Pekan Raya Indonesia 2018 Foto bersama Ian Faster, Harry "Koko" Santoso, Birgi Putri, Reza Ardiansyah dan Glenn Sinsoe (Ibonk)

Pekan Raya Indonesia 2018

Pesta Band Indie dari 30 Negara

Pekan Raya Indonesia (PRI) 2018 merupakan pameran multiproduk indoor terbesar dengan menghadirkan nuansa Festival yang akan digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. PRI 2018 diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam usaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pariwisata baik domestik maupun international dan wujud dukungan terhadap berkembangnya industri kreatif dan perdagangan nasional.

Acara yang digelar untuk ketiga kalinya ini digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE)- Bumi Serpong Damai. Tangerang, Banten pada pada 27 September -7 Oktober 2018. Sebagai pameran terbesar bisnis to consumer terbesar dengan kemeriahan, PRI 2018 akan menyajikan Wisata Kuliner dan Jajan Senggol yang memadukan berbagai kuliner tradisional dan modern yang lengkapdan menggugah selera para pengunjung.

“Kami akan menghadirkan berbagai produk seperti costumer goods, fashion, otomotif, peralatan elektronik, dunia anak dan ibu, produk-produk UKM, furniture dan interior hingga hobi. Perlu diingat dalam pameran itu akan diberi diskon besar besaran,” ungkap Reza Ardiansyah, dari pihak ICE BSD pada  Jumat 27/4 /2018 pekan silam.

02 Birgi Putri Ibonk

Birgi Putri (Ibonk)

Yang tak kalah menarik adalah penampilan International Indie Music Festival (IIMF) di beberapa  venue di ICE BCD, Hajatan festival musik indie ini dikomandoi sepenuhnya oleh Deteksi Production. ”Harapannya dengan adanya IIMF di Pekan Raya Indonesia 2018 akan menjadi wadah untuk menampilkan kreatifitas para musisi indie di tanah air. Tidak hanya dalam balutan penampil lokal, namun juga akan berkolaborasi dengan para musisi indie dari negara luar.,” ungkap Harry "Koko" Santoso selaku CEO Deteksi Production.

IIMF 2018 sendiri diikuti setidaknya 30 negara peserta, dari Indonesia menghadirkan perwakilan band indie dari 15 provinsi dan mengundang penampilan band indie dari 20 kota pilihan. Selain para musisi  indie dari berbagai daerah, juga akan tampil grup musik yang sudah cukup dikenal di antaranya Fourtwnty, Danilla, Sore, Payung Teduh, Efek Rumah Kaca, Mocca, Bangkutaman dan lain lain.

Pada kesempatan yang sama, Koko juga memperkenalkan salah seorang peserta yang akan tampil di ajang IIMF, Ian Faster yang memiliki prestasi sebagai pemenang Sampoerna GoAhead Challenge 2015 asal Sukabumi, Jawa Barat. Ia nantinya akan berbagi panggung dengan kelompok band indie asal California, Amerika Serikat yakni Foxtails Brigade. Mereka nantinya akan berkolaborasi dengan membawakan lagu ciptaan Ian yang berjudul ‘Hantu di Jendela’.

03 Glenn Sinsoe Naked Souls Project Ibonk

Glenn Sinsoe - Naked Souls Project (Ibonk)

Tak hanya Ian, salah seorang pendatang baru di skena musik dalam negeri, seorang wanita cantik yang disapa Birgi Putri. Ia bartu saja merilis single terbarunya bertajuk ‘Khayalan Cinta’ yang bernuansa jazzy.

Satu lagi yang didapuk untuk memanaskan panggung IIMF 2018 adalah Naked Souls Project.  Band ini merupakan sebuah proyek dari musisi yang cukup matang dari dua sobat karib, Glenn Sinsoe dan Coki Sitompul. Duo ini sendiri sebenarnya baru saja merilis debut EP mereka secara independen.

Sempat memperdengarkan karya mereka dihadapan media, Naked Souls Project diyakini akan menjadi penampil yang memiliki greget tinggi untuk disaksikan penampilannya nanti. Bagi anda yang memang sangat menyukai ketiga musisi dan band diatas, atau memang ingin menyaksikan band-band lainnya, dapat berkunjung ke www.pekanrayaindonesia.com untuk info jadwal yang lebih jelas./ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found