Record Store Day Bogor 2018 Record Store Day 2018 Bogor (Istimewa)

Record Store Day Bogor 2018

Semarak Rilisan Fisik di Era Digital

Geliat  musik masyarakat kian menggebu, namun sayangnya tidak didukung oleh perkembangan industrinya sendiri. Seperti yang dialami dalam beberapa waktu silam, banyak toko-toko musik menggulung tikar akibat kurangnya animo masyarakat terhadap sebuah rilisan fisik. Terlebih ketika di era sekarang platform digital kian mendominasi.

Akhirnya, pada tahun 2007 diminggu ketiga bulan April, sebuah perkumpulan para pemilik toko musik  di Amerika Serikat dan juga para karyawannya berkumpul di suatu tempat. Mereka  mencetuskan sebuah hari yang bersejarah dengan ide agar minat masyarakat terhadap musik kembali,  bernama Record Store Day (RSD).

Gerakan itu memiliki tujuan yakni melakukan perayaan terhadap sebuah budaya unik terkait toko-toko musik yang ada di Amerika Serikat maupun di seluruh negara dunia. Tidak hanya menjadi pemicu, RSD pun melibatkan 3 faktor: Label Rekaman, Band, dan Penikmat yang bersinergi.  

Jauh dari langit Amerika, di Bogor, Indonesia  animo muda-mudi  terlihat tinggi terhadap musik, oleh karenanya pada tahun 2017 resmi digelar Record Store Day sebagai bentuk apresiasi terhadap musik yang juga sudah sebagai kultur masyarakat lokal.

04 RSD Talkshow Fikar

Creative Talk dalam RSD 2018 yang mengundang beberapa pelaku industri musik lokal kota Bogor (Fikar)

Tepat hari minggu kemarin, 29 April 2018, berlokasi di Botani Square Bogor, RSD resmi diakan untuk kedua kalinya. Sebagai seorang kolektor rilisan fisik, mungkin menjadi hal yang wajib ketika kita berburu beberapa album langka yang bisa dibilang ini merupakan salah satu hobi yang tidak banyak orang umum ketahui. Berburu rilisan fisik baik Vinyl maupun CD dan Kaset adalah momentum yang tepat bagi berbagai macam penikmat kesukaan tersebut.  

Untuk perayaan RSD kali ini terasa sebagai momentum untuk beberapa band lokal merilis Album, EP, bahkan Single demi meluaskan pendengar akan musik mereka. Tercatat seperti  Neal, Rasvala, Krack dan beberapa band lainnya ikut ambil bagian dalam perilisan tersebut.

Selain suguhan musik yang memang menjadi keharusan, hajatan kali ini juga diisi dengan Creative Talk yang mengundang beberapa pelaku industri lokal. Seperti Hujan Records, Tromagnon Records, juga Kick It Records yang tidak lain adalah sedikit dari banyaknya label Bogor yang hadir.

Disini dijelaskan pentingnya bekerja sama dalam bidang musik. Ketika pelaku sudah mempunyai cukup karya dan tidak mengganggu fokus si pelaku dalam bermusik. Label rekaman hadir sebagai support yang dapat membantu mendistribusikan, mempromosikan, juga membantu untuk output dari band tersebut. Cukup ringan bukan pelaku musik jika bekerja sama.

03 Salah Satu Penampil dalam RSD 2018 Fikar

Salah satu band lokal yang unjuk tampil di RSD 2018 (Fikar)

Dan untuk musik talkshow disuarakan oleh Edo Wallad (The Safari), Marine Ramdhani (FFWD Records) juga tak ketinggalan sharing session berbagai komunitas yang hadir dikota Bogor antara lain seperti Yoga Pratama (GSRB Kolektif), Arief Wijaya (Suara Hujan), Aris Nugraha (Lionglatte Collective).

Yang tak kalah menarik dari hajatan RSD kali ini ialah, beberapa pemuda atau pemudi yang memang memiliki passion atau kemauan di bidang musik dapat bertukar demo diacara tersebut. Dengan membawa Master Demo mereka dan bisa saling sharing terhadap musik mereka dihajatan tersebut.

Semoga saja kedepannya RSD dapat menyuguhkan gelaran selanjutnya disetiap tahunnya dan juga masyarakat dapat memiliki tempat untuk saling becengkrama terkait bidang yang memang mereka suka. Kita doakan, kuuyyylah..../ Fikar

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found