Imaculata Autism Boarding School "Kirim Aku Malaikat-Mu Tuhan..." adalah tema dari pentas seni dan teater keluarga penyandang autis (Foto: Nad)

Imaculata Autism Boarding School

Pentas Seni dan Pertunjukan Musik Anak Berkebutuhan Khusus

Imaculata Autism Boarding School bekerjasama dengan Tata Production menggelar acara Seminar, Pentas Seni dan Teater Kisah Nyata Keluarga Penyandang Autis dengan tema "Kirim Aku Malaikat-Mu Tuhan...". Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk mendidik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) supaya hidup mandiri di masa depan sesuai dengan kelebihan yang di milikinya dan mengajak para pendidik dan orang tua untuk menterapkan program tepat guna dan tepat sasaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Pentas seni yang diadakan di Aruba Room, The Kasablanka - Mall Kota Kasablanka ini di selenggarakan hari Sabtu (9/12) lalu. Acara ini dimeriahkan oleh penampilan musik kolaborasi antara orang tua dan murid, tarian, theatrikal dan fashion show yang pesertanya adalah anak-anak berkebutuhan khusus. “Melalui pentas seni ini kami akan ‘tular’ kan pola didik yang bisa di adopsi oleh semua keluarga yang di anugerahi anak berkebutuhan khusus,” ujar Pimpinan Imaculata Autism Boarding School Dr. Imaculata Umiyati, S.Pd, M.Si.

Stigma negatif yang berkembang di masyarakat mengenai anak autis tidak sepenuhnya benar. Dr. Imaculata yang akrab dipanggil dengan bunda Ima ini mengatakan bahwa dengan pola pendidikan yang benar dan orang tua mengerti apa yang dibutuhkannya, anak berkebutuhan khusus ini mempunyai kemampuan yang tak kalah dengan anak lainnya.

Ini dibuktikan dengan adanya acara ini membuka mata kita semua bahwa sebenarnya mereka mampu mengerjakan apa yang bisa dikerjakan anak normal lainnya. Seperti kemunculan Senior Band Imaculata yang digawangi oleh anak penyandang autis, Adhit (Gitar), Alan (Drum), Mario (Keyboard) dan Ozzy (Vokalis), mereka membawakan tiga buah lagu yang dibawakan dengan cukup baik.

02 Pentas Seni

Penampilan dalam acara Pentas Seni dan Pertunjukan Musik Anak Berkebutuhan Khusus (Foto: Nad)

Lagu pertama ‘Bangun Pemudi Pemuda’, ‘Oh Tak Mungkin’, dan ‘Hidup Adalah Kesempatan’ (Kolaborasi antara Senior Band dan para orang tua murid) disambut dengan tepukan tangan penonton yang ikut bernyanyi bersama-sama.

Selain pentas seni acara ini juga diadakan pemberian penghargaan kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, DIP. APLING, MA., atas dedikasi serta perhatiannya terhadap Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Penghargaan juga diberikan kepada Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, atas dedikasi serta kepeduliannya terhadap anak-anak.

Selain kepada mereka, penghargaan juga diberikan kepada aktris senior Christine Hakim sebagai pemerhati anak-anak berkebutuhan khusus serta kepada Sarwendah, artis yang juga mantan personel Cherrybelle. Istri Ruben Onsu itu dianugerahi penghargaan sebagai sosok Ibu Sejati./ Nad

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found