http://www.newsmusik.co/profile/female2/item/967-ratna-listy Ratna Listy | Foto-foto Ibonk

Ratna Listy

Yakini Keroncong Selalu Lestari

Ratna Sulistyaningsih atau biasa disebut Ratna Listy lahir di Madiun pada 2 Agustus 1973. Dalam karirnya sebagai pekerja seni, Ratna tidak hanya dikenal sebagai seorang penyanyi tetapi juga merupakan seorang pemain sinetron dan presenter. Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Malang ini sampai kini masih saja terus berkiprah dengan memanfaatkan peluang yang ada didepannya.

Awal dirinya menggeluti dunia tarik suara dilakoninya ketika dirinya menang dalam sebuah  kompetisi Bintang Radio dan TV se-Jawa Timur di tahun 1989. Hal tersebut menjadi sebuah  keyakinan dalam dirinya untuk terus melanjutkan karir menjadi penyanyi profesional. Tercatat ia pernah merilis album diantaranya “Obsessy” di tahun 1998, “Adzan” tahun 2002, “Hitam Putih” tahun 2006 bersanding dengan Agus Dhukun dan sebuah album tradisional yang dibuatnya bersama Doel Sumbang dan Nini Carlina.

Lewat layar kaca, wanita dengan tinggi 167 cm ini juga telah membintangi beberapa sinetron, antara lain “Tanda Akhir Zaman”, “Menjemput Impian”, serial misteri “Pengantin Iblis”, “Shakila” dan “Perkawinan”. Ratna juga pernah menjadi presenter di dua acara  yakni  “Panorama” dan reality show ”Bedah Rumah”.

Lalu apa hubungan Ratna dan musik keroncong saat ini? Lewat alasan bahwa musik ini asli Indonesia dan keberadaanya tak lagi dilirik oleh generasi muda. Ratna pun merasa prihatin atas semakin termarjinalkannya genre ini di panggung musik nasional.

02Ratna Listy | Foto-foto Ibonk

Untuk itulah dirinya mencoba mempertahankan musik keroncong melalui cara yang terbilang unik. Ratna Listy berusaha memadukan keroncong dan dangdut alias congdut agar lebih populer di masyarakat dan pecinta musik. "Saya ingin melestarikan musik keroncong, memadukannya dengan musik dangdut yang juga banyak penggemarnya di Indonesia,” tuturnya di studio SK Production, Cilandak, Jakarta Selatan beberapa hari lalu.

Ratna melakukan hal tersebut demi menjaga keroncong sebagai warisan budaya nasional. Ia tak mau keroncong nantinya diakui oleh negara lain karena tak lagi diperhatikan oleh insan musik dan gerenasi muda. "Jangan sampai seperti warisan seni dan budaya lainnya, yang tidak kita lestarikan, tidak kita urus. Kemudian jika ada yang mengklaim menjadi milik mereka, kita malah kebakaran jenggot,” tegasnya.

Dirinya paham, jika tanpa berimprovisasi ataupun memadumadankan keroncong dengan genre musik lain akan sulit untuk membawa musik ini kembali untuk disukai. "Saya mencoba hal yang baru. Mungkin di Indonesia belum pernah ada musik keroncong dikolaborasikan dengan musik dangdut. Bukan mencari sensasi. Niat awalnya ingin melestarikan musik keroncong yang mulai ditinggalkan," ungkapnya lagi.

03Ratna Listy | Foto-foto Ibonk

Terlepas dari apakah ini sekedar sensasi ataupun memang murni keinginannya untuk kembali mengangkat musik keroncong kepermukaan, kita patut memberi apresiasi kepada Ratna Listy. Keberaniannya tersebut telah membuahkan sebuah album dengan single yang dijagokan berjudul berjudul ‘Tresno Jaman SMP’. “Kecintaan saya terhadap musik keroncong tidak pernah surut walau pun saya juga pernah membawakan lagu dangdut dan pop. Tapi, keroncong punya tempat sendiri di hati saya. Saya yakin pada suatu waktu keroncong akan ramai lagi dinyanyikan. Dengan selalu melantunkan lagu-lagu keroncong, kita sudah melestarikan seni musik asli Indonesia,” tutupnya./ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found