main. Kalau saya salah tekan tuts langsung jari-jari  saya dipukul dengan dengan penggaris".

Setelah merasa cukup menguasai permainan piano, Arthur berguru lagi pada Bubby Chen. "Saya belajar musik jazz dan saya mendapat banyak pengetahuan tentang penguasaan permainan keyboard. Dari sini saya memahami bahwa fungsi keyboard lebih dominan untuk membuat aransemen sebuah lagu menjadi full".

Arthur sendiri mengaku dirinya sulit untuk mengatakan dia lebih menguasai keyboard dari pada bass. "Sebagai musisi saya harus bisa menguasai semua alat musik dengan baik. Sebagai bassis saya dituntut bermain sebaik mungkin, karena bass merupakan instrumen utama untuk menghidupkan situasi panggung".

Arthur Kaunang bergabung dengan AKA sejak tahun 1969 hingga 1973

"Ada pola pikir yang berbeda antara Ucok Harahap dengan kami bertiga, saya, Soenatha Tandjung dan Syech Abidin. Ucok tetap mempertahankan musik underground padahal perkembangan musik rock dari tahun ke tahun terus meningkat pesat. Kalau AKA bertahan disitu terus, kita akan tertinggal jauh oleh God Bless, Giant Step, Rollies dan Superkid. Namun Ucok tetap bersikeras untuk mempertahankan musik underground, sampai akhirnya kami bertiga memutuskan untuk berpisah dengan Ucok & AKA".

Dengan nama SAS dari Soenatha Tandjung, Arthur Kaunang & Syech Abidin, ia berkeyakinan sebagai trio mereka mampu mengangkat dirinya dalam blantika musik rock Indonesia. "Kami bertiga semua bisa nyanyi, jadi tak ada masalah kalau menggelar konser. Bedanya dulu kami mengiringi  Ucok. Sekarang kami tampil tanpa seorang penyanyi yang beraksi heboh, jungkir balik kayak Ucok. SAS punya tekad yang besar bahwa kami bertiga bisa jadi sebuah grup yang enak ditonton serta dinikmati permainan lagu-lagunya".

02 SAS IstimewaSAS (Istimewa)

Arthur berniat untuk main musik hingga umur 40 tahun. "Tapi kalau dituntut harus main terus, cukup sampai umur 45 tahun. Kenapa? Faktor umur seseorang ada batasannya terutama kekuatan fisik, Apa lagi kalau seorang rocker yang gaya hidupnya dihabisi dengan menenggak miras atau nekad mengkonsumsi narkoba. Rasanya tak bakal bisa lebih dari umur 50 tahun. Jadi sekarang ini sudah waktunya  mencari bibit muda untuk musik rock sebagai generasi penerus".

Setelah itu anda terus mau kemana?

"Saya ingin menjadi guru musik klasik atau akustik. Sekaligus mengajari anak-anak muda untuk menjadi seorang musisi atau seorang rocker yang baik. Saya akan terapkan disiplin yang ketat, karena saya yakin kalau kita bisa disiplin dalam segala hal.Semua apa yang kita hendakinya bisa tercapai".

Kembali ke SAS yang dipandang banyak penggemar musik sebagai grup paling tangguh di Indonesia,apa tanggapan anda?

"Saya pribadi sejak SAS dibentuk memang harus tangguh, Apa lagi yang berkomentar bahwa kami bertiga tanpa Ucok & AKA bakal tumbang dalam waktu sekejab. Buktinya? Hingga sekarang SAS masih kokoh berdiri. Salah satu penyebabnya karena kami bertiga sejak awal berkomitmen untuk kompak selalu. Kompak dalam arti segalanya, mulai dari bersikap, membuat lagu beserta aransemennya, penentuan busana panggung hingga lagu-lagu yang dimainkan semua dipilih dan ditentukan bersama.".

Lalu siapa yang bertindak sebagai leader atau pimpinan band?

"SAS adalah singkatan nama kami bertiga, Jadi pimpinannnya ya kami bertiga. Pokoknya semua keputusan ada ditangan kami bertiga. Kadang-kadang saya lebih sering bicara mewakili Soen dan Syech. Kedua sahabat saya itu memang kagok kalau menghadapi wartawan, dari pada salah omong,saya diminta sebagai juru bicara SAS tapi itu cuma buat cuap-cuap bukan sebagai pimpinan."

Kalau begitu menurut SAS siapa penyanyi, musisi atau grup terbaik?

“Ini pertanyaan yang penuh jebakan. salah omong bisa termakan sendiri. Bagi SAS semua grup yang ada semua baik, Mereka punya kelebihan sendiri-sendiri seperti God Bless, Sekalipun suka bongkar pasang pemainnya, Achmad Albar tetap bisa menjaga kekompakan grupnya. Begitu pula Giant Step, mereka berhasil mempopulerkan lagu-lagu rock Indonesia berbahasa Inggris.

Superkid yang sering disebut-sebut musuh bebuyutan kami karena sama-sama bertiga pemainnya. Mereka luar biasa, dalam waktu singkat bisa kesohor. SAS perlu aktu hampir setahun untuk bisa dikenal masyarakat".

03 SAS IstimewaSAS (istimewa)

Musik dangdut kini merajalela, konser-konsernya selalu dipenuhi penonton, Apakah hal itu berpengaruh bagi musik rock?

"Bagi saya dangdut itu punya penggemar tersendiri. Oma Irama untuk merangsang orang suka musik dangdut, dia sisipkan musik rock. Tidak ada masalah serius buat SAS karena dangdut punya penonton yang berbeda".

Anda dan Donny Gagola silih berganti menjadi bassis terbaik dan banyak yang mengusulkan kalau SAS satu panggung dengan God Bless. Bikin duel meet Arthur Kaunang VS Donny Gagola, Apakah anda siap?

"Tanpa harus duel meet sewaktu saya masih bersama AKA sudah berapa kali show bersama Gods Bless, Penontonpun menyambutnya sama meriah. Memang sejak ada SAS belum pernah satu panggung lagi dengan God Bless. Prinsipnya SAS siap untuk bermain bersama God Bless tentukan saja kapan dan dimana, asal jangan buat diadu-adu segala kayak ayam".

Terakhir anda kelihatannya seorang musisi yang sangat jauh berbeda dengan penampilan dan kehidupan sehari-hari. Apa penyebabnya.

"Saya seorang Kristriani yang sejak kecil ditanamkan oleh orang tua saya, agar jadi manusia yang berguna buat semua orang. Punya tanggung jawab dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang oleh agama seperti menenggak minuman keras dan mencoba obat-obat setan".

Satu lagi mumpung masih teringat. Musik rock identik dengan sex. Kalau tadi anda bilang menjauhi miras dan narkoba, bagaimana dengan urusan sex atau groupies?

"Lagi-lagi saya disodori pertanyaan yang menjebak. Terus terang saya sangat takut sama perempuan. Takut dalam arti kalau harus berhubungan sex, Sebagai  laki-laki saya memang suka terangsang oleh karena itu saya melenyapkannya dengan bermusik sehingga saya bisa melupakan urusan sex. Kalau groupies memang banyak yang suka dan mengejar saya, tapi saya hadapi mereka sebagai teman baik.”/ Buyunk

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found