Sidi Saleh Sidi Saleh (Foto: Ibonk)

Sidi Saleh

Pai Kau sebagai Debutan Film Panjangnya

Sutradara Sidi Saleh terbilang sukses di film pendek. Contohnya saja lewat film pendeknya Maryam, Sidi sukses menggondol penghargaan di Venice Horizons Award di Festival Film Venice ke-71 2014. Kini kemampuannya kembali diuji ketika dipercaya mengarahkan film layar lebar berjudul Pai Kau.

Ini adalah sebuah hal yang istimewa bagi Sidi, karena menjadi debutannya dalam menggarap film berdurasi panjang. Proses juga lumayan panjang, dimulai dari 2015 untuk penulisan naskah dan syuting pada 2016, film tersebut akan tayang pada 8 Februari mendatang. “Saya tertantang untuk menangani film ini,” ujarnya pada saat diskusi film ini di IFI Thamrin, Jakarta, Rabu (17/1/2018) silam.

Sidi mengakui bahwa menggarap film panjang tidak semudah film pendek. Misalnya, dari sisi pemeran, film panjang lebih banyak sehingga butuh pendekatan berbeda dalam mengarahkannya. Belum lagi tantangannya adalah bagaimana film ini dapat menarik untuk ditonton. “Jadi saya bilang sulit,” ujarnya.

Namun, kendala-kendala tersebut menjadi pengalaman penting untuknya. Pengalaman itu, menurutnya sangat berguna bagi kariernya di dunia perfilman. Bila pada film pendek dia cenderung masih mempertahankan egonya, di film lebar harus bisa lebih kompromi.

“Dalam film Pai Kau pengalaman yang saya dapat adalah bahwa membuat film bukan hanya sekedar sebuah proses mencipta, tetapi lebih dari itu, yaitu proses pencapaian perspektif dalam pemahaman saya terhadap diri sendiri dan sesama,” ujar Sidi.

02 Pai Kau Istimewa

Poster Film Pai Kau (Foto: Istimewa)

Pai Kau berasal dari bahasa mandarin dari kata Pai Gow yang berarti permainan domino, bercerita tentang hari pernikahan yang menegangkan bagi pasangan Lucy (Irina Chiu), dan Edy Wijaya (Anthony Xie). Di hari pernikahan Lucy dan Edy, muncul seorang tamu wanita yang tidak diundang. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Siska (Ineke Valentina). Kehadiran Siska menjadi sebuah ancaman. Sampai akhirnya semua berakhir dengan tragis.

Sidi Saleh mengenal dunia perfilman dimulai sejak awal tahun 2000-an, semasa ia mengenyam pendidikan di Institut Kesenian Jakarta. Sidi yang sudah akrab dengan kamera sejak kecil itu lebih dulu menjadi sinematografer.

Beberapa proyek sinematografi membuatnya ikut terrlibat seperti “Dajang Soembi, Perempuan jang Dikawini Andjing” (2004), “Kara, Anak Sebatang Pohon” (2005), “Trip to the Wound” (2007), “D’Bijis” (2007), “Merah itu Cinta” (2007), “Babi Buta yang Ingin Terbang” (2008), “Postcards from the Zoo” (2012), serta “Taksu” (2014) karya Kiki Sugino sutradara film dari Jepang dan beberapa judul film lainnya./ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found