http://www.newsmusik.co/profile/group-band/item/907-zelda Zelda | Foto-foto Fattah

Zelda

Cerita dari Vokalis Cewek sampai Mini Album

Bermusik sebagai band indie di Indonesia, memang bukanlah hal yang mudah. Seperti juga dirasakan oleh band asal Jakarta, Zelda. Namun dengan filosofi yang sederhana ’’bermusik itu menyenangkan” band yang beranggotakan Ibhay (gitar, vokal), Yazid (bass), Erwin (drum), dan Bona (gitar). Filosofi tersebut akhirnya sanggup membuka jalan bagi mereka untuk menjadi salah satu band yang meramaikan blantika musik di tanah air. Meskipun sulit, mereka solid dan kompak untuk terus berkarya. Musik-musik yang mereka mainkan juga terdengar penuh semangat, sangat menggambarkan karakter dari band yang terbentuk tahun 2015 lalu ini.

Zelda sendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 2011 silam, dengan formasi Ibhay (gitar, vokal), Amir (bass), Ryan (gitar), Vian (drum), namun karena kesibukan masing-masing personilnya,  band ini akhirnya harus vakum pada tahun 2011, dan hanya menyisakan Ibhay. Selama beberapa tahun, leader Zelda ini seorang diri berusaha mencoba membangun kembali band yang sudah menjadi impiannya. Banyak musisi yang coba direkrut Ibhay untuk bergabung, namun sulit menemukan musisi yang mau berkarir sebagai musisi di band indi, apalagi Zelda sendiri saat itu harus memulai kembali perjuangannya dari nol.

Hingga akhirnya pada tahun 2014, Yazid yang memiliki visi sama dengan Ibhay, setuju untuk bergabung sebagai bassis. Setelah itu, setahun berikutnya, Erwin dan Bona hadir melengkapi Zelda, sebagai drummer dan gitaris. ’’Setelah Zelda vakum, sambil mencari-cari personil, saya coba buat lagu baru dengan meninggalkan konsep yang lama. Cukup sulit untuk menemukan musisi yang mau berkarir indie, yang jago sih banyak, tapi nggak ada yang satu visi. Hingga akhirnya, saya ketemu Yazid, Erwin, lalu Bona, dan lahirlah Zelda yang sekarang,” tutur Ibhay saat ditemui NewsMusik setelah latihan di sebuah studio di bilangan Pasar Minggu.

02Zelda | Foto-foto fattah

Berbicara soal nama, Ibhay menjelaskan, bahwa pemilihan nama Zelda karena konsep awal dari band tersebut, berkeinginan membuat grup dengan perempuan sebagai vokalisnya. Zelda sendiri memiliki arti ksatria perempuan dalam mitologi Yunani kuno. Namun seiring berjalannya waktu, Ibhay yang semula hanya mengisi kekosongan pada bagian vokal karena belum menemukan vokalis perempuan, menjadi lead singer Zelda hingga sekarang.  ’’Awalnya sih, saya cuma sementara isi vokal sambil nyari vokalis cewek, tapi karena nggak nemu-nemu, dan orang-orang udah sangkaanya saya yang nyanyi sambil main gitar di Zelda, akhinya sampai sekarang formatnya seperti ini,” ungkap Ibhay.

’’Tahun 2015, saat formasi yang sekarang terbentuk, sebenarnya ada keinginan buat ganti nama. Tapi setelah dapat banyak masukan dari temen-temen dan karena udah nyaman dengan nama Zelda, akhirnya kita urungkan niat tersebut,” tambahnya.

Tidak lama setelah terbentuk kembali, Zelda merilis mini album yang berjudul ’’Sejiwa” pada awal tahun 2016 lalu. Mereka merogoh kantung sendiri umtuk membiayai produksinya. Lagu-lagu yang ada dalam mini album ini antara lain, ‘Sejiwa’, ‘Gak Takut’, ‘Funky Fatty’, ‘Stagnasi Komplikasi’, ‘Gimme Your Love’. Merilis tak kurang dari 200 keping mini album, dan untuk distribusinya mereka menjualnya secara online dan digital.

Saat ditanya rencana untuk album baru, Ibhay mengatakan, mereka sudah berencana untuk hal tersebut, namun rencana dalam waktu dekat ini, adalah launching mini album terlebih dahulu. ’’Sebenarnya, waktu itu kita ada tiga pilihan, mau rilis single, EP, atau full album, namun setelah kita pikirin matang-matang, kita ambil jalan tengahnya dan yang paling cocok untuk Zelda sekarang ini, akhirnya rilis mini album dulu,’’tutur Ibhay

Selain finansial, saat ini kendala yang dihadapi Ibhay dan kawan-kawan adalah waktu untuk bertemu, karena para personilnya memiliki kesibukan lain diluar band. Dalam satu minggu, mereka hanya bisa bertemu di akhir pekan, dan itu termasuk waktu untuk latihan. Namun Ibhay mengaku bersyukur, dengan teman-teman sebandnya saat in, karena masih bisa kompak, dan menyempatkan waktu mereka untuk Zelda.

Sang bassis, Yazid yang sehari-harinya bekerja disebuah bank swasta menjelaskan, mereka bahkan rela mengambil cuti kerja, jika harus manggung pada hari-hari reguler. ’’Sekarang ini kendalanya lebih mencocokan waktu, soalnya kan kita punya kesibukan masing-masing. Kita ketemu seminggu paling banyak dua kali, dan hari minggu itu sudah harga mati buat latihan,” ujar Yazid.

03Zelda | Foto-foto fattah

Dengan influence musik yang berbeda-beda setiap personilnya, seperti Led Zeppelin, AC/DC, Gun’s N’ Roses, hingga God Bless, sehingga membuat cita rasa musik Zelda menjadi kaya dan unik disetiap lagunya. Meskipun terkesan Rock n Roll, Ibhay mengungkapkan, bahwa dia dan teman-temannya tidak terlalu terpaku hanya satu jenis. Hal ini memang terasa dari lagu-lagu di mini album mereka yang memiliki beat berbeda, mulai dari slow beat, middle, hingga up beat. Mereka juga mengaku masih akan mengeksplor lagi gaya musik mereka kedepannya.

’’Untuk genre, saya dan anak-anak fleksibel dalam mengusung gaya bermusik. Tidak terpaku hanya pada satu jenis musik. Karena itu, kita akan terus mengeksplor musik Zelda untuk kedepannya,” jelas Ibhay.

Ditanya soal masuk kedalam major label, Ibhay menuturkan, tidak menutup kemungkinan untuk mencoba jika ada peluang suatu hari nanti. Menurutnya, banyak band indie yang meskipun masuk ke major label, masih bisa mempertahankan idealisnya, karena label hanyalah sebagai jembatan antara band dengan pendengarnya. Namun, untuk saat ini Zelda sendiri, merasa masih nyaman untuk berkarya dijalur indie, karena masih banyak hal – hal yang harus dibenahi terlebih dahulu.  ’’Untuk sekarang sih, kita masih nyaman dijalur indie, namun tidak menutup kemungkinan, kalau suatu hari nanti ada major label yang ajak gabung. Karena label menurut saya hanya sebagai wadah, dan ujung-ujungnya kita sendiri yang main musiknya,” ungkap Ibhay.

Saat ini Zelda sedang sibuk latihan dan mempersiapkan materi-materi baru untuk album mereka nanti. Selain itu mereka juga berencana untuk membuat video klip keduanya, yang sedang dalam proses pemilihan lagunya. Video klip pertama mereka dengan judul ‘Sejiwa’, dibuat secara indie dengan bantuan dari teman-temannya, tanpa budget yang besar.

Ibhay dan personil Zelda lainnya, merasa bersyukur, atas banyaknya dukungan dan pertolongan dari banyak pihak selama ini. Hal ini juga membuat motivasi Zelda, untuk terus berkarya dan menghasilkan musik-musik berkualitas, menjadi semakin besar. Selain album, rencana mereka dalam waktu dekat ini adalah membuat workshop dan melaunching mini album Zelda./ Fattah

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found