Beady Belle Beate S. Lech (foto: YDhew)

Beady Belle

Perpaduan Acid, Funk, Soul dan Disco

Tampil sederhana dengan kaos oblong warna hitam di Festival Java Jazz 2017 lalu, band yang berasal dari Oslo, Norwegia ini digawangi oleh Beate S. Lech (vokal dan composer), Marius Reksjø (Bass) dan Erik Holm (drum). Dibentuk tahun 1999, Beate yang bersama-sama dengan Marius belajar musik di kampus yang sama, University of Oslo. Kerap bermain musik dan tampil bersama. Beate dan Marius yang menjadi sepasang kekasih akhirnya menikah setelah beberapa tahun bermain musik bersama.

Dari awal kemunculannya musik yang mereka mainkan kerap memanfaatkan ketukan upbeat dan downbeat akar elektronik dengan sentuhan denting piano, susunan string yang manis serta harmonisasi vokal. Tak jarang mereka juga menonjolkan beberapa elemen-elemen dari genre berbeda yang mereka tampilkan. Mengusung jazz dan acid-jazz, band ini kerap memadukan elemen-elemen musik soul, funk dan disco, terkadang sedih, murung, menggoda atau bisa tiba-tiba riang.

Vokal yang dimiliki oleh Beate yang unik kerap membuat decak kagum para pendengar dan penikmat musiknya. Satu hal dalam penampilan, ada salah satu unsur yang selalu ada dan total ditampilkan, yaitu penjiwaannya dalam setiap membawakan lagu-lagunya. Perpaduan acoustic antara bass, drum dan sentuhan electronik ditambah vokal yang sensual menjadi lebih mudah dicerna baik harmoni dan liriknya. Terkadang sentuhan folk lebih terasa di dengar.

Tampil di Java Jazz kemarin NewsMusik melihat bahwa mereka menampilkan kualitas suara yang konsisten dan disiplin dalam penampilan serta pemilihan musiknya. Hal ini dilihat dari begitu lamanya mereka setting sound agar benar-benar prima pada saat mereka tampil. Dan memang benar, sewaktu tampil harmonisasi ketiganya dalam memainkan sebuah lagu terdengar sempurna, ditambah dengan penampilan yang penuh penjiwaan dan juga terkadang sang vokalis sampai meliuk-liukan badannya mengikuti irama.

02 Beady Belle Band YDhewBeady Belle Band (foto: YDhew)

Dalam perjalanannya, bernaung di label Jazzland Recording dari awal karier sudah menelurkan sebanyak 7 album, diantaranya: “Home”, “Cewbeagappic”, “Closer”, “Belvedere”, “At Welding Bridge”, “Cricklewood Broadway”, dan “Songs From a Decade” . Diantara album yang mereka keluarkan selalu mendapat respon bagus dari para kritikus musik jazz.

“Home” yang dirilis tahun 2001 dikeluarkan di seluruh Eropa dan juga di Jepang, Korea dan Kanada. Kemudian juga di Australia. Sejak saat itu Beady Belle diberikan penghargaan oleh Universal International sebagai band European Priority dan dari situ Beady Belle melakukan perjalanan ke seluruh dunia  untuk pertunjukan musik mereka.

Album “Cewbeagappic” dirilis tahun 2002, album ini muncul sebagai upaya untuk mendeskripsikan musik Beady Belle yang komplit tapi mudah, hitam dan putih, dengan sentuhan acoustic dan groovy dengan improvisasi yang lebih teratur.

Di album yang ke-3, “Closer” dirilis tahun 2005, Beate dan Marius semakin menyempurnakan kreatifitas mereka. Suara bass yang lebih tajam dan lebih jelas dan mencoba untuk membuat sebuah album yang lebih mudah lagi dipahami sehingga lebih dekat dengan penggemarnya. Selain dalam hal musik para anggota band juga  mengalami sejumlah perubahan, hal ini disebabkan karena Beate menjadi seorang ibu  yang sedikit banyak mempengaruhi album terbarunya. Perubahan besar lainnya adalah bertambahnya anggota band baru, dengan masuknya  Erik Holm sebagai drummer.


03 Beady Belle Band YDhewBeady Belle Band (foto: YDhew)

Karier internasionalnya berawal sejak menjadi band pembuka pada tour Jammie Cullum di tahun 2005 yang pada waktu itu mengadakan tur di Eropa. Pertemuan itu akhirnya membawa band Beady Belle muncul di beberapa konser di Jerman, Prancis, Norwegia, Swedia dan Denmark.

Ditengah menikmati dukungan dan dorongan dari beberapa musisi dan seniman internasional, pada tahun 2006 mereka berkolaborasi dengan India Arie dan berduet funky dengan single ‘Self-Fulfilling’ yang ada di album keempat Beady Belle “Belvedere”. Single pertamanya menampilkan Jammie Cullum dengan judul ‘ Intermission Music’

Di album ke-lima “At Welding Bridge” yang dirilis tahun 2010 bulan September, merupakan perpaduan atau penjelasan antara tiga album pertama, dan sisi lain pada album ke empat. Di album ini musik yang ditampilkan kebanyakan memasukan unsure musik country dengan melihat dari negara asalnya, dengan menambahkan gaya jazz murni terkini dengan getaran yang lebih smooth dan keren.

Lagu dari band ini cukup dikenal juga di Indonesia seperti ‘Marbels’, ‘Almost’, ‘Incompatible’, ‘Ghosts’, ‘Castle’, ‘Closer’ dan ‘One and Only’, seperti yang dibawakan di Java Jazz lalu. Dalam perjalanannya bermusik, band ini selalu menghasilkan musik yang berbeda, berevolusi dengan menambah elemen dan unsur baru, dan perlahan menciptakan sebuah karya musik yang semakin solid dan percaya diri namun tetap konsisten sampai sekarang./ YDhew

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found