Elly Kasim Elly Kasim (YDhew)

Elly Kasim

Jangan Malu Jadi Penyanyi Daerah

Tak banyak penyanyi daerah yang masih eksis sampai sekarang. Bisa diambil contoh penyanyi Minang yang tetap konsisten sampai kini.  Fenomena lagu asing yang masuk ke Indonesia, telah menggeser popularitas lagu daerah di negerinya sendiri. Padahal kalau boleh dibilang, tak sedikit negara luar yang  mengapresiasi lagu daerah bukan hanya lagu Minang saja.

Elly Kasim, yang sudah hampir 57 tahun berkarya di dunia musik dengan mengusung lagu daerah Minang sangat menyayangkan hal tersebut. Banyak penyanyi Minang yang putar haluan dan meninggalkan karirnya bermusik daerah sehingga tak ada yang bisa meneruskan jejaknya sebagai penyanyi Minang.

“Sebenarnya tak ada yang sulit kalau kita konsisten dengan lagu yang kita bawakan. Banyak yang bagus-bagus, tetapi kebanyakan dari mereka beralih ke dangdut atau musik lainnya. Mereka malu sepertinya membawakan lagu Minang. Kadang sudah populer lalu mereka berhenti”, ujar Elly Kasim Senin (17/7) kepada NewsMusik   di sela latihan untuk konsernya nanti.

Penyuka cabe rawit ini tetap konsisten sampai sekarang membawakan lagu daerahnya sendiri. Elly yang lahir di  Tanjung Mutiara, Agam, Sumatera Barat sampai saat ini tercatat telah merilis hampir 100 album solo. Sejak kecil dirinya sangat menyukai lagu Minang, dan mulai SMP mendengar lagu Minang dari Orkes Gumarang yang populer di waktu itu, Iapun mulai mengikuti festival lagu-lagu pop dan lagu Minang mulai tahun 1957-an dan selalu keluar sebagai juara.

02 Elly Kasim Judika YDhewElly Kasim dan Judika ((Foto: Istimewa)

Di tahun 1960, ia hijrah ke Jakarta dan memulai karirnya dengan mengikuti kejuaraan menyanyi pop di RRI dengan juri Titiek Puspa dan almarhum Bing Slamet. Tak dinyana, Elly dinobatkan menjadi juara pertama. Sejak itulah namanya mulai dikenal di industri musik tanah air. Selanjutnya ia mulai rekaman lagu Minang yang pada era itu sedang berkibar. Makin booming, setelah ia bergabung dengan orkes band Kumbang Cari pimpinan almarhum Nuskan Syarif.

Kepopulerannya sebagai penyanyi Minang tidak hanya di pelosok Nusantara, namuni sampai ke seluruh negara Asia, Eropa, bahkan Amerika dengan membawa kesenian Minang sebagai Duta Musik. Sejumlah lagu-lagunya menjadi hits. Tidak  hanya sebagai penyanyi solo, tetapi juga dipasangkan dengan penyanyi daerah lainnya seperti Tiar Ramon, Yan Bastian, Syamsi Hasan kian mengukuhkan namanya sebagai penyanyi Minang yang belum ada saingannya kala itu.

Ditengah kepopulerannya Elly sempat bergabung dengan Gumarang dan menelurkan hits ‘Bapisah Bukanyo Bacarai’, ‘Nan Bagala/ Reuni Gumarang’ pada tahun 1971. Tercatat beberapa lagunya masih terdengar sampai sekarang seperti ‘Kasiah Tak Sampai’, ‘Mudiak Arau’, ‘Ai Lap You’, ‘Kusiah Bendi’, ‘Surek Dari Rantau’, ‘Saganggam Piciang’, ‘Kasih Ndak Sampai’, ‘Tanah Jao’, ‘Ayam Den Lapeh’ dan masih banyak lagi.
 
Penyanyi berjuluk Si Ayam Den Lapeh ini, bukan hanya dikenal sebagai penyanyi Minang semata tetapi Melayupun dikuasainya. Bahkan Elly pernah tercatat di daerah Pasundan sebagai penyanyi Minang pertama kali yang mempopulerkan lagu yang berjudul ‘Peuyeum Bandung’.

03 Elly Kasim IstimewaFoto : Istimewa

Bukan hanya sekedar bernyanyi, Elly juga menambahkan musik tradisional  Minang yang kental dengan alunan tradisi saluang (suling khas Minang) ditambahkan dengan sedikit sentuhan modern, seperti lagu ‘Sinar Riau’ sehingga menjadi lebih berwarna.

Elly juga tidak hanya menyandang gelar, tetapi juga beragam penghargaan sudah diraihnya karena konsistensinya bermusik. Di usianya yang menginjak 73 tahun, Elly bukan hanya melestarikan budaya tanah kelahirannya dengan senandung lagu saja, tetapi juga sebagai duta seni. Ia berusaha melestarikan budaya Minang dengan melestarikan adat istiadat dan kebudayaan Minangkabau melalui sanggar tari asuhannya yaitu Sangrina Bundo dan Sanggar Bundo Kanduang hingga saat ini.

Jelang konsernya yang bertajuk “Menjulang Bintang 57 tahun Elly Kasim Berdendang” yang akan dilaksanakan tanggal 29 Juli 2017 di Taman Ismail Marzuki mendatang, ia masih memiliki kualitas vokal yang stabil. Konsernya ini adalah salah satu cara untuk memperkenalkan lagu-lagu Minagkabau yang populer menjadi lebih berwarna. Dimana nantinya akan dihadirkan dalam balutan bermacam genre seperti rock n roll, blues, hip hop, jazz dan lainya sehingga dapat lebih diterima oleh generasi muda sekarang.

“Jangan malu menyanyikan lagu Minang,  tidak boleh mempunyai sifat sombong, selalu rendah hati dan bersosialisasi kepada siapapun. Tetap konsisten dengan lagu daerah dengan ciri khas kalian. Jangan berubah-ubah”, pesannya kepada penyanyi muda khususnya penyanyi Minang yang sedang merintis karir./ YDhew

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found