Dhira Bongs Dhira Bongs Album (foto: Istimewa)

Dhira Bongs

Explorasi di Album ‘Head Over Heels’

Musisi perempuan kelahiran Jakarta yang tinggal menetap di Kota Kembang Bandung bernama lengkap Nadhira Soraya Nasution dikenal dengan nama Dhira Bongs. Dara manis yang mempunyai suara yang halus juga cukup pandai memainkan instrument gitar ini mulai memperkenalkan musik bernuansa Explorative Pop Jazz sejak album pertamanya yang dirilis tahun 2013 “My Precious”.

Berbeda dengan album pertamanya yang berisi materi lagu lucu dan kekanak-kanakan. Di tahun 2016 ini Dhira kembali mengeluarkan album “Head Over Heels” yang lebih dewasa dari album sebelumnya. Warna putih untuk cover album dipilihnya untuk memberi kesan bersih dan murni, Dominasi album berwarna putih bukan berarti tidak memiliki noda, justru terkadang noda itu pemanisnya, jelas Dhira.

Head Over Heels merupakan sebuah idiom yang berarti jatuh cinta terlalu dalam. Dianggap sangat mewakilkan seluruh lagu-lagu dalam album ini yang bercerita tentang kecintaan Dhira terhadap kehidupannya, kota asalnya, gitar kesayangannya, dan berbagai bentuk cerita cinta lainnya.

Masih dengan nuansa pop jazz di album ini, bukan hanya gitar yang ditampilkan disini, bersama teman-temannya dilengkapi dengan flute, violin, trumpet, trombone, saxophone, percussion, keyboard, bass, dan drum.

02 Dhira Bongs YDhewDhira Bongs (foto: YDhew)

Pada track 1 ‘Head’ di album ini hadir dengan instrument tradisional yang dilanjutkan dengan ‘Puncak Pohon Bandung’ yang dikemas secara tradisional oleh Dhira Bongs, kental dengan nuansa folk Indonesia, serta permainan bonang dan saron musik khas tradisional Indonesia ditingkahi alunan sinden yang merdu. Dilagu ini Dhira menceritakan tentang rasa cintanya dan rasa terima kasihnya terhadap kota Bandung, harapannya untuk bisa mengantarkan bunga prestasi dan puncak kesuksesannya kelak.

Di track ke tiga agak sedikit ngebeat dan riang namun masih dikemas secara manis, ‘Make Me Fall In Love’ yang bercerita tentang kegundahannya mengenai rasa cintanya terhadap seseorang. Di lagu ini Dhira menambahkan alat musik seperti terompet dan perkusi dengan segala keceriaanya.

Senada dengan lagu sebelumnya, simak juga dua lagu lainnya dengan tempo upbeat yang sama dan bernada dominan mayor. Lagu ‘Memo’ yang menceritakan tentang kehidupannya sehari-hari. Dilanjutkan dengan lagu ’Time to Time’ dan ‘Really Do’ yang sarat dengan tema cerita cinta.

Berbeda dengan lagu ‘Bara’ yang didominasi dengan suara minor, dengan beat yang pelan. Di lagu ini Dhira menceritakan tentang suasana hatinya yang membara dengan emosi yang sudah tidak terkendali. Beat yang berbeda dengan yang lain membuat ‘Bara’ adalah lagu yang dianggap mewakili album Head Over Heels karena mengisahkan sisi yang tidak menyenangkan dari cinta. Memiliki keinginan tetapi untuk mencapai nya pun tidak ada kemampuan sama sekali. Intinya kita yang mempunyai kehidupan normal harus banyak-banyak bersyukur.

03 Dhira Bongs YDhewDhira Bongs (foto: YDhew)

Album yang berisi 10 lagu ini ada satu judul lagu yang sama ‘Make Me Fall in Love’, dikemas secara accapela yang menutup manis dan dua lagu  ‘Head dan ‘Heels’ yang merupakan instrument perpaduan antara suara violin dan piano.

Mengaku tidak mempunyai influence apapun dalam menciptakan musik Dhira yang menciptakan dan mengaransemen semua lagu di albumnya ini ingin mengeksplore semua kemampuannya dalam bermusik. Dan dibuktikan dengan isi dari album ini yang berisi dari berbagai macam instrument musik didalamnya. Gadis berusia 23 tahun yang mengidolakan Bob Marley dan Bryan May ini berharap namanya nanti bisa dikenal dan karyanya dapat menginspirasi./ YDhew

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found