http://www.newsmusik.co/profile/group-band/item/970-keroncong-7-putri Foto-foto Yose

Keroncong Tujuh Putri

Perempuan-Perempuan Muda Berkeroncong Ria

Keroncong itu musik orang tua. Tentu pemeo tersebut sudah sangat akrab di telinga dan berlangsung bertahun-tahun. Akibatnya keroncong nasibnya seperti bintang, tidak terlihat tapi tetap ada. Itu juga karena semangat dari para musisi keroncong senior untuk tetap melestarikannya. Lalu anak mudanya? Hanya segelintir saja yang peduli.

Di antara segelintir itu adalah tujuh orang perempuan muda : Gina (cak), Rachma (vokal), Intan (contra bass), Lisa (cello), Marsha (gitar), Prilia (cuk) dan Tria (vokal, flute). Mereka bergabung dalam sebuah grup keroncong yang mengusung nama Keroncong Tujuh Putri (KTP) yang terbentuk di tahun 2014 silam.

Bisa dikatakan adalah Happy Salma yang mempunyai andil di awal terbentuknya K7P. Dia bersama rumah produksi Titi Mangsa membuat sebuah acara bertajuk Monolog 8 Wanita di Galeri Indonesia Kaya di tahun 2014. Happy kemudian meminta bantuan kepada Uge untuk mencari grup keroncong yang beranggotakan perempuan.

Uge kemudian menghubungi Marsha dan Lisa yang kebetulan adalah adik kelas di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Lalu Lisa bergerak cepat memilih teman-temannya di Jurusan Seni Musik. Terpilihlah nama-nama yang telah disebutkan sebelumnya. Namun waktu itu departemen vokal masih diisi oleh Gita. Rachma kemudian masuk menggantikan setelah Gita mengundurkan diri.

02Foto-foto Yose

Dengan formasi awal yang telah terbentuk, nama yang diusung pun bukan seperti yang dikenal sekarang. Awalnya dengan usulan Uge diberi nama Keroncong Poetri. Perubahan nama menjadi K7P yang dikenal sekarang adalah karena masalah hak kepemilikan nama. Keroncong Poetri boleh dipakai bila mereka bergabung dengan manajemen Titi Mangsa. Namun karena mereka memilih untuk jalan sendiri, berganti menjadi K7P.

Kenapa memilih keroncong itu pun sebenarnya mengalir begitu saja. Di jurusan seni musik yang mereka tempuh, keroncong adalah salah satu materi perkuliahan. Setelah tercebur di K7P, baru akhirnya mereka memutuskan untuk belajar keroncong lebih banyak lagi. Kali ini tidak hanya teori namun langsung di atas panggung dan memperbanyak jam terbang.

K7P yang awalnya hanya proyek untuk satu acara, ternyata membuka kesempatan lain. Mereka malah semakin laris ditanggap ke berbagai acara. Karena itu K7P pun memutuskan untuk serius menjalankan grup ini tidak semata hanya untuk sebuah proyek kemudian bubar.

Salah satu festival jazz tersohor di Indonesia, Jak Jazz 2014, masuk dalam daftar pentas yang pernah mereka lakoni. Juga menjadi salah satu pengisi acara di konser 40 tahun Sundari Soekotjo di bulan April silam. Selain itu mereka juga kerap mengisi acara perusahaan, kedutaan maupun perseorangan.

Cepat melesatnya perjalanan bermusik K7P dengan tampil di berbagai panggung tak sepenuhnya berjalan mulus. Ada suara-suara sumbang yang entah karena iri atau kecewa, menyindir K7P sebagai grup keroncong mahal dan eksklusif. Tapi karena kenyataan di lapangan tidak seperti itu, K7P tetap maju jalan tak peduli dengan anggapan miring tersebut.

03Foto-foto Yose

Salah satu formula kesuksesan K7P sehingga laris ditanggap tampaknya karena mereka menyuguhkan keroncong yang segar. Hal ini diterapkan dengan cara mengkeroncongkan lagu-lagu populer dalam dan luar negeri. ‘Happy’ milik Pharrel Williams, ‘Crave You’ (Flight Facilities), ‘Bongkar’ (Iwan Fals), serta ‘Could It Be’ (Raisa) adalah untuk menyebut beberapa di antaranya. Serta tentu tidak lupa tetap membawakan lagu-lagu keroncong asli.

Tidak mau terlena hanya dikenal berkat lagu-lagu orang lain, K7P sudah berani untuk membuat dan membawakan lagu sendiri. Lucunya mereka bahkan belum memiliki judul yang pasti untuk lagu orisinal itu. Namanya juga anak muda ya, urusan nama belakangan yang penting eksis dulu. /yoseR

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found