Dr. Bramundito Dr. Bramundito (Foto: Ibonk)

Dr. Bramundito

Musik Adalah Penyeimbang

 

Jangan tanyakan soal musik padanya, karena itu merupakan dunia yang sangat dipahaminya. Tempat dimana dirinya mendapatkan sesuatu yang berbeda, yang menjadikannya mampu untuk menjalani rutinitas yang kerap bikin jemu. “Musik bagi saya adalah penyeimbang”, dan kalimat itulah yang menjadikan seorang dokter Bramundito Abdurrachim, Sp.Og dapat melakoni dua dunia sekaligus... dokter dan musisi.

Dr. Bram, itu sapaan akrab dirinya, sudah main musik sejak SMP bersama kawan-kawan seumurannya. Seperti diakuinya, beberapa musisi senior tanah air adalah temannya nge-band. Satu yang tak biasa memang profesinya sebagai dokter ahli kebidanan dan kandungan, cukup senior malah. Diluar rutinitasnya tersebut dirinya malah mampu menghasilkan album rekaman, sampai 3 album malah.

Kelahiran Jakarta, 6 Mei 1962 ini mengawali debut albumnya lewat karya perdananya bertajuk “Dunia Baru” pada 2008 silam. Album tersebut berisikan 12 lagu yang semuanya hasil karyanya. Berawal dari keisengannya untuk merangkum lagu-lagu ini sebagai koleksi pribadi. Namun kala itu, menurut Andy Bayou, yang juga sahabatnya menganggap bahwa lagu-lagu sang dokter sangat terasa komersil, sayang kalau cuma disimpan.

Nah, akhirnya dibuatlah album “beneran” dan menghasilkan beberapa hits seperti ‘Lama Kunanti’ yang disuarakan Matthew Sayersz. Lalu ada suara khas, Ivan Nestorman lewat judul  ‘Bersemi di Bali', dan ‘Jangan Harap’ yang dibawakan Tompi. Dalam album ini pula, ia menggandeng beberapa musisi berpengalaman selain Andy ada Yudhistira Arianto, almarhum Ade Hamzah dan Tohpati.

Sekitar tiga tahun kemudian, Dr. Bram kembali meluncurkan album keduanya lewat tajuk “Perjalanan Panjang”. Memasukkan tak kurang dari 11 lagu, ia mengajak kembali Andy Bayou, almarhum Ade Hamzah, Yudhistira Arianto serta Rio Moreno, Barry Likumahuwa dan Harry Goro. Di garapan keduanya ini, Dr. Bram kembali mengajak Tohpati untuk didaulat sebagai produser maupun arranger. Lewat album ini beberapa lagu juga sempat menjadi  hits di beberapa stasiun radio tanah air seperti ‘Setahun Sudah’ yang dibawakan Soulmate, ‘Pasti Mampu’ oleh Chaseiro, dan ‘Lama Kunanti’ oleh Matthew Sayersz.

 

02 Dr. Bramundito IbonkDr. Bramundito (Foto: Ibonk)

 

Sehari lalu (8/2/17), NewsMusik sempat bertemu dan berbincang ringan dengan dokter sekaligus musisi ini terkait pelepasan album ketiga dirinya. “Dimanapun saya sempatkan menulis lagu. Nggak peduli tempat, bahkan ketika menunggu jadwal operasi saja saya bisa nulis (lagu)”, ungkapnya sambil tertawa ketika ditanyakan kapan dirinya menciptakan lagu.  

“Teknologi digital saat ini memungkinkan kita melakukan apapun bisa dimana saja. Makanya banyak anak-anak muda zaman sekarang karyanya cukup keren”, tambah suami dari dr. Wigati Purbarini ini. Menurut sang dokter, dirinya cukup banyak memiliki bank lagu yang diciptakannya, yang dengan mudah dapat ditemukan seandainya dirinya ingin menggubah atau merekamnya. “Biasanya ketika selesai bekerja dari rumah sakit. Sore kembali kerumah untuk istirahat, sambil tetap standby jika ada pasien yang memerlukan. Nah disitu waktunya,” jelasnya.

Ada sedikit kekaguman NewsMusik terhadap pola pikir yang dimiliki oleh sang dokter ini. “Diakuinya, sejak ia memilih untuk menjadi seorang dokter, ia berkomitmen untuk tidak harus didikte oleh waktu. “Saya sudah terapkan dari dulu, bahwa saya tidak mau buka praktek selepas tugas utama saya. Seperti saat ini, saya hanya ambil satu hari saja dalam seminggu. Dokter itu harus tetap fresh, karena banyak melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan keselamatan pasien. Jadi harus bebas tekanan, dan bisa mengerjakan hobby”, urainya.

Balik lagi ke album ketiganya ini, album yang telah selesai digarap dipenghujung 2016 ini diberi label “La Rambla”.  Berisikan 10 lagu ini dan memiliki 2 single jagoan yang sudah diputar dibeberapa radio yakni lagu yang menjadi judul album  ‘La Rambla’ yang disuarakan oleh Soulmate, serta alunan suara Latinka lewat ‘Takkan Nyata’.  Lagu lainnya diantaranya ‘Manusia dan Dosa’-Richard Chriss, ‘Akupun Cinta’ – Soulmate, ‘Jangan Tinggalkan Aku’ - Barry Likumahuwa and Friends, ‘Tak Perlu Bersatu’ - Tata  ataupun ‘Penari’ - Netta KD.

Di album ini dr. Bram hanya bertindak sebagai pencipta dan produser saja. Selain Ari Darmawan ia kembali melibatkan Andy Bayou, Yudhistira Arianto, Barry Likumahuwa, dan Tohpati. Kemasan musik secara keseluruhan ia serahkan kepada teman-temannya diatas. Ia hanya mencocokkan siapa penyanyi yang pantas untuk membawakan lagu-lagunya tersebut.

 

03 Dr. Bramundito IbonkDr. Bramundito (Foto: Ibonk)

 

Dalam album ini Dr. Bram sengaja lebih memfokuskan musiknya jauh lebih nge-pop dibandingkan dua album terdahulu. Alasannya agar lebih bisa bersaing saja. “Saya ingin lagu-lagu ini bisa diterima oleh siapapun yang mendengarnya. Ini lebih pop, tidak seperti yang sebelumnya yang lebih jazzy ya..

Album yang proses mixing dan mastering-nya dilakukukan di Amerika ini memang digarap lumayan lama, sekitar 2 tahun. Semuanya terkait dengan jadwal teman-teman musisi yang telah dipilihnya. Tapi dengan waktu yang panjang tersebut, dirinya malah bersyukur karena memiliki waktu untuk mempersiapkan segalanya secara matang.

Bicara soal keuntungan album, ayah dari 1 putri dan 2 putra ini blak-blakan mengatakan bahwa ia tidak melihat hal tersebut. “Ini murni untuk menyalurkan hobby saja. Tidak ada urusan komersil, dari awal saya sudah tau untuk produksi saja sebenarnya tidak akan kembali. Tapi saya bahagia, karena saya bisa memiliki karya untuk diingat dan berkontribusi bagi dunia musik tanah air”, tutup dr. Bramundito./ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found