Starwick Starwick (Istimewa)

Starwick

Kisah Panjang Dalam Enam Track

Starwick bukanlah nama baru di skena musik independen Jakarta. Terbentuk sejak 2004, band yang pada 2011 solid dengan formasi Dindin (gitar vokal), Arvi (bass), Arman (gitar), dan Anto (drum, vokal) di kenal sebagai salah satu kompatriot pengusung geek rock. Setelah lama tidak terdengar kiprahnya, kuartet ini  kembali dengan sebuah karya terbarunya yang di kemas dalam debut mini album.

Masih dalam benang merah karya yang mereka tunjukkan, EP ini menyuguhkan distorsi rapat dengan ketukan catchy. Ada enam track karya yang bisa dibilang menjadi rangkuman dari perjalanan Starwick yang tidak bisa dibilang pendek.

"Sebenarnya sejak 2011 sampai 2013 itu kami terus melakukan proses recording, tapi memang belum waktunya aja kali yah. Sehingga hanya lagu 'Just Fair' yang bisa diselamatkan dan kemudian menjadi rilisan Bah! Records (A Typical Moment You Would be Happy to Put on Repeat Compilation, 2012)," ulas Dindin.

Sejak tahun 2004 sampai 2012, mereka cukup sering menyebar materi di beberapa kompilasi bahkan situs-situs media social. Nah beberapa materi lawas tersebut mereka pertemukan dengan sejumlah materi baru dalam sebuah judul “Picture of Tomorrow”.

02 Starwick Pictures Of Tomorrow Istimewa

Starwick-Pictures Of Tomorrow (Istimewa)

Tak mau patah arang, utang rekaman yang sempat terbengkalai pun dilanjut dua tahun setelahnya Masih menjumpai kendala, proses rekaman pun dimulai kembali pada 2017. Semangat dan tanggung jawab jadi alasan mereka kenapa EP ini harus selesai.

"Sejak pertengahan 2015 kami selalu komit untuk workshop dan menyusun demo di rumah Anto, hampir setiap Sabtu pagi sampai siang. Karena ngeband harus ada pertanggungjawabannya. Nah karya dalam bentuk EP pertama ini, adalah bentuk tanggung jawab atas waktu, pemikiran dan alat-alat musik selama band ini berdiri," tandas Dindin lagi.

Dalam penggarapan EP ini, mereka melibatkan juga Ario Hendarwan (The Adams) yang menjadi mixerman merangkap produser mendampingi empat personel Starwick. Tentunya dibantu juga Rully Pratama Putra, Gigih Suryoprayogo (The Adams), dan Pandu Fathoni (The Adams, Morfem) yang menjadi sound engineer selama proses rekaman berlangsung di Studio Ario Bekasi and Studio Teras Belakang Tangerang.

Adapun proses mastering dikerjakan oleh Steve Corrao di Sage Audio, Nashville, Tennessee, Amerika Serikat. "Kami memang enggak punya time table rekaman. Tetapi setiap ada waktu luang dari pekerjaan dan keluarga pasti kita selalu 'setor' ke Ario, jadi secara standar dan estetika semua terjaga melalui satu pintu. Ario sebagai produser pun bisa menempatkan potensi personil untuk memaksimalkan sebuah karya.

Tema yang diangkat dalam "Picture of Tomorrow" lebih dari separuhnya adalah tema sosial ketimbang personal. Seperti pada lagu ‘Just Fair’, yang menyelipkan pesan kalau korupsi tidak melulu hal besar. Malah kerap terjadi dalam keseharian dan dianggap sepele seperti mencontek atau buang sampah sembarangan. Ada pula cerita tentang sudut pandang mereka atas kasus yang menjerat politisi Demokrat, Muhammad Nazaruddin lewat lagu ‘How The Story Ends’.

03 Starwick Istimewa

Starwick (Istimewa)

Sedangkan track ‘Picture of Tomorrow’ yang jadi nama untuk EP ini diambil dari momen letihnya pulang kerja yang kemudian sirna karena keceriaan anak di rumah. Lewat lagu ini mereka hendak berpesan kalau masa depan harus lebih baik.

Mini album ini kemudian jadi penegas kalau kuartet yang senang disebut sebagai kelompok rock senangsenang ini masih ada dan terus berkarya. Tak cukup di debut "Picture of Tomorrow", karya mereka pun akan dihadirkan lagi lewat EP sequel yang akan digarap kemudian.

"Konsepnya memang double EP dengan lagu-lagu lama di EP pertama dan lagu baru di EP kedua. Jadi target jangka pendeknya adalah perekaman lagu-lagu baru untuk materi EP kedua. Tapi tanggung jawab utama sebagai orang tua tetap harus dijaga. Maklum kita band bapak-bapak," ucap Dindin sambil tertawa.

Ekspektasi besar pun disematkan dengan keinginan tur Indonesia bareng band idola mereka. Album yang covernya digarap oleh Ridwan Rau-Rau dan lay out oleh Eko Siswanto ini pun akan dirilis pada 21 April 2018 mendatang dalam format cakram padat.

Berikut keenam lagu yang disemat dalam Picture of Tomorrow EP:
1. Intro-Domestic Violence
2. One with Harmony
3. Just Fair
4. Star
5. Picture of Tomorrow
6. How the Story Ends/ Dek

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found