Film Suatu Hari Nanti Film Suatu Hari Nanti 99% syuting dilakukan di Swis (Foto: Istimewa)

Film Suatu Hari Nanti

Menawarkan Keindahan Alam Swiss

Beberapa tahun terakhir ini, sineas film Indonesia banyak menyuguhkan panorama keindahan mancanegara. Bisa jadi ini memang tuntutan cerita atau hanya sebagai pemikat penonton. Keadaan ini juga berlaku untuk Evergreen Pictures dan Rumah Film yang kembali menawarkan keindahan alam di benua Eropa melalui film yang bertajuk “Satu Hari Nanti” . Film ini merupakan proyek bersama dengan pemerintah Swiss yang menyodorkan lansekap kota-kota di negara tersebut sebagai latar cerita.

Film yang ditulis dan disutradarai oleh Salman Aristo ini menceritakan kehidupan dua pasang kekasih yang gelisah dalam membangun komitmen di negeri rantau. Pemain yang terlibaat di film ini antara lain Deva Mahenra, Adinia Wirasti, Ringgo Agus, hingga Ayushita Nugraha.

“Lokasi full di Swiss. Secara skrip, 99 persen cerita di sana. Produksi juga kami kerjakan di Swiss, tanpa harus akal-akalan bikin set di tanah air,” tutur Salman dalam rilis yang diterima NewsMusik Senin (20/6).

 Kota-kota yang akan dipilih menjadi latar belakang film ini adalah Thun dan Interlaken. Selanjutnya masih ada Brienz, Bern, serta salah satu puncak tertinggi Eropa, Jungfrau. Thun sendiri adalah kota kecil yang terkenal dengan danau cantiknya, selain itu terdapat pula sebuah kastil tua beserta sungai kecilnya yang wajib dikunjungi.

02 Kleinn Scheidegg Stasiun menuju Jungfrau IstimewaKleinn Scheidegg, Stasiun menuju Jungfrau (Foto: Istimewa)

Sementara Interlaken merupakan sebuah kota destinasi wisata di Swiss yang terkenal. Terletak di antara dua danau besar, yaitu danau Thun dan danau Brienz. Lantas lanjut ke ke resort wisata puncak Jungfrau, namanya Jungfraujoch. Ini merupakan kawasan wisata dengan posisi unik, dibangun di antara Puncak Jungfrau dan Puncak Monch yang merupakan bagian dari pegunungan Alpen. Wisatawan bisa menempuh 2 jam perjalanan kereta api untuk menuju puncaknya.

Kemudian Brienz, kota yang menyimpan khazanah budaya tradisional Swiss dan tampak pada arsitektur rumahnya. Di sini ada danau luas yang ketika musim dingin berubah menjadi danau es. Lokasi terakhir yang dipilih adalah Bern, ibukota Swiss nan asri dan juga masih banyaknya bangunan klasik yang masih orisinil sejak dahulu.

Proses pengambilan gambar film ini berlangsung sejak pertengahan November 2016 silam. Dan sudah mulai dalam tahap pasca produksi. Sementara untuk tanggal rilis, produser Dienan Silmy memastikan sekitar akhir tahun 2017./ YDhew

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found