Bimbo Bimbo (Istimewa)

Bimbo

Berdakwah dengan Lagu

Berikut sebuah cukilan berita tentang band legendaris asal Bandung yang memang banyak masuk keberbagai genre musik selama karirnya. Sampai kini Bimbo masih eksis dengan membawa beragam karya bagus yang tetap lekat di hati para penggemarnya.

Banyak yang curiga terhadap Bimbo pada saat mereka merilis album terbarunya. Pasalnya lagu-lagu mereka tidak pernah konsisten dengan tema. Kadang ringan dan menyejukan hati, namun di lain waktu Bimbo tiba-tiba muncul dengan lagu kritik sosial, atau kemudian berubah jadi jenaka. Jadi mau kemana sebenarnya Bimbo?

"Terus terang kami memang tidak atau belum punya warna yang pasti," kata Syam. "Kami hanya mencoba agar lebih dekat ke masyarakat dulu.".Syam juga mengakui Bimbo kini lebih mengarah ke komersial. "Karena kami butuh duit, sehingga kami mencoba semua tema lagu yang cepat laku dipasaran musik Indonesia."

Bimbo selalu ingin menciptakan sesuatu yang baru untuk disodorkan kepada para pecinta musik pop Indonesia. "Seperti halnya saat kami lari ke lagu-lagu berlanggam Melayu. Namun kami punya ciri." timpal Djaka. Menurutnya semua patut digaris bawahi bahwa apapun musik Bimbo tetap bisa diketahui ciri-cirinya.

Menurut Acil semua lagu-lagu Bimbo bisa dikenali dari liriknya yang tak sekedar asal tulis. "Kami tidak malu meminta lirik yang bertema dakwah pada Thaufik Ismail yang kebetulan menyukai musik Bimbo. Sehingga beliau pernah bilang pada sebuah harian di Jakarta, bahwa mendengar musik Bimbo seperti menikmati musik klasik".

“Terhadap musik dangdut yang disukai masyarakat menengah kebawah , kami pun mencoba mengikuti trend yang saat ini digemari tersebut. Musik dangdut ibarat musik rakyat, tapi kami memolesnya agar berbeda seperti rekaman lagu-lagu Melayu tadi. Dan Bimbo tak kecil hati, ditulis banyak mass media kalau Bimbo sekarang sudah jadi grup peniru, latah ikut-ikutan mencari duit lewat musik yang saat ini sedang membumi di Indonesia,” ungkap Aci lagi.

02 Bimbo IstimewaBimbo (Istimewa)

Bimbo juga menyadari bahwa musik pop Indonesia cenderung anjlok mutunya. Penyanyi maupun grup musik menjadi latah menciptakan lagu serta menyanyikan dengan pertimbangan komersil belaka. "Kami menyikapi hal tersebut dengan melibatkan Iwan Abdurahman untuk menulis lirik lagu-lagunya Bimbo supaya jangan terkesan murahan".

Syam mengambil contoh ketika penyanyi atau grup membuat album Melayu, semua ramai-ramai bikin album Melayu. "Kami memang termasuk yang ikut latah, namun Bimbo mempertahankan ciri khasnya sehingga Bimbo tampil beda. Anggaplah ini sebagai lonjakan ide dari Bimbo yang komersil.”

Selama ini penggemar musik Indonesia sudah menetapkan Bimbo sebagai kelompok penyanyi lagu-lagu manis, Oleh sebab itu Syam, Acil dan Djaka mencoba menciptakan lagu-lagu bertema jenaka. "Terus terang Benyamin S juga punya pengaruh terhadap musiknya Bimbo. Kami menilai figur Benyamin sebagai seorang seniman rakyat yang menggarap musik/ lagu kocak karena keseharian gaya hidupnya. Bukan suatu hal yang mudah membuat lagu-lagu kocak ala Benyamin. Seorang musikus kalau tak punya bekal membuat lagu-lagu jenaka,  jangan nekad bikin lagu gituan, Nanti hasilnya pasti bakal norak. Lagu-lagu jenaka, kocak juga tak bisa dijiplak begitu saja. Ini tentunya merupakan tantangan bagi Bimbo untuk mencobanya dan kami mengajak Rudy Djamil biang bobodoran di kota Bandung".

Menurt Syam, Rudy Djamil yang berprofesi sebagai pembawa acara yang lebih sering tampil dipanggung musik rock itu diminta untuk menciptakan lagu-lagu jenaka ala Sunda "Kami tinggal bikin aransemen musik serta menyanyikannya. Hasilnya? Diluar dugaan kami,  album jenaka nya Bimbo ternyata cukup digemai masyarakat.”

Syam mengambil contoh lagu ‘Siomai’ yang dibuat Rudy Djamil sebagai gambaran kehidupan masyarakat kebanyakan, dimana Rudy secara spontan rekaman tanpa menulis liriknya terdahulu."Dia menyanyi diluar kepala, terkesan asal jadi dengan pemakaian bahasa Cina. Disini kami menyenggol, mengkritik penyanyi-penyanyi kita yang latah ber-Mandarin ria bikin album berbahasa Cina, seakan-akan sudah tak ada lagi lagu berbahasa Indonesia".

Tatkala Bimbo muncul dengan lagu-lagu bertema dakwah, masyarakatpun bertanya-tanya  mau kemana lagi Bimbo ini? Namun dengan arif, Syam menjelaskan bahwa itu bagian dari iman. "Kami pun tak sembarangan membuat liriknya. Bahkan bisa dibilang syair-syairnya Taufik Ismail yang lebih banyak diambil untuk dijadikan lagu. Jadi anggaplah Bimbo berdakwah dengan lagu kali ini”. / Buyunk

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found