Giant Step Adi Sibolangit & Benny Soebardja - Giant Step (Istimewa)

Giant Step

Dengarkan Dulu Kaset Kami, Baru Tonton Konsernya

Bergabungnya Albert Warnerin dan Triawan Munaf membuat Giant Step semakin kokoh. Sebelumnya grup yang dibangun Benny Soebardja ini, beberapa kali bongkar pasang pemain. "Saya yakin dengan formasi sekarang, Giant Step bisa mengejar ketertinggalannya, karena Adhi Sibolangit (Bass) dan Hadi (Drummer) juga sudah siap tempur," jelas Benny yang belakangan permainan gitarnya tak berkembang,

Menurut Benny, belakangan ini ia sibuk menata kembali grupnya setelah ditinggal Deddy Dores dan Yanto. "Waktu ditinggal Deddy Stanzah dan Jockie S, saya tak mati langkah mencari pemain baru. Karena saya berkeinginan suatu saat Giant Step bisa berkembang jauh lebih baik lagi kedepan, dan sekaranglah saatnya kami bekerja keras untuk menjadi grup terbaik".

Setelah berlatih intensif selama 3 bulan, Benny memperkenalkan Giant Step formasi baru di Bogor dengan pertimbangan lebih mudah masuk ke Jakarta. "Bandung merupakan rumah kami, setiap saat bisa show di kota sendiri. Karena dengan menaklukan Jakarta, selanjutnya mudah untuk show di kota-kota berikutnya."

Apa yang diharapkan Benny terbukti, setelah meraih sukses di Bogor. Giant Step tampil di Taman Ria Monas Jakarta dengan disaksikan sekitar 15.000 penonton yang penasaran ingin tahu seperti apa Giant Step formasi baru dengan dua musisi hebat Albert Warnerin dan Triawan Munaf.

Hebatnya lagi, Giant Step berhasil mengungguli SAS dalam pengumpulan penonton terbanyak. SAS hanya 13.000 orang, "Saya tak menyangka antuasias penonton yang begitu besar," sahut Albert Warnerin yang baru pertama kali show di Jakarta. Begitu pula Triawan Munaf "Apa lagi kami bisa mengalahkan SAS dari segi pengumpulan penonton yang membuat saya semakin semangat untuk bisa show bersama SAS".

Sebelumnya Giant Step pernah tampil di Taman Ria, Monas saat itu itu formasinya masih ada Deddy Dores dan Yanto, mereka cukup sukses. Ketika akhirnya tersiar kabar bahwa Giant Step kembali ke Taman Ria Monas, pengelolanya sempat ketar ketir karena nama Albert dan Triawan belum dikenal banyak pecinta panggung musik rock di Jakarta.

02 Triawan Munaf Giant Step IstimewaTriawan Munaf - Giant Step (Istimewa)

Benny dan Adhi Sibolangit sebagai frontman berhasil memecahkan keraguan itu,membuat Albert dan Triawan ikut tergerak untuk beraksi. Albert terlihat lebih bersemangat menggerayangi gitarnya. Sementara Triawan jari jemarinya  lincah mengisi irama musik khas Giant Step yang dikategorikan sebagai progressive rock-nya Indonesia.

Usai manggung di Bogor dan Jakarta, Benny langsung menggiring teman-teman satu grupnya masuk studio untuk merekam album "Giant Step On The Move". "Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, Giant Step harus mengejar ketinggalan. Maka dengan album perdana ini, kami akan melakukan tour show promosinya ke berbagai kota diseluruh Jawa.

Dengar beredarnya album "Giant Step On The Move" nanti, saya berharap banyak yang membeli agar mereka bisa mendengarkannya, terlebih dahulu sebelum menonton konser Giant Step.”

Mengapa lagu-lagu pada album perdana seluruhnya berbahasa Inggeris?" Kita belum terbiasa mendengar lagu rock berbahasa Indonesia, yang terpenting ini lagu ciptaan saya sendiri, juga ada karya Albert dan Triawan. Kalau album perdana Giant Step bisa diterima,  maka pada album berikutnya saya akan mencoba membuat lagu rock berbahasa Indonesia"./ Buyunk

03 Albert Warnerin IstimewaAlbert Warnerin (Istimewa)

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found