Goodbye Felicia Foto-foto Yose

Goodbye Felicia

Nama yang Lahir dari Sebuah Judul Film

 

Begini cuplikan adegan dalam film Friday yang dirilis 21 tahun lalu, tepatnya 1995. Dua karakter, Smookey (Chris Tucker) dan Craig Jones (Ice Cube), tengah asyik nongkrong sambil menghisap “sesuatu”. Tiba-tiba datanglah perempuan bernama Felisha yang tidak mereka harapkan. Smookey meladeni obrolan Felicia dengan ogah-ogahan. Sementara Craig hanya mengucapkan dua patah kata yang dengan tegas menghindari percakapan dan mengusir, “bye Felicia.”

Kalimat ini kemudian menjadi begitu populernya digunakan banyak orang. Bahkan bagi mereka yang belum pernah sekalipun menonton film Friday. Menurut data yang dikeluarkan oleh Google Trend di tahun 2015, lebih banyak orang yang mencari kalimat tersebut selama dua tahun belakangan.

Kepopuleran kalimat tersebut juga memikat hati Anakku Lelaki Hoed alias Ale. Dia terpincut dengan kalimat itu dan begitu membekas diingatannya. Sehingga ketika dia memutuskan untuk membuat band, nama itu pun kemudian dipakainya. Tapi dia tidak mau memakainya dengan begitu “telanjang”. Hasilnya adalah Goodbye Felicia.

Ale mengajak adiknya, Pria Bernama Hoed alias Abe, untuk bergabung. Pembagian tugas dengan gitar dimainkan oleh Ale dan drum digebuk Abe. Sementara untuk instrumen lain serta vokal mereka mengajak beberapa teman sekolahnya.

Menarik bila mengetahui apa latar belakang Ale memilih gitar sebagai instrumen yang dikuasainya. Berawal dari karena dia diejek oleh teman-teman karena tidak bisa memainkan gitar. Akhirnya Ale pun menantang dirinya sendiri dan kemudian berhasil memainkan gitar. “Dulu pas kelas lima SD temen-temen pada bisa main gitar, terus aku diledekin karena enggak bisa. Tertarik karena temen-temen pada bisa main gitar, ya udah belajar deh” terang Ale.

2Foto-foto Yose

Bila menilik nama belakang Ale dan Abe, sudah pasti akan banyak yang mengarahkan nama tersebut kepada Anto Hoed. Ya, memang tidak salah alamat bila ditujukan kepada pembetot bass di band Potret. Mereka berdua adalah anak pasangan Anto Hoed dan Melly Goeslaw.

Ale sudah siap menerima resiko bila mereka hanya mendompleng nama besar orang tuanya. Namun keduanya berusaha membuktikan bahwa mereka juga bertekad memulai dari nol. Mereka menjalankan apa disukai dengan santai karena hanya untuk bersenang-senang saja saat ini.

“Tapi kita enggak mau tiba-tiba terkenal. Kita juga mulai dari nol. Kita usaha kayak latihan,” tegas Ale menepis anggapan mereka hanya membawa nama besar orang tua. “Ini band cuma buat seru-seruan doang kayak pulang sekolah nge-band bareng,"

Mereka tak bisa menolak bila kemudian Anto dan Melly melibatkan Goodbye Felicia untuk terlibat dalam soundtrack Ada Apa Dengan Cinta 2. Ale dan Abe diminta memilih satu dari dua lagu lama yang pernah masuk di Ada Apa Dengan Cinta. Mereka pun memilih ‘Bimbang’.

Dalam proyek ini, Goodbye Felicia mengajak seorang perempuan teman sekelasnya, Stephanie Poetri atau Meni, sebagai vokalis. Karena sudah kenal, dalam prosesnya mereka tidak kesulitan dalam menemukan kecocokan.

3Foto-foto Yose

Keseharian Meni juga ternyata tidak jauh-jauh dari dunia musik. Dia adalah anak dari Titi Dwi Jayanti. Siapa yang tidak mengenal nama itu. Seorang wanita yang telah direken sebagai diva dalam industi musik Indonesia dengan pengalaman bermusik puluhan tahun.

Sama seperti Ale dan Abe, Meni pun tidak ingin dibandingkan dengan ibunya. Dia ingin melakukan hal-hal yang terserah dirinya saja.  “Aku selalu coba berbagai pilihan, kan aku masih muda. Suara aku tuh beda sama mamah. Kalo misalnya disuruh nyanyi lagu mamah aku tuh gak suka,” kata Meni.

Untuk ke depannya, baik Goodbye Felicia maupun Meni masih belum tahu apa langkah berikutnya setelah proyek kerjasama ini selesai. Goodbye Felicia masih belum merencanakan untuk serius berkarir di dunia hiburan. Belum berniat menjadikan musik untuk mencari uang.

Bila menilik umur mereka yang masih belasan tahun, tampak wajar bila mereka memang masih ingin bersenang-senang bermusik. Semoga saja mereka tidak kaget dan gagap ketika suatu saat berniat serius bermusik dan menghadapi riuh rendah industri musik. /yoseR

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found