Calvin Dores Calvin Dores (Foto: Istimewa)

Calvin Dores

Tidak Mau Mendompleng Nama Besar Ayah

Jalan kehidupan memang penuh misteri, ada kalanya kita diuji dengan kesenangan ada kalanya kita diberikan kesusahan. Hal inilah yang dialami oleh anak dari mendiang musisi legendaries Deddy Dores, Calvin Dores.  Siapa yang tak kenal Deddy Dores, yang semasa hidupnya dikenal luas sebagai musisi dan pencipta lagu. Kepopulerannya bukan hanya di tanah air saja namun namanya juga cukup populer di luar negeri.   

Sebetulnya mudah saja bagi seorang Calvin Dores untuk meneruskan jejak sang ayah sebagai musisi. Namun sebagai anak yang dilahirkan dari isteri ketiga Deddy Dores, Dagmar yang juga penyanyi Twin Sisters era 80an berdarah Jerman dan Rusia, Calvin yang sejak kecil diajarkan kemandirian oleh ayahnya tidak pernah memanfaatkan nama besar ayahnya.

Pria yang berusia genap 26 tahun ini menuturkan sebagai anak yang paling dekat dengan sang ayah, dirinya tidak pernah memanfaatkan keadaan hal tersebut. “Papa selalu yakin kalau suatu saat nanti saya akan jadi musisi juga. Tapi saya tidak pernah menyodorkan, minta tolong papa, tidak mau saya. Saya pikir kalau gitu saya orangnya maksa dong. Ini takdir yang dibuat-buat,” ujar Calvin ditemui Senin (11/12) di studio bilangan Jakarta Selatan.

Begitulah Calvin dalam memaknai kehidupannya sebagai seorang anak musisi. Calvin yang merupakan sosok sederhana, rendah hati dan simple dalam menjalani hidupnya tidak pernah menggunakan nama ayahnya untuk memuluskan karirnya sebagai musisi. Bahkan sepeninggal ayahnya, Calvin yang tidak tertarik dengan pendidikan akademis sempat menjalani hidup susah.

Pribadinya yang tidak pernah ingin menyusahkan orang lain membawanya menjadi pekerja serabutan, bahkan menjadi kuli dan driver ojek online pun pernah ia lakoni. Calvin yang merasa karir bermusiknya mentok sepeninggal ayahnya memilih pekerjaan tersebut untuk bertahan hidup. Kalau dipikir mustahil bagi seorang anak Deddy Dores yang kita ketahui memiliki banyak kekayaan bukan hanya dari penghasilannya sebagai musisi tetapi juga semasa hidupnya mendiang memiliki sejumlah bisnis yang dijalaninya.

02 Calvin Dores

Calvin Dores (Foto: Istimewa)

“Saya sadar roda kehidupan pasti berputar, jadi seorang pekerja kasar, kuli, bukanlah aib bagi saya karena itu merupakan pekerjaan yang halal. Saya memilih pekerjaan tersebut karena memang pada saat itu saya benar-benar butuh uang. Bukan hanya nguli saja, bahkan cuci steam motor juga sudah pernah saya jalani. Jadi driver ojek online pun pernah, bahkan sampai sekarang accountnya masih aktif. Saya nggak pernah malu melakukan itu,” tutur Calvin.

Calvin yang belajar bermusik secara otodidak ini, sejak SMP mulai tertarik untuk menyanyi dan bermain musik. Namun tidak seperti kebanyakan anak musisi lainnya, Calvin belajar musik justru dari seorang pengamen jalanan. Menurutnya sebagai vokalis selain belajar mandiri, ia juga harus belajar mempelajari keadaan dan juga ingin berinteraksi dengan audiens secara langsung.

“Lucu,  waktu itu saya ngamen di metro mini 609. Papa masih ada, teman-teman saya heran saya pengamen tapi bawa gitar bagus,” kata Calvin sambil tertawa.

Kini sepeninggal papanya sejak 18 Mei 2016, Calvin mencoba bangkit dengan mencoba terjun kembali ke dunia musik tanah air. Calvin yang pernah membentuk sebuah band yang bernama The Time dan pernah mengeluarkan album di tahun 2009 yang bertajuk ‘Aku Sayang Kamu’ ciptaan Charlie ST 12 di bawah label musik Universal Musik Studio.

Nasib baik mempertemukannya dengan manajemen dari artis Anggia Chan. Dari pertemuan tersebut membawa anak Deddy Dores ini bertemu dengan petinggi LeMoesik Revole, Ci Sunny Lee yang tak lain adalah kawan dekat ayahnya.
 
Lagu mereka yang bertajuk ‘Jalan di Tempat’ adalah ciptaan Ade “Govinda” dan diproduseri oleh Sunny Lee dari label Lemoesik Revole yang juga menaungi Maia Estianti. Lagu ini menceritakan hubungan pasangan kekasih yang jalan ditempat, going nowhere. Tidak ada kemajuan dan makin tak menarik.

Dikelola lewat corak musik pop alternative, lirik cintanya terbilang universal dan mampu menyentuh permasalahan cinta anak muda yang pastinya punya permasalahan yang sama. “Ini merupakan kesempatan buat saya untuk membuktikan bahwa sebenarnya saya gak mau dibilang mendompleng nama besar papa saya. Karena biar bagaimanapun itu papa saya,  nggak bisa dihindari dan ini bukan menjadikan saya beban tetapi motivasi. Syukur-syukur bisa lebih dari papa. Wallahualam, saya nggak pernah berharap terlalu tinggi yang penting saya melakukannya dengan benar,” ujar Calvin.

Lewat karakter vokal yang kuat bersama dengan Anggia Chan, Calvin merasa optimis dirinya mampu untuk terjun ke industri musik saat ini. Ia berusaha semaksimal mungkin mewujudkan cita-cita sang ayah untuk menjadi musisi.

03 Calvin Dores Anggia Chan

Bersama Anggia Chan mereka meluncurkan single berjudul 'Jalan di Tempat' (Foto: Istimewa)

Dilain hal, Calvin menganggap langkah yang dilakukannya saat ini belumlah cukup untuk membuat ayahnya bangga. Apalagi jika dibandingkan dengan posisi mendiang ayahnya yang sangat melegenda. Sebagai pendatang baru yang mulai terjun kembali ke dunia musik, dirinya belum bisa disejajarkan dengan nama papanya dan tidak bisa juga menggantikan sang papa.

“Papa itu legenda,  semua alat musik papa bisa mainkan. Makanya, kalau saya bisa lebih dari papa kayaknya nggak mungkin. Saya bangga punya seorang papa musisi besar, dia nggak pernah marah, boro-boro main tangan, ngomong kasar aja nggak pernah ke saya. Dan jujur saya menciptakan 4 buah lagu semuanya tentang papa.

Bisa jadi bakat saya ini dari papa. Ia tidak  memberikan warisan harta ke saya, tapi ilmu dan kelebihan papa yang menitis ke saya dan itu yang paling berharga buat saya, lebih mahal dari harta apapun,” papar Calvin.

Mengalami titik terendah dalam hidupnya karena meninggalnya sang ayah, tidak membuat musisi muda yang menyukai musik jazz, R&B ini putus asa. Mendekatkan diri ke arah yang positif dan kepada orang-orang terdekat yang mensupportnya, Calvin benar-benar menjadi pribadi yang mandiri tanpa malu untuk mengerjakan pekerjaan apapun.

“Pasti orang kaget mengenal hal ini tetapi saya memang dari dulu apa adanya. Terserah orang mau bilang apa, tapi inilah saya. Papa saya memang seorang legenda dalam dunia musik tetapi itu bukan saya. Papa ya papa bukan saya dan saya tidak pernah kecil hati,” ujarnya.

Ke depannya ia ingin menjadi musisi dan pencipta lagu kurang lebih seperti almarhum papanya, dan juga keinginannya untuk membuat solo album. Keberuntungan lainnya, Calvin telah ditawari untuk memerankan sang ayah dalam film Nike Ardilla yang direncanakan rilis pada 2018 mendatang./ Nad

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found