NewsMusik

NewsMusik

Wednesday, 22 November 2017 18:33

Stadhuis Schandaal

Bangun Set Khusus dan Turun Gunungnya Seorang Adisurya

14 tahun bukanlah waktu yang pendek bagi seorang sineas untuk kembali membuat film. Dalam tenggat waktu yang begitu lama, pasti dipenuhi deburan rindu dalam dirinya untuk menggarap sebuah film sebagai tanda kembali ke ranah produksi. Hal tersebutlah yang terjadi dalam diri Adisurya Abdy.

Ia merupakan tokoh penting dalam perfilman Indonesia, sebagai sutradara dan produser. Melalui perusahaannya PT Assabelina Film, Adi banyak memproduksi film dan sinetron,  Hingga kemudian ia meninggalkan urusan penyutradaraan dan produksi, 14 tahun silam.

Tidak pula sepenuhnya vakum, selama beberapa tahun ini ia sibuk menangani Sinematek Indonesia (SI), pusat dokumentasi dan arsip film Indonesia yang terletak di Pusat Perfilman Indonesia. Ia juga pernah bertugas di Yayasan Pusat Perfilman H. Umar Ismail (YPPHUI), Pengurus Persatuan Produser Film Indonesia, Pengurus Karyawan Film dan Televisi (KFT) dan menjadi pendiri Usmar Ismail Award (UIA).

Kesempatan itu hadir tatkala Xela Film merealisasikan cerita dan skenario yang ditulisnya bersama Penulis Irfan Wijaya, berjudul “Stadhuis Schandaal”. Ini adalah sebuah film dengan setting dua kurun waktu, zaman kolonial dan modern. Setting seperti itu membutuhkan konsep artistik yang menggambarkan situasi dan kondisi saat peristiwa terjadi.

Disini perlu perwujudaan fisik yang dibuat sesuai dengan konteks cerita. Jika kebutuhan artistik tidak dapat dipenuhi dengan barang-barang, bangunan, lingkungan yang ada, pembuat film harus membuat tiruannya.

Atas pertimbangan sutradara dan produser film, Adi bersama timnya saat ini tengah membangun sebuah set berupa tangsi dan benteng Belanda untuk mendukung film ini. Set khusus itu dibangun di atas tanah seluas 1.500 m2 di atas tanah milik PT. Inter Studio, di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Kita sudah mencoba mencari bangunan-bangunan sisa peninggalan Belanda yang ada di Indonesia, tetapi tidak sesuai dengan kriteria dan mekanisme kerja yang akan kita lakukan, jadi lebih baik membamgun set sendiri, supaya kerjanya lebih bebas,” kata Adi yang akan mulai melakukan pengambilan gambar pada kawartal ketiga November 2017 ini.

02 Tara Adia pemeran Sarah Istimewa

Tara Adia pemeran Sarah (Foto: Istimewa)

Mengisahkan tentang Fei, seorang mahasiswi Ilmu Budaya Universitas Indonesia sedang mengerjakan tugas kampus mengenai The Old Batavia bersama teman kuliah yang lainnya. Saat ia mencari bahan dan riset tentang itu di kota tua, ia diperhatiin oleh seorang gadis cantik turunan Belanda – Jepang, yang kemudian kita kenal dengan nama Saartje Spech dipanggil Sarah. Sosok Sarah ini ini tiba-tiba saja menghilang dari pandangan Fei.

Pertemuannya dengan Sarah membuat Fei tidak dapat menghilangkan pertanyaan dalam fikirannya akan apa dan siapa sosok perempuan muda cantik yang memperhatikannya di Gedung Fatahillah yang dahulu bernama Stadhuis itu.

Kepekatan konflik mulai dibangun dengan hubungan Fei dan pacarnya Chiko yang mulai renggang. Chiko yang posesif dan ingin menguasai Fei menjadikan dirinya terganggu. Lalu perjalanannya saat menemani sang ayah membuatnya dekat dengan Daniel Wong, partner bisnis ayahnya. Kedekatan tersebut nantinya menimbulkan amarah Chiko yang ternyata adalah anggota sindikat.

Cerita semakin dalam setelah sekembalinya ke Jakarta dan harus melanjutkan tugas kampusnya mengkaji sejarah Batavia yang tertunda Fei kembali bertemu Sarah. Disana Sarah kembali muncul memandang Fei dengan senyum memikat dan seperti ada kekuatan  memintanya untuk mendekati Sarah.

Dengan senyum yang lembut tulus memikat, Sarah lalu menyentuh Fei dan seketika itu Fei dibawa oleh Sarah menembus lorong waktu menuju Batavia pada tahun 1628. Disana akhirnya terbuka cerita siapa Sarah. Ia adalah putri hasil hubungan gelap dari seorang Perwira Tinggi VOC bersama wanita Jepang saat Perwira Tinggi VOC itu bertugas disana. SARAH dibawa oleh ayahnya ke Batavia dan tinggal di rumah Jan Pieterzoon Coen sang Gubernur Jenderal.

Di Batavia Sarah yang tumbuh remaja dan cantik membuat beberapa Perwira VOC baik muda maupun tua tergila-gila, namun dalam perjalanannya hati Sarah hanya tertambat kepada seorang Perwira muda VOC, salah seorang pengawal J.P. Coen yang bernama Pieter C. Pada masa – masa itu, hubungan beda ras dan beda strata tanpa ikatan perkawinan adalah sesuatu yang tabu dan hukumannya adalah mati.

Cerita dan skenario ditulis sendiri oleh Adisurya Abdy. Film ini diproduksi oleh PT. Xela Film, dengan produser Omar Jusma dengan melibatkan pemain diantaranya Tara Adia (Saartje Spech/ Sarah), Michale Lee (Pieter Cortenhoff), Amanda Rigbi (Fei), Rensi Millano (Samina), Volland Humonggo (Danny Wong), George M Taka (JP Coen), Septian Dwicahyo (Hans), Lady Salsabila (Mila), Kiki Amalia (Via), serta Anwar Fuadi (Abimanyu)/ Ibonk

Wednesday, 22 November 2017 17:27

Areng Widodo dan Tya Subiyakto

Berkolaborasi dalam Film “Stadhuis Schandaal”

Musik dan film adalah sebuah kesatuan yang berjalan beriringan. Suka ataupun tidak, ilustrasi musik adalah sebuah elemen penting dalam sebuah film. Sulit membayangkan sebuah film tanpa ilustrasi musik. Banyak bukti yang kita dapatkan, betapa sebuah film makin terasa berbobot seandainya musiknya sendiri digarap dengan cukup serius.

Sebagai salah seorang sutradara yang sudah malang melintang di dunia perfilman nasional, Adisurya Abdi sangat memahami tentang pentingnya peranan musik dalam film. “Ilustrasi musik sangat berperan untuk memperkuat suasana, terutama untuk adegan-adegan yang tidak menggunakan dialog,” ungkap Adi serius baru-baru ini.
 
Kenapa seorang Adi kembali melontarkan hal baku ini? Tak lain terkait dengan kembali terjunnya ia dalam penggarapan film terbarunya “Stadhuis Schandal”. Begitu pahamnya dia dengan hal ini, sehingga ia merasa perlu untuk tidak tanggung-tanggung memakai jasa orang-orang terbaik dalam pembuatan musik film.

Adi percaya bahwa unsur musik dalam filmnya, kelak memiliki kekuatan yang dapat memberi nilai lebih. Untuk mendulang hasil terbaik, maka ia sengaja meminang Areng Widodo dan Tya Subiyakto.

Areng dikenal sebagai seorang pemusik dan telah menangani belasan ilustrasi musik untuk film dan sinetron. Lelaki kelahiran Salatiga ini pernah bergabung di Bengkel Teater WS Rendra. Ilustrasi musik yang digarapnya kerap membawanya masuk nominasi Penata Musik Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) dan meraih 2 Piala Citra sebagai Penata Musik Terbaik FFI, masing-masing melalui film “Malioboro” (1989) dan “Jangan Renggut Cintaku” (1990).

02 Areng Widodo Tya Subiakto Herman

Areng Widodo & Tya Subiyakto (Foto: Istimewa)

Tidak hanya menjadi Penata Musik, lagu karya Areng yang berjudul ‘Syair Kehidupan’, dipilih  menjadi theme song dalam film ini.  “Cuma untuk film Stadhuis Schandal ini, saya aransir ulang disesuaikan dengan tema film. Agak sedikit bernuansa mistis, dan dinyanyikan oleh perempuan,” jelas Areng. Seperti yang kita ketahui bahwa lagu ‘Syair Kehidupan’ ini dulunya pernah menjadi hits di bawakan oleh Ahmad Albar dan dirilis pada tahun 1980.

Penata Musik kedua adalah Tya Subiyakto yang juga memiliki prestasi tak kalah mengkilap. Tya adalah Penata Musik Terbaik Festival Film Asia Pasifik (FFAP) ke-57 di Pnom Penh, akhir Juli 2017 lalu, melalui filmnya “Rudy Habibie”.  

Diluar itu, ia juga menjadi pemenang pada Festival Film Bandung ke-21 tahun 2008, dan Penata Musik Terpuji untuk film "Ayat-Ayat Cinta". Penata Musik Terpuji untuk film "Sang Pencerah"pada Festival Film Bandung ke-24 tahun 2011.

Dan ketika disinggung bisakah diantara keduanya bekerjasama dan mengesampingkan ego masing-masing? “Tidak ada masalah ya, setting film inikan menggambarkan dua masa yang berbeda, yakni masa kolonial dan era sekarang. Kami berbagi tugas. Saya mengerjakan bagian masa lalu, dan Tya untuk era sekarang. Kami bekerja sendiri-sendiri, tetapi tetap berkolaborasi, ” ucap Areng di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, belum lama ini.

“Stadhuis Schandaal” adalah sebuah film yang menggambarkan konflik yang kuat, baik di masa lalu hingga saat ini. Mengisahkan tentang seorang mahasiswi yang bertemu dengan sosok wanita cantik, ketika melakukan penelitian untuk skripsinya. Ternyata wanita cantik misterius berwujud noni Belanda adalah leluhurnya sendiri.

Tinggal kita nantikan saja, mampukah kedua maestro ini menggandengkan alur cerita dengan ilustrasi musik yang mereka garap. Sehingga menjadi sebuah sajian tontonan yang sempurna./ Ibonk

Monday, 20 November 2017 07:51

Anggun

Raih Penghargaan Ganda di Jerman

Ikon Indonesia, Goodwill Ambassador United Nations, serta artis Asia terlaris di luar Asia, Anggun kembali mendapatkan penghargaan pada ajang "Bama Music Awards" di Hamburg Jerman di penghujung pekan kemarin. Dalam penghargaan tersebut, Anggun berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus yakni Best International Asian Act dan Best Female Act.

Anggun terpilih setelah single terbarunya ‘What We Remember’ memasuki Top 15 di tangga lagu terlaris di Asia (Asia Pop 40). Single terbaru ini merupakan pergerakan awal dari album barunya yang telah ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya dan akan diluncurkan pada tanggal 8 Desember 2017 mendatang.

“Saya merasa terhormat dengan dua penghargaan internasional yang saya dapatkan di Jerman, sebuah negara yang kerap saya kunjungi dan melakukan touring dalam beberapa tahun terakhir ini”, jelas Anggun.

Dalam keterangan lanjutannya, iapun menambahkan jika dirinya saat ini tengah bertolak ke Eropa Timur, pada sebuah lokasi yang luar biasa untuk syuting video. Dirinya memiliki empat hari syuting yang sangat padat disana. “Saya sudah tidak sabar untuk menunjukkan video ini ke penggemar saya. Ini akan sangat berbeda dari video yang sebelumnya,” kata Anggun.

02 Anggun Istimewa

Anggun (Foto: Istimewa)

Dengan diraihnya dua penghargaan tersebut, Anggun, yang baru saja menyelesaikan tour 30 di negara-negara Eropa berbahasa Perancis ini semakin menegaskan statusnya sebagai artis Indonesia yang paling banyak mendapat penghargaan dunia

Wanita kelahiran Jakarta 43 tahun silam ini berjanji akan segera kembali ke Indonesia. “Saya telah melakukan perjalanan yang sangat jauh untuk waktu yang cukup lama, tetapi antara karir Internasional saya dan rekaman Asia’s Got Talent, saya masih memiliki sedikit waktu untuk kembali ke Jakarta,” janji, Anggun./ Fikar

Monday, 20 November 2017 07:25

Artika Sari Devi

Dukungan Untuk Keluarga

Mendung tebal dan hujan yang mulai membasahi bumi mengiringi langkah kaki NewsMusik kesebuah tempat yang cukup akrab di bilangan Kemang, Jakarta. Niat utama adalah untuk mengikuti peluncuran album terbaru Ibrahim Imran atau Baim lewat tajuk “Wasowekete Is A Waluwa”. Siapa sangka kalau disana ternyata hadir juga Artika Sari Devi, sang istri dan kedua anak pasangan tersebut Sarah Ebiela Ibrahim dan Dayana Zoelie Ibrahim.

Seperti yang diketahui banyak pihak, Artika Sari Devi Kusmayadi merupakan kelahiran Pangkal Pinang adalah Puteri Indonesia ke-9 mewakili Bangka Belitung pada tahun 2004 silam. Ia berhasil menjadi Puteri Indonesia pada usianya yang ke-25, dan masuk dalam 15 Besar Miss Universe 2005. Selepas menyelesaikan tugasnya sebagai Puteri Indonesia, Artika masuk ke dunia hiburan dalam negeri menjadi model iklan, presenter, maupun main film.
 
Ditemui disela-sela peluncuran album ke 6 sang suami, Artika terlihat sumringah walau kerap disibukkan oleh kedua buah hatinya dijajaran sofa pada sisi kiri spot jumpa pers sang suami. Apalagi pada saat itu, anak tertuanya Abbey, tengah dalam mood yang kurang baik. Padahal ada sessi khusus ia harus bernyanyi di panggung dengan sang Ayah.

Sementara Zoe tetap tampil seperti biasa, dan tanpa sungkan mau duduk anteng disamping Ayahnya yang tengah sibuk melayani pertanyaan dari para wartawan. Keberadaan Zoe, akhirnya membuat mood sang kakak membaik dan akhirnya bersedia untuk naik kepanggung menyanyikan lagu ‘Pelangi Usai Hujan’, sebuah single yang termasuk dalam album Wasowekete Is A Waluwa.

03 Baim Abbey Zoe Artika Sari Devi Ibonk

Artika & Keluarga (Foto: Ibonk)

Ada cerita yang sangat kuat yang disampaikan oleh Artika terhadap celoteh Zoe tentang Wasowekete Is A Waluwa, serta arti Pelangi Usai Hujan. “Ada hari dimana saya dalam keadaan yang cukup tertekan. Saya baru saja kembali dari sekolah Zoe, karena memenuhi panggilan dari gurunya. Zoe memiliki problem dengan pembicaraan, saya sedih dengan keadaan Zoe yang berbeda dari anak seusianya. Saya resah dan lagi berpikir, apa saya harus menemui psikolog anak terhadap masalah Zoe ini?”, ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

“Ditengah kesedihan tersebut, tba-tiba Zoe mendatangi saya dan berkata Wasowekete Is A Waluwa.. dan celoteh itu memberikan kekuatan kepada saya untuk tak harus bersedih lagi,” ungkap Artika. “Begitulah sampai akhirnya pada waktu habis hujan, dan Zoe menunjuk kea rah pelangi yang sangat indah sambil berkata Wasowekete Is A Waluwa... dan itu kami artikan sebagai Pelangi Usai Hujan”.

Artika sendiri merasa sangat bahagia, sewaktu diminta oleh suaminya untuk membuat lirik lagu ‘Pelangi Usai Hujan’. Latar belakang cerita itupun akhirnya ditumpahkannya secara baik dalam single ini. “Dalam album ini, Baim melibatkan saya dan anak-anak untuk ikut serta, saya berterima kasih untuk itu”, ucapnya lagi.

02 Zoe Artika Sari Devi Ibonk

Zoe & Artika (Foto: Ibonk)

Keceriaan keluarga kecil mereka, kerap bisa disaksikan di akun instagram kedua pasangan ini. Bagaimana anak-anak sangat mewarnai kehidupan keluarga ini. Sebagai seorang ibu rumah tangga, ia akan mendukung terus perkembangan anak-anak dan karir suaminya. Khususnya anak-anak, meski bakat seni ayahnya tampak kuat turun pada kedua putrinya, namun ia ingin semua berjalan alami.

"Jadi memang saya membiarkan mereka tumbuh seperti anak normal lainnya, belajar, sekolah, bermain. Tanpa ada paksaan ”, tutupnya./ Ibonk

Saturday, 18 November 2017 07:11

Baim

Remake Lagu dan Kata Ajaib Wasowekete Is A Waluwa

Kalaulah kita perhatikan, terakhir kali Ibrahim Imran alias Baim meluncurkan album solonya yang berngaran “Chaotic Gemini” yang merupakan album solo gitar pada tahun 2011 atau sekitar 8 tahun lalu. Sementara album yang benar-benar dirinya nyanyi malah lebih lama lagi, yakni pada tahun 2009 ketika dirinya merilis album “Perfeksionis”.

Namun semangat dan keinginan kuatnyanya tersebut akhirnya berbuah manis. Sebuah album baru hadir sudah dipenghujung 2017 ini dengan judul “Wasowekete Is A Waluwa”. Album ini terbilang unik, karena terinspirasi  dari kata-kata ajaib putri keduanya, Sarah Zoe (4 tahun).

Menurut suami dari Artika Sari Devi ini, celotehan Zoe dianggap memiliki makna tersendiri, dan dikemudian hari diartikannya dengan Pelangi Usai Hujan. "Dia sering ngomong kayak gitu. Saya baru tahu cerita dari istri saya. Zoe memiliki problem dengan pembicaraan. Tiap kata-kata yang keluar dari mulutnya pasti berharga. Kata-kata yang paling sering diomongin Wasowekete Is A Waluwa, saya mau suatu saat kata tersebut jadi nama album saya dan akhirnya album ini saya beri nama itu," terangnya saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat, 17 November 2017.

Satu lagi. "Zoe sering mengucapkan kata-kata ini kalau di jalan, atau kalau melihat kakaknya menangis. Pertama kali diucapkannya sewaktu melihat pelangi sehabis hujan seperti sekarang. Jadi saya artikan saja sebuah harapan dan optimis yang meggambarkan bahwa seberat apapun masalah yang sedang kita hadapi, percayalah bahwa semua akan usai dan berakhir dengan bahagia," tutur Baim

Di dalam album Wasowekete is a Waluwa, Baim menghadirkan 8 buah lagu di mana 5 di antaranya adalah lagu baru dan 2 lagu remake serta satu lagu dengan aransemen baru. "Album ini single pertamanya adalah ‘You Were There’ yang dulunya dibawakan oleh Southern Sons, asal Australia dan menjadi hits di era 1992. Lalu ada lagu kolaborasi dengan Andre Harihandoyo (AHSP) judulnya ‘Mending Jangan’," ucap Baim menambahkan.

02 Baim Zoe Ibonk

Baim & Zoe (Foto: Ibonk)

Kolaborasi Baim dengan Andre dalam lagu ‘Mending Jangan’ ini menjadi sesuatu yang berbeda. Baim kelihatan sekali tampil lepas dan mencurahkan sound gitar yang menjadi cirinya secara maksimal selama ini.

Sementara yang paling berkolerasi dengan judul albumnya adalah lagu ‘Pelangi Usai Hujan’. Disini Baim bernyanyi bersua dengan Abbey, anak pertamanya. Ia juga memasukkan suaraZoe disitu. “Tapi di album ini fokusnya adalah ke solonya, jadi lagu ini adalah bonus dari album solonya," ungkap Baim.

Dari sesi tanya jawab, NewsMusik sedikit lebih tertarik dengan single yang lebih dahulu digelontorkan ketelinga publik beberapa bulan lalu yakni lagu ‘You Were There’. Sengaja menanyakan bagaimana dirinya begitu tertarik untuk meremake lagu ini sampai menjadi 2 versi dan kendala dengan perizinannya sendiri.

“Sejak dahulu sewaktu masih main di café, saya suka sekali dengan lirik lagu ini. Pernah terniat akan meremake lagu ini di dalan sebuah album saya nantinya, dan baru terealisasi sekarang. Menjadi 2 versi karena Pak Rahayu Kertawiguna (Produser Nagaswara), setuju lagu ini dibawakan tetapi meminta ditambahkan versi piano,” urai Baim.

Sementara untuk masalah rights/ perizinan bukan menjadi sebuah kendala lagi. “Saya juga kaget, dalam era digital saat ini hanya butuh waktu 2 jam semua permasalahan perizinan sudah selesai, dan saya tinggal menyanyikannya saja untuk album ini.”

03 Abbey Baim Ibonk

Abbey & Baim (Foto: Ibonk)

Diluar itu semua, single ‘You Were There’ menjadi point tersendiri bagi diri seorang Baim, karena menurut pengakuannya dirinya tidak pernah mendapat respon dan viewer begitu besar di channel YouTube. Banyak komentar positif dan menyukai lirik serta versi yang ditayangkan.  

Secara menyeluruh, lagu-lagu di album ini sangat easy listening, dengan menampilkan berbagai sound gitar yang sangat dominan. Menurut Baim, dirinya sangat bahagia bisa melibatkan keluarganya di album ini. Semoga album Wasowekete Is A Waluwa ini dapat memuaskan rasa rindu pada karya musik seorang Baim./ Ibonk

Thursday, 16 November 2017 12:46

AMI Awards 2017 #MusikTanpaBatas

Tulus Rebut 4 Penghargaan

Ajang musik tahunan bergengsi Tanah Air, Anugerah Musik Awards (AMI) 2017 baru saja selesai digelar. Di tahun penyelenggaraannya yang ke-20 ini, AMI 2017 mengangkat tema “Musik Tanpa Batas” dan memasukkan total 52 kategori berbeda yang jadi rebutan para musisi Tanah Air.

Event ini dihelat di Theater Garuda TMII, Jakarta ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya, seluruh genre musik yang ada di Tanah Air masuk dalam setiap kategori AMI Awards 2017. Mulai dari Pop, Rock, Dangdut, Ska, Reggae, Jazz, Soundtrack, Lagu Anak-Anak dan lainnya. Kategori baru yang diadakan pada tahun ini adalah Lagu dan Album Rohani.

Seperti yang telah digadang-gadang, penyanyi Tulus berhasil membawa pulang empat piala, yakni Album Soul/R&B/Urban, Album Terbaik Terbaik, Karya Produksi Terbaik-Terbaik, dan Artis Pria/Wanita Soul/R&B/Urban. Ada juga komponis dan konduktor Erwin Gutawa yang juga memboyong tiga penghargaan. Ia menjadi Produser/ Penata Musik Pop Terbaik untuk "Sebuah Rasa", serta bersama putrinya Gita Gutawa sebagai Pencipta Lagu Anak-anak dan Produser/Penata Musik Anak-anak Terbaik untuk "Dear Dream”.

Sementara itu Legend Awards diberikan kepada tiga musisi Indonesia yang sudah tutup usia, yakni Harry Roesli, Bartje van Houtten, Benny Panjaitan. Sedangkan penghargaan Lifetime Achievement diberikan kepada Fariz RM.

02 Tulus Istimewa

Tulus sukses mengantongi 4 Penghargaan dalam ajang AMI Awards 2017 (Foto: Istimewa)

Berikut daftar lengkap pemenang AMI Awards ke-20:

1. Album Terbaik: Monokrom - Tulus


2. Karya Produksi Terbaik: Tulus - Monokrom


3. Duo/Grup Pop: Gigi - Adu Domba


4. Pendatang Baru Terbaik: Teddy Adhitya - In Your Wonderland


5. Artis Solo Wanita Pop: Yura Yunita - Intuisi
6. Artis Solo Pria Pop: Anji - Bidadari Tak Bersayap


7. Kolaborasi Pop: GAC & The Overtune - Senyuman & Harapan


8. Pencipta Lagu Pop: Intuisi - Yura Yunita


9. Produser/ Penata Musik Pop: Sebuah Rasa - Erwin Gutawa


10. Album Pop: RAN - RAN


11. Artis Solo Pria/Wanita/Instrumentalia Rock: Adrian Adioetomo - Tanah Ilusi


12. Duo/Grup/Kolaborasi Rock: God Bless - Damai


13. Album Rock: Cermin 7 - God Bless


14. Artis Jazz Vokal: Krakatau Reunion - Cermin Hati


15. Artis Instrumentalia Jazz: Dewa Budjana - Solas FM


16. Album Jazz: Chapter One - Krakatau Reunion


17. Artis Solo Pria/Wanita Soul/R&B/Urban: Tulus - Monokrom


18. Grup/Kolaborasi Soul/R&B/Urban Terbaik: Raisa & Isyana Sarasvati - "Anganku Anganmu"


19. Album Soul/R&B/Urban: Monokrom - Tulus


20. Artis Solo Pria/Wanita Dangdut: Lesti - "Egois"


21. Artis Solo Wanita Dangdut Kontemporer: Iis Dahlia - "Demi Kamu (Tum Hi Ho)"


22. Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer: Danang - "Satu Selamanya"


23. Duo/Grup/Kolaborasi Dangdut/Dangdut Kontemporer: Delon & Siti Badriah - "Cinta Tak Harus Memiliki"


24. Pencipta Lagu Dangdut/Dangdut Kontemporer: "Bahagia Itu Sederhana" - Tjahadi Djanata/Ishak


25. Produser/Penata Musik Dangdut/"Dangdut Kontemporer: Demi Kamu (Tum Hi Ho)" - Pri Keyboard


26. Artis Solo Perempuan Anak-anak: Lyodra (DARR) - "Dear Mantan"


27. Artis Solo Laki-laki Anak-anak: Rafi Sudirman (DARR) - Aku Suka Hari Ini


28. Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Anak-anak: Purwa Caraka Music Studio - Suka Hati


29. Pencipta Lagu Anak-anak: "Dear Dream" - Erwin Gutawa, Gita Gutawa, Ria Leimena


30. Produser/Penata Musik Anak-anak: "Dear Dream" - Erwin Gutawa & Gita Gutawa


31. Album Anak-anak: OST Surat Kecil Untuk Tuhan - Purwa Caraka Music Studio


32. Karya Produksi Kroncong/Kroncong Kontemporer, Langgam/Stambul: Waldjinah - Penglipur Wuyung


33. Karya Produksi Alternatif/Alternatif Rock/Lintas Bidang: Payung Teduh - "Akad"


34. Karya Produksi Metal/Hardcore: Deadsquad - "Pragmatis Sintesis"


35. Karya Produksi - Rap/HipHop: Adrian Khalif Feat. Dipha Barus - "Made in Jakarta"


36. Karya Produksi Reggae/SKA/Rocksteady: Shaggydog - "Rock Da Mic"


37. Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami: Fatin - "Ketika Tangan dan Kaki Berkata"


38. Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Nasrani: Amelia Ong - "Have Yourself A Merry Little Christmas"


39. Karya Produksi Instrumentalia: Gerald Situmorang - "Familiar Song"


40. Karya Produksi Dance/Electronic: Dipha Barus Feat. Nadin - "All Good"


41. Karya Produksi Kolaborasi: Raisa & Isyana Sarasvati - "Anganku Anganmu"


42. Karya Produksi Original Soundtrack: GAC - "Berlari Tanpa Kaki"


43. Karya Produksi Grup Vokal: GAC - "Berlari Tanpa Kaki"


44. Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah: Jogja Hip Hop Foundation - "Sedulur"


45. Karya Produksi Folk/Country/Balada: Endah N Rhesa - "Ruang Bahagia"


46. Karya Produksi Rock Progressive: Montecristo - "A Deep Sleep"


47. Produser Album Rekaman: TulusCo - Monokrom


48. Perancang Grafis: Forbidden Knowledge - Wok The Rock, Adrian Gufi


49. Tim Produksi Suara: Monokrom - Ari Renaldi, Rudy Zulkarnaen


50. Legend Awards: Harry Roesli, Bartje van Houtten, Benny Panjaitan


51. Lifetime Achievement: Fariz RM/ Ibonk

Tuesday, 14 November 2017 16:49

Surat Cinta Untuk Starla

Dari Lagu Berlanjut Ke Layar Lebar

Lagu yang memiliki judul ‘Surat Cinta Untuk Starla’ bisa dikata adalah sebuah lagu fenomenal. Bagaimana tidak, lagu ini duduk di puncak popularitas dengan viewer saat ini tercatat 170 jutaan di kanal YouTube. Jumlah yang fantastis. Selain video klip yang dibuat Virgoun di kanal tersebut, kisah cinta ini juga dibuatkan mini series-nya. Serial berdurasi pendek yang diangkat dari lagu Virgoun berjudul sama tersebut, meraih popularitas yang tinggi juga di awal tahun ini.

Kisah cinta antara Starla dan Hema tersebut akhirnya membuat Screenplay Films dan Legacy Pictures tertarik untuk membuatkan filmnya. Mengambil latar belakang karakter yang sama pada mini seriesnya, web series yang dibintangi oleh Caitlin Halderman dan Jefri Nichol tersebut, diangkat kedalam sebuah film layar lebar dengan tajuk serupa.

Film ini dikemas dengan lebih menarik dari sisi cerita, sinematrografi serta pengambilan gambar untuk lebih dapat dinikmati oleh pecinta film di Indonesia. Rudi Aryanto yang di dapuk sebagai sutradara, akan menggali karakter para pemainnya yang ada lebih dalam lagi. Hal ini bisa dilihat dari trailer yang resmi diluncurkan di Summarecon Mall Serpong, Minggu (12/11) lalu.

Mengambil tema cinta dan keluarga, film ini menceritakan tentang kisah asmara antara Hema dan Starla. Kisah berawal dari perkenalan unik yang akhirnya membuat Hema dan Starla menjadi dekat. Mereka saling menghargai satu sama lain, meskipun memiliki latar belakang keluarga yang berbeda. Seiring perjalanan waktu, pertemanan mereka menjadi sangat dekat dan akhirnya saling jatuh cinta.

Untuk pertama kalinya Hema menyadari ada surat cinta yang lebih indah daripada surat cinta untuk alam, yaitu surat cinta untuk Starla. Hema (Jefri Nichol) yang begitu mencintai alam, mempunyai kebiasaan unik, yaitu menulis surat cinta untuk alam. Hema dibuat jatuh hati oleh Starla (Caitlin Halderman) hanya dalam waktu enam jam.

02 Caitlin Halderman Jefri Nichol Ridh

Caitlin Halderman & Jefri Nichol (Foto: Ridh)

Namun disaat keduanya semakin dekat, tiba-tiba sikap Starla berubah. Starla marah dan menjauhi Hema dan meminta Hema untuk melupakan kisah kasih mereka yang menjadi viral di sosial media bahkan disiarkan di radio oleh Athena (Salsabila Adriani) sahabat Hema.

Twist yang disajikan dalam film ini akan membuat penonton penasaran dengan jalan cerita selanjutnya. "Karakter Hema itu muralist yang gayanya vintage banget, suka hal-hal yang berbau old school. Dia juga seniman banget," kata Jefri menjelaskan karakternya dalam peluncuran trailer film tersebut.

Tak cuma diperankan oleh Jefri Nichol dan Caitlin Halderman, film ini juga turut dibintangi oleh sejumlah bintang muda dan senior seperti, Salsabilla Adriani, Ricky Cuaca, Ramzi, Mathias Muchus, Dian Nitami, Rianti Cartwright, Rizky Hanggono, Amanda Manopo dan Meriam Bellina.

Vokalis Last Child, Virgoun, juga ambil bagian dalam film ini dimana terdapat scene dirinya menyanyi mengiringi suasana romantis Hema dan Starla. Film ini dijadwalkan tayang pada tanggal 28 Desember 2017 mendatang./ Ridh

Tuesday, 14 November 2017 16:35

Deddy Corbuzier

Unjuk Suara dalam Soundtrack “Knight Kris The Movie”

Mencoba sebuah hal berbeda, mungkin sudah menjadi sebuah kesukaan bagi seorang Deddy Corbuzier. Bayangkan saja, lepas dari image nya sebagai seorang mentalis, lalu ia banting stir menjadi seorang presenter dalam sebuah acara di layar kaca, produser dan berakting serta  saat ini sebagai penyanyi. Diakuinya bahwa mendadak jadi penyanyi, hanya demi kesuksesan film Knight Kris yang diproduseri oleh dirinya.

"Kata mereka yang tahu musik, suara saya lumayan. Mudah-mudahan bisa membuat film Knight Kris tambah sukses dan banyak penontonnya," aku Deddy. “Saya juga ingin mencoba tantangan baru. Kebetulan ada kesempatan menyanyikan soundtrack. Ya, saya coba. Mudah-mudahan masyarakat bisa menikmatinya”,  

Untuk hal ini, Deddy rela berlatih keras bernyanyi agar menghasilkan suara yang prima. Dirinya mendapat arahan dari Willyjanto, yang bertindak sebagai Vocal Director. Lagu berjudul ‘Keajaiban Semesta’ tersebut beraliran pop dan sangat easy listening serta diaransemen oleh Tommy Widodo. Lagu yang menghiasi film animasi ini, sepenuhnya diproduksi oleh Viva Fantasia dan filmnya sendiri akan tayang di bioskop mulai Kamis, 23 November 2017 mendatang.

Dalam pandangan Deddy kenapa dirinya bertekad untuk terjun langsung menjadi produser dalam film animasi ini adalah minimnya minat investor terhadap jasa industri hiburan untuk anak. Menurutnya lagi karena sebab tersebut, akibatnya anak-anak Indonesia banyak dicekoki film dan lagu-lagu orang dewasa yang tidak sesuai dengan psikologi pertumbuhannya.

“Ini mimpi yang saya rahasiakan selama ini. Proses pembuatan film selama lebih dari tiga tahun. Menghabiskan biaya lebih dari satu juta dolar. Semua untuk mengisi sebuah keresahan terhadap film dan lagu anak Indonesia,” ungkap Deddy, tentang motif pembuatan film dan soundtrack yang digagasnya ini.

02 Deddy Corbuzier Istimewa

Deddy Corbuzier (Foto: Ibonk)

Atensi dan empati Deddy pada dunia anak ini, akhirnya didedikasikannya kepada putra semata wayangnya, Azkanio Nikola Corbuzier dan anak-anak bangsa lainnya. Ada pesan moral untuk anak-anak Indonesia, yang selama ini hilang hak-haknya untuk dapat menikmati film dan lagu anak Indonesia yang jujur dan edukatif.

Sementara pesan substantifnya adalah lagu ini memberi motivasi kuat tentang pentingnya berjuang penuh semangat, pantang menyerah, khususnya untuk anak-anak. Kuat dan tegar menghadapi ujian dan cobaan. menjadi motivasi kunci kemenangan dalam meraih impian.

Untuk yang penasaran bagaimana dan seperti apa seorang Deddy Corbuzier bernyanyi, bisa diintip pada link tayangan YouTube : https://youtu.be/ZkO2-R9Ri9g ini./ Ibonk

Tuesday, 14 November 2017 11:22

Thor: Ragnarok

Sisipan Komedi dan Lebih Natural

Thor sang Dewa Petir, boleh dikata jika film ini memang selalu ditunggu oleh penggemar film Marvel Studios dimanapun, terutama di Indonesia. Film yang tayang di bioskop Indonesia sejak 25 Oktober 2017 sampai artikel ini ditulis masih bertahan di bioskop. Thor sendiri berdasarkan imajinasi  Marvel Comics seperti yang telah diketahui merupakan anak Odin, Raja Asgard. Mempunyai senjata berupa palu, dan  belakangan diketahui senjata tersebut adalah untuk meredam kekuatan yang berada dalam diri Thor.

Di episode Thor: Ragnarok, Thor harus berhadapan dengan saudaranya sendiri sang Dewi Kematian, Hela. Kehadiran Hela yang ingin merebut takhta Asgard bisa menjadi bencana bagi warga dunia mitologi itu, termasuk Thor. Warga Asgard percaya suatu hari nanti kiamat yang disebut Ragnarok akan menghancurkan dunia itu.

Apa sih Ragnarok? Tadinya penulis berfikir bahwa Ragnarok adalah makhluk yang di awal film ini muncul sebagai makhluk yang sekujur tubuhnya dibalut lava dan api dengan tanduk di kepalanya (Surtur). Namun Ragnarok disini adalah suatu mitologi Nordik semacam siklus apokaliptik yang dianut dunia dan para dewa yang terlibat didalamnya.

Selama siklus tersebut banyak dewa yang mati, dan menyebabkan bencana alam yang menyebabkan bumi hancur dan tenggelam namun dilahirkan kembali. Dalam film Thor kali ini Ragnarok merupakan penghormatan dan perintah untuk mengahancurkan Asgard, disinilah peran Thor sebagai pewaris tahta Asgard diperlukan.

Perjalanan episode kali ini dimulai dengan Thor yang dikurung oleh makhluk api, Surfur yang dipercaya akan datangnya Ragnarok. Dengan tubuh terikat besi Thor akhirnya mampu mengalahkan makhluk tersebut dengan membawa tanduk Surfur untuk disimpan di Asgard. Dari awal kemunculan film ini sudah disisipi dengan humor. Chris Hemsworth sebagai pemeran Thor yang juga mempunyai tampilan fisik yang sempurna tidak melulu memerankan seorang super hero dari kalangan dewa dengan dialog yang kaku, di episode ini Thor dibalut lebih kekinian sehingga menjadi bahan lelucon di filmnya sendiri.

02 Thor Ragnarok IstimewaThor: Ragnarok (Istimewa)

Sutradara dari Selandia Baru, Taika Waititi sukses membawa tokoh dewa dewi ke dalam lawakan absurd dan sukses menghantar penonton dengan dialog dan adegan penuh tawa. Lelucon yang ditampilkan juga  berkat naskah ciamik yang ditulis oleh Craig Kyle, Christopher Yost, dan Eric Pearson. Di episode Thor kali ini kita juga bisa mendengar Hulk si makhluk besar hijau berbicara untuk pertama kalinya lho..

Perjalanan Thor dalam mempertahankan Asgard bukan tanpa hambatan, disini Thor bertarung tanpa senjata andalannya, Mjolnir. Palu Thor hancur saat pertempurannya bersama dengan Hela yang dengan mudah menghancurkan senjata andalan Thor tersebut.

Thor yang kalah melawan Hela, akhirnya dibuang dan terdampar di sebuah planet yang bernama Sakaar. Disinilah Thor dipertemukan dengan Hulk, karena dijadikan petarung ala gladiator oleh Grandmaster. Adegan-adegan dan dialog penuh tawa dihadirkan disini, sehingga pertempuran yang disuguhkan lebih berwarna dan lebih segar  dengan lelucon yang diselipkan selalu. Lihat saja bagaimana Thor harus kehilangan rambut panjangnya yang lagi-lagi memancing tawa.

Dilain sisi, chemistry antara kakak beradik Loki dan Thor (Tom Hiddleston dan Chris) cukup mendapat porsi. Sebagai saudara yang terkadang on-off akurnya, disampaikan dengan sangat natural. Hulk pun disini mendapatkan porsi lebih banyak, diperankan oleh Mark Ruffalo lagi-lagi chemistry diantara ketiganya sangat pas ditampilkan.

Dalam segi cerita, episode kali ini cukup mengalir dan mudah dipahami dibanding episode sebelumnya. Thor: Ragnarok berhasil menjadi episode terlucu. Karakter Thor lebih memperlihatkan kekuatannya tanpa Palu andalan. Tessa Thompson yang berperan sebagai Valkyrie, terlihat kuat di luar namun rapuh di dalam, ada juga Jeff Goldblum yang tampil jenaka sebagai Grand Master. Selain deretan aktor yang telah disebutkan, film ini juga didukung penampilan memukau dari Idris Elba, Karl Urban, Anthony Hopkins, Rachel House, Zachary Levi, Ray Stevenson, dan Tadanobu Asano.

Pemilihan lagu ‘Immigrant Song’ milik Led Zeppelin sebagai soundtrack di film ini sangat tepat. Hampir di setiap adegan aksi lagu tersebut selalu mengiringi. Suara vokalis, petikan gitar elektrik, dan tabuh drum menambah keseruan.

03 Thor Ragnarok IstimewaThor: Ragnarok (Istimewa)

Meski beberapa adegan harus menggunakan CGI, namun kualitas gambar dari film-film Marvel dalam pengambilan gambar tidak diragukan lagi. Gambar yang diambil di Marvel Studios membuat aksi yang ditampilkan terlihat sangat nyata. Dalam hal kostumpun film ini tampil memukau, sebagai contoh kostum yang digunakan Hela sang Dewi Kematian tampil memukau dengan tampilan yang ikonik.

Terlepas dari semuanya, film Thor: Ragnarok kali ini terasa lebih berwarna, meski pertempuran menjelang kiamat yang disuguhkan akhirnya tidak terlalu membekas karena kerap ditimpali sisipan humor. Selama durasi dua jam 10 menit, kita disuguhkan dengan tontonan yang menghibur dengan jalan cerita yang serius dan solid sehingga suguhan yang ditampilkan tidak terasa membosankan./ Ibonk

 

Monday, 13 November 2017 14:23

Joey Alexander

Obrolan Dibalik Konser Asia Tour

Josiah Alexander Sila yang biasa dikenal dengan sebutan Joey Alexander mengawali karirnya sebagai seorang pianis sejak berumur tujuh tahun. Joey kecil yang terlahir dari seorang ayah penggemar jazz belajar secara otodidak dengan sering mendengarkan komposisi seperti ‘Well, You Needn’t’ karya Thelonious Monk dan koleksi lagu-lagu ayahnya khususnya karya Louis Amstrong.

Kemampuannya dalam mengolah musik membawanya meraih grand prix dalam Master-Jam Fest 2013, suatu kompetisi musik jazz untuk segala usia di Odessa, Ukraina yang diikuti oleh 43 musisi dari 17 negara yang pada waktu itu Joey baru berusia 9 tahun. Di tahun 2014, joey dan keluarganya pindah ke New York, dari sinilah karir bermusiknya mulai berkembang.

Di usia 10 tahun, Joey mendapat undangan Malam Gala pada Mei 2014, karena permainannya di situs Youtube yang membawakan karya Coltrane, Monk dan Chick Korea.  Hal tersebut memikat hati pemain trompet jazz Wynton Marsalis, direktur seni Jazz Lincoln Centre. Dari sinilah debut Joey di negara Amerika Serikat sebagai musisi cilik yang dijuluki anak jenius karena kecerdasan dan keahlian seperti pianis berpengalaman puluhan tahun.

Menguasai teknik bermain piano dan improvisasi dalam aliran musik jazz sejak usia 7 tahun, Joey merilis album perdananya yang berjudul "My Favorite Things" pada tanggal 12 Mei 2015 di usia 11 tahun di bawah Motema Record, New York. Melalui album ini, Joey mendapatkan nominasi Anugerah Grammy untuk dua kategori: Best Instrumental Jazz Album ("My Favorite Things") dan Best Jazz Solo Improvisation (Giant Steps dari album tersebut).

Ia juga berkesempatan Tampil sepanggung dengan Adele, Taylor Swift, Bruno Mars, dan Ed Sheeran di Grammy Awards 2016. Ia juga menjadi Artis Asia Tenggara Pertama yang tampil di acara bergengsi tersebut. Namun tak ada yang menyangka, karir Anak Ajaib begitu ia dijuluki begitu cepat dan berjalan mulus. Joey yang saat ini berusia 14 tahun kembali menggelar sebuah konser kelas dunia di negeri kelahirannya Indonesia.  Konser ini dalam rangka tur Asia setelah menyelesaikan turnya di Eropa, Amerika dan Timur sebagai rangkaian Joey Alexander World Tor 2017.


02 Joey Alexander Press Conference FattahJoey Alexander Press Conference (foto: Fattah)

Setelah tampil di Jepang, Singapura dan Hongkong, Joey pulang dan menutup turnya di Tanah Air pada 11 dan 12 November 2017 di Balairung Soesilo Soedarman Sapta Pesona, Kemenpar dan ICE BSD. Konser di Indonesia merupakan konser kali kedua Joey setelah tanggal 22 Mei 2016 lalu yang sukses di gelar.

Ditemui NewsMusik di sela press conference Joey Alexander Trio – Asia tour 2017, Joey mengungkapkan perasaannya kembali ke Indonesia. Berikut percakapannya :

Halo Joey, welcome to Indonesia. Apa kabar? Bagaimana perasaannya kembali ke Jakarta
Baik, saya bersyukur, Thank’s God bisa balik ke Jakarta dan terima kasih semuanya yang membuat aku kesini. Saya happy banget bisa kembali ke Indonesia.

Joey bisa diceritakan persiapannya menjelang konser
Pertama jazz itu merupakan spontanality lebih ke moment, part of them, preparation-nya nggak banyak. Sebelum ini saya sudah bermain di beberapa negara Asia, jadi  kita sudah biasa bermain sama-sama dan bermain dengan lagu-lagunya. Persiapannya sudah lumayan tight. Apa makna jazz buat Joey sendiri..
Jazz is a playing music, jazz is has been  a part of my life, and is blessing to be play to share and to play this. Music full of imagination, music full of joy, dan saya pikir jazz sebagai spiritual buat saya bukan sekedar bermain musik.

Joey bisa diceritakan sedikit mengenai Asia Tour?
Awalnya sangat pesimis, karena itu merupakan kali pertama saya ke Tokyo, Hongkong kemarin dan Singapura. Tapi saya senang, akhirnya saya bisa kembali kesini. Senang sekali saya bisa kasih kebahagiaan dan kesenangan untuk semuanya dengan bermusik ini yang merupakan gift saya, itu yang menurut saya the most the important thing.

Joey kenapa Indonesia dipilih sebagai negara terakhir dalam rangkaian tur Joey kamu?
Well, because I’m home, jadi saya rasa good to be home. Balik ke rumah, karena selama ini saya tinggal di New York. Indonesia selalu menjadi rumah buat saya.

Apa yang menginspirasi dan moment apa yang special dalam semua rangkaian tur Joey?
Menurut saya setiap kali saya bermain, every moment is special. Dimanapun saya pergi saya selalu berusaha bermain dengan baik. To be here is special feeling, menurut saya kembali dan kasih semangat untuk musisi Indonesia dan happy banget bisa balik ke Indonesia dan melakukan semuanya.

Adakah perubahan dalam diri Joey dalam bermusik seiring dengan pertumbuhan Joey yang semakin dewasa?
Semua selalu dalam proses. Sampai sekarang saya always go, cuma sekarang saya lebih percaya diri. Tapi mungkin sebelumnya saya punya itu. Tapi sekarang  saya mempunyai konsep yang berbeda.

Apa arti musik sendiri untuk Joey?
Music is a universal, but only in my life every favorite views people dan give them hope. Saya berharap datang kesini semangat dan harapan untuk penggemar saya disini.

   
03 Joey Alexander FattahJoey Alexander (foto: Fattah)

Ada makanan yang Joey kangenin di Indonesia
Apa ya..  Martabak mungkin. Sampai sekarang belum sempat makan sampai mimpi-mimpi. Selain itu saya juga nggak terlalu banyak tahu makanan Indonesia. Mungkin karena dari kecil saya  sudah tinggal di Amerika. Saya suka ayam kuning.

Apa perbedaan belajar musik di Indonesia atau di Amerika?
Menurut saya disini tidak banyak berbeda, Cuma datang ke New York banyak musisi yang sudah berumur dan mendunia, event di sini juga banyak musisi yang hebat juga. Tidak banyak perbedaan. Cuma di US saya banyak lebih banyak kesempatan untuk share my music. New York semua ada, baik untuk musik untuk fashion, dan bisa banyak datang ke club jazz dimana-mana. Meskipun saya tidak selalu datang ke jazz club, I think when you go to New York you can make it everything, just why a people say.

Hobby Joey sendiri disana apa, mengingat usia Joey yang masih muda?
Saya suka jalan-jalan, lihat taman. Semua yang membuat energy, some times you can very intents, people yelling, is something people what’s going on. Tidak melulu bermain musik. Main games, toys, exercise.

Apa yang Joey bisa ambil dari beberapa musisi dari Amerika yang sekarang ini menjadi guru bagi Joey, apa perbedaannya dengan Indonesia.
Menurut saya guru saya adalah musisi yang saya dengerin. Mereka understanding of play those music, saya selalu coba cari the feeling of swing, freedom untuk musik jazz ya.

Untuk Joey sendiri apa artinya penghargaan, seperti Grammy kemarin
Saya blessed bisa dikasih kesempatan. The God opens the door for me untuk bisa share musik ini dan apa, saya rasanya I can't explain it. Tuhan bisa pilih saya dari sini, dari bermusik.

Begitulah Joey, sosok yang rendah hati dan masih seperti anak-anak seusianya kebanyakan. Joey yang tidak mempunyai ambisi dan impian terbesar, Joey yang hanya ingin memberikan yang terbaik, rasa happy mendengarkan musiknya dan selalu bisa menghibur dengan improvisasi-improvisasi musik yang dimainkannya.

“I don't have a biggest dreams... Saya bisa di nominated yang penting bisa kasih happiness dan joy. Untuk musik ini saya bisa memberikan yang terbaik , the most important thing," tutupnya.

Joey sendiri merencanakan bakal merilis album barunya pada April tahun depan. Penasaran dengan aksi Joey dalam album selanjutnya? Ada baiknya ditunggu.../ Fattah

04 Joey Alexander performed FattahJoey Alexander performed (foto: Fattah)

 

Page 1 of 123