D’Cinnamons Foto-foto Teza

D’Cinnamons

Interaksi, Kutukan hingga Idealisme Bermusik

 

Mungkin masih cukup lekat dalam ingatan kita, sebuah lagu yang berjudul ‘Kuyakin Cinta’. Lagu yang memang melekat cukup kuat di telinga pemerhati musik Indonesia dan D’Cinnamons-lah yang menghadirkannya di blantika musik negeri ini. Meskipun tergolong minimalis, penampilan dari trio unplugged ini sangatlah menghibur dan terlihat natural. Mereka hadir dengan berbagai karya musik easy listening, ditambah juga dengan karakteristik vokal yang sungguh soulful.

Hanya berselang beberapa bulan saja, D’Cinnamons kembali membuat kejutan pasca mengeluarkan single ‘Selamanya Cinta’ dari OST Cintapuccino. Lagu itu bahkan sempat menobatkan mereka menjadi pemenang soundtrack terfavorit dan menyabet penghargaan Indonesia Movie Awards 2008. Tak ayal, album perdana “Good Morning” yang awalnya hanya ditargetkan dengan penjualan 35.000 keping, justru membengkak terjual ke angka 70.000 copies.

Menurut Diana Widoera atau yang lebih akrab disapa dengan nama Dodo ini pun mengutarakan, “Adalah sebuah moment yang tepat. Pada saat itu memang belum terlalu banyak band yang tampil akustik. D’Cinnamons tampil fresh dan menurut saya ini keberuntungan bangetlah, semua berkat Tuhan” jawabnya.

Belum lama ini NewsMusik sempat bersua dengan Dodo, Ismail Bonaventura (Bona), dan Riana Mayasari (Nana). Ketiganya adalah punggawa inti D’Cinnamons. Ngobrol santai dengan band asal Bandung ini banyak diselingi oleh gelak tawa. Ketiganya memang memiliki sense humor yang cukup baik. Terlebih ketika melihat performa apik mereka diatas panggung, ada keterkaitan interaksi emosi yang sangat baik diciptakan antara sebuah band dengan penontonnya.

“Setelah beratus-ratus kali tampil diatas panggung, kalau bisa kita simpulin sebenarnya semua balik-baliknya lagi ke interaksi. Di panggungkan under the spot light banget, semua bisa melihat apa yang terjadi pada kita. Jadi kalau seumpama penampilan kita terasa tidak bersemangat, melembek coba   rilex-lah. Lalu berinteraksilah dengan penonton. Itu akan menaikkan semangat kita, itu adalah hal yang paling penting menurut kita,” ucap Dodo kepada NewsMusik.

02 DCinnamons TezaFoto-foto Teza

Di tengah masa kehamilan yang kini sudah memasuki bulan kedelapan, menjadi daya kuat tersendiri melihat Dodo yang justru tampil all out dalam hal menghibur para penggemarnya. Seperti saat melihatnya sangat komunikatif, turut melibatkan emosi penonton. Sampai-sampai penonton ikut naik ke atas panggung. Panggung musikpun terlihat bukan hanya milik si musisi sendiri, adalah milik keduanya yang saling terlibat harmonisasi dalam musik.

Ia lalu bercerita tentang pengalamannya terdahulu, saat D’Cinnamons harus idealis hanya membawakan lagu-lagunya sendiri dan memilih “non komunikasi” dengan penonton. Tidak pula mengajak mereka ikut  bernyanyi bareng. Akhirnya setelah sekian lama, Dodo cs menyadari begitu pentingnya mengkombinasikan musik dengan interaksi. Menurutnya ada bayak lagu D’Cinnamons yang sangat interaktif dan dapat dituangkan untuk bernyanyi bersama.

Dalam aksi panggungnya, mereka juga menyelipkan lagu-lagu terbaru. Walaupun sekiranya banyak penonton yang belum hafal tetapi yang terpenting baginya adalah penonton harus dilibatkan. Mulai dari D’Cinnamons detik pertama naik panggung hingga akhir pertunjukan.

Balik ke tahun 2005 disaat mereka mendapat sebuah kesempatan untuk gigs, interview sekaligus mempromosikan single ‘Loving You’ di salah satu radio lokal Bandung. Namun, pada saat itu justru nama dari band ini belum ada. Nama D’Cinnamons tercetus adalah sebuah kecelakaan yang bagus. Berawal dari Dodo yang meminta saran kepada temannya, untuk memberikan referensi nama band untuk proyek akustiknya itu. Lalu tercetuslah nama Cinnamon, yang diyakini berasal dari bahasa latin dan memiliki arti kayu manis. Menurut Bona, D’Cinnamon itu dapat dianalogikan membawa suatu esensi yang memberikan rasa unik nan khas dalam bermusik.

Vokalisnya pun mengakui, sangat bersyukur dan senang jika suaranya di lagu ‘Loving You’ akhirnya dapat mengudara juga di radio-radio dan dapat didengar oleh masyarakat. Ia juga tidak menyangka D’Cinnamons akan populer, mengingat banyaknya musisi Indonesia yang lebih jago secara kualitas dan  skill dibandingkan mereka mereka yang berangkat bermusik secara otodidak.

03 DCinnamons TezaFoto-foto Teza

Pada awalnya band ini beranggotakan Dodo, Laut dan Bona. Sebelum tenar, D’Cinnamons kerap manggung dari kampus ke kampus, café  hingga foodcourt dengan bayaran Rp.150.000/gigs. Ketekunan dalam bermusik membawa mereka hingga suatu hari menandatangani kontrak dengan sebuah label musik ternama di Jakarta. Hal yang cukup disayangkan ialah, formasi ini hanya mengemas album “Good Morning”. Periode 2008-2009 awal, Laut menyatakan undur diri dari D’Cinnamons lantaran harus menikah dan pindah lagi ke Jakarta.

D’Cinnamons masih menyisakan Dodo dan Bona, yang kompak dan mengambil keputusan untuk terus berjuang melanjutkan kiprah bermusiknya. Duo ini sempat menghasilkan 2 buah lagu cover yakni, ‘Galih dan Ratna’ dan ‘Damai Tapi Gersang’ di tahun 2010. Mereka terus beraksi dari panggung ke panggung, sembari mencari figure yang tepat untuk mengisi kekosongan di pos pemain bass.

“Saya sempat menyerah, 2 tahun tidak menemukan seorang bassis. Band tuh seperti keluarga, satu keluar itu nggak akan pernah sama lagi dalam hal musik. Termasuk sampai sekarang pun juga.   D’Cinnamons nggak akan pernah sama dengan yang dulu. Pada saat mood saya drop, bahkan down itu terbawa hingga kesegalanya. Sewaktu manggung saya sempat marah-marah terbawa emosi, karena D’Cinnamons yang saya cita-citakan itu bukan lagi seperti yang dulu, hal itu cukup menyiksa. Suatu hari saya sempat bilang ke Bona, D’Cinnamons ini musti musti udahan atau bubar,” ungkap Dodo.

Hanya selang beberapa hari pasca melontarkan nada frustasi tadi, D’Cinnamons mendapat sebuah message di Facebook yang dikirim oleh Riana Mayasari atau Nana, berisikan perihal melamar job sebagai pemain bass tetap di D’Cinnamons. Lalu kedua punggawanya pun mengutarakan pada Nana untuk  datang ketika D’Cinnamon latihan. Saat itu Nana datang membawa bas elektrik. Ia merupakan seorang pemain bass wanita dan berangkat dari genre music metal.

Prosesnya dapat dikatakan berjalan cukup singkat, dengan inti akustikan lebih baik memakai alat bass akustik saja di D’Cinnamons. Nana pun menjawab tantangan itu dengan mempelajari lagi soul bermusik unplugged. Hingga pada Mei 2010, ia pun resmi didaulat sebagai pemain bass tetap di band. Mereka bertiga akhirnya berkonsentrasi kembali guna masuk lagi ke dapur rekaman dan pada akhirnya D’Cinnamons berhasil mengeluarkan album keduanya, dengan tema “Atlantis”.

04 DCinnamons TezaFoto-foto Teza

Kabar terbaru sekarang ini, D’Cinnamons telah komplit merampungkan materi di album ketiga. ‘Warna Warni Cinta’ dipilih menjadi single utama, sebagai pemanas pre launcing album terbarunya ini. Menoleh lagi kebelakang, setiap tahunnya mereka selalu mencoba untuk merekam lagu-lagu demo terbaru. Namun pihak label belum juga merilis album ini. Bagi trio ini, mengcover lagu orang sebenarnya cukup susah bahkan bebannya justru lebih berat. Apalagi jika tidak lebih baik dari lagu aslinya. Label besar kemungkinan tidak mau mengambil resiko dan biasanya terlebih dahulu mengeluarkan single, sebelum merilisnya di album fisik.
   
“Antara idealisme dengan industri. Label ingin kita mengcover lagu lama seperti yang sudah kita rekam selama ini. Mungkin itu yang industri inginkan, D’Cinnamons mengcover lagu orang lain. Tetapi, sebagai musisi kita pengen punya lagu sendiri, ada idealisme sendiri. Walaupun lagu itu kurang sukses tapi kita tetap bangga punya karya sendiri dapat dicetak dan diperdengarkan ke masyarakat. Kalau single itukan hanya satu lagu dan kurang menggambarkan keseluruhan band. Lain dengan album, yang tentunya akan membuat pendengar lebih mengerti identitas dari band itu sendiri,” tutupnya.


Akustikan itu adalah sebuah kutukan bagi kami dalam hal yang positif. Kami dikenal orang karena akustik, jadi janganlah menyia-nyiakan anugerah dari Tuhan ini. – D’Cinnamons”/ Teza

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found