http://www.newsmusik.co/profile/female2/item/1145-january-christy Foto-foto Istimewa

January Christy

Nama Yang Takkan Hilang

Tak banyak yang menyamai bakat menyanyi yang tertanam dalam diri seorang January Christy.  Suara yang khas dengan timbre yang berat, juga konsisten dalam irama pop jazz  sebagai genre musik yang digelutinya. Hal tersebut cukuplah menjadikan ingatan kita terhadapnya menancap cukup dalam. Kepergiannya ke sisi sang Khalik lalu menambah panjang nama-nama  musisi tanah air yang berpulang.

Oeken, panggilan akrab perempuan terlahir dengan nama Krestini Anggraini pada 17 Januari 1958 di Bandung. Memulai karirnya memainkan nada sejak tahun 1976. Sebelum menelusuri blantika musik tanah air, dirinya pernah mecoba peruntungan sebagai penyanyi dan memelakukan rekaman di Jerman. Kabarnya, apa yang dilakoni January Christy pada saat itu terbilang sukses. Menggandeng Dudy Iskandar, lagu ‘Only A Fool’ menjadi sebuah langkah awal yang cukup manis.

Penampilannya dipanggung ataupun untuk keperluan foto pada albumnya, January Christy muncul diluar kebiasaan, Lewat penampilan berkesan maskulin serta rambut pendek membuatnya tampil “agak” melawan arus. Tak jarang ada yang berpendapat lain terhadap gayanya tersebut. Padahal seperti yang diakui orang terdekatnya, disamping dunia musik, dirinya juga cukup tertarik dengan fashion, dan merancang sendiri pakaian yang dikenakannya.

Dalam karirnya, January Christy bukanlah seorang penyanyi yang cukup rajin menelurkan album. Tercatat hanya memiliki 4 album studio dan 1 album kompilasi. Diawali dengan menelurkan album perdana “Melayang” (1986), dan berlanjut pada “Aku Ini Punya Siapa” (1987), “Mana” (1989) dan “Tutup Mata” (1991). Tapi jangan tanya sambutan dan prestasi yang diraihnya. Tak harus menunggu lama, ia langsung saja melejit dan disejajarkan dengan penyanyi lainnya pada masa itu yang dikuasai oleh Vina Panduwinata, Harvey Malaiholo, Trie Utami, Ruth Sahanya dan lainnya.

02 January Christy IstimewaFoto-foto Istimewa

Bisa jadi disamping memang bakat, kehadiran para pencipta dan aranjer seperti James F. Sundah, Erwin Gutawa, Richard Kyoto, Bagoes AA, Randi Anwar, Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun serta yang lainnya menjadi sebuah keuntungan lain baginya, bahwa menempatkan album dan single-single yang ada menjadi hits dan terus dikenal.

Selepas vakum selama 10 tahun, pada tahun 2001, January Christy mencoba come back dengan melepas kumpulan lagu-lagunya terdahulu lewat tajuk “Putra Sang Fajar”. Menyertakan juga 2 lagu baru berjudul ‘Putra Sang Fajar’ dan ‘Tertawalah’. Walau ini seperti sebuah obat penghapus rasa rindu penggemarnya, namun album ini dirasa kurang sukses dipasaran.

Pergeseran trend musik saat itu bisa jadi saja menjadi pemicu, sedangkan January Christy masih hadir dengan formula yang sama seperti album-album sebelumnya. Lagu ‘Putra Sang Fajar’ sendiri merupakan salah sebuah komposisi yang diciptakan oleh Bagoes AA dan Seno M. Hardjo, ditujukan untuk menyanjung sang Proklamator RI, Soekarno. Baik lirik ataupun musiknya merupakan komposisi indah, yang dibungkus lewat kemegahan sebuah orkestrasi.

Balik lagi keawal karirnya, begitu banyak pujian yang dilayangkan kepada dirinya. Dari yang mengatakan bahwa suara yang dimilikinya cukup eksotis, sampai pada keberhasilannya menarik perhatian produser musik di Jerman yang telah mencetak suara January Christy dalam piringan hitam.

Kala itu, dirinya cuma menanggapi dengan sederhana semua pujian tersebut. “Buat saya yang paling penting, diatas segalanya adalah mood disaat akan menyanyi, karena dengan situsi itu saya dapat menghayati benar melodi lagu dan makna liriknya”.

03 January Christy IstimewaFoto-foto Istimewa

Secara pribadi, January Christy merupakan sosok pemalu. Dirinya cenderung tampil biasa saja di atas panggung. Bahkan, dia memilih suasana studio yang gelap saat rekaman agar tidak dilihat orang. Beberapa teman media juga mengakui hal tersebut, kalau dirinya lebih baik menghindar untuk tampil layaknya penyanyi/ musisi yang cukup tenar.

Kini, dia telah pergi dengan meninggalkan kenangan indah dihati para fans, sahabat dan musik tanah air. Kepergiannya pada Jumat (16/9/2016) di RS Hasan Sadikin Bandung silam, menuntaskan perjalanan hidupnya. Selamat jalan Oeken, abadilah segala karya yang pernah tercipta dari bakatmu…/ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found