Maudy Ayunda Foto istimewa

Maudy Ayunda

Melankolis di Album “Moments”

Cantik, sederhana dan penuh talenta, itulah sedikit gambaran yang sudah menjadi ciri khas dari seorang Maudy Ayunda. Gadis muda ini sukses meluncurkan album baru bertajuk “Moments” di Kawasan Tugu Tani, Jakarta, Selasa (1/4/2015).

Selaras dengan judul albumnya Moments, solah menjadi momentum bagi Maudy unuk semakin mengukuhkan eksistensinya di ranah musik tanah air. Dia membukatikan diri sebagai penyanyi solo yang layak diperhitungkan.

Penggarapan album itu sendiri dilakukannya melalui workshop jarak jauh, karena saat ini Maudy sedang menjalani studi di Oxford University sejak tahun 2013 lalu. Tentu saja proses berat harus dihadapi oleh Maudy, namun dengan kerja kerasnya bersama tim, album tersebut diselesaikan dengan pencapaian akhir yang layak diacungi jempol.

Melihat keriuhan produksi album yang mastering-nya digarap oleh Steve Corrao di Sage Audio, Nashville (AS) dan di Indonesia Maudy harus menginterprestasikan karya-karya apik dari beberapa pencipta lagu, penulis lirik dan komposer terbaik negeri ini. Lalu kolaborasinya dengan penulis lagu dan arranger muda seperti Nadya Fatira, Andre Dinuth, Nino RAN dan Andhika Triyadi. Hasilnya adalah decak kagum. Maudy tidak hanya mampu melebur dengan tingkat kematangan penjiwaan yang tanpa canggung, namun juga terasa mengalir lentur karena dia benar-benar menjadi dirinya sendiri di album ini.

02 Maudy Ayunda RidhoFoto Ridho

Beberapa lagu yang tercantum pada album Moments sebenarnya sudah familiar di pencinta lagu tanah air, ‘Perahu Kertas’ misalnya. Sebelumnya sudah menghiasi soundtrack film berjudul sama. Juga ‘Tahu Diri’ yang menjadi tema film Perahu Kertas 2. Lalu ada pula ‘By My Side’ lagu yang sudah dirilis sejak Januari 2014 silam, menghadirkan duet Maudy dengan David Choi, seorang “youtube sensation”berdarah Korea yang akhirnya melejit sebagai penyanyi dan penulis lagu. Selanjutnya lagu berjudul ‘Cinta Datang Terlambat’ juga dicomot dari soundtrack film Refrain (2013) serta ‘Bayangkan Rasakan’ yang sudah wara-wiri di radio sejak September 2014.

Untuk lebih lengkapnya, inilah penggambaran daya tarik album Moments track demi track:

Bayangkan Rasakan

Kegelisahan menjadi nadi lagu pembuka ini, diurai lewat dentingan piano yang seolah turut meresapi sebuah ungkapan kesedihan mendalam dari seseorang yang telah merasakan tersakiti hatinya. Sebuah ironi. dimana sebuah luka yang justru tercipta dalam pertemuan sekejap, namun tak terhapus oleh waktu. Lagu karya penyanyi/ penulis lagu Nadya Fatira dengan aransemen yang telah diramu apik oleh gitaris/ komposer Tohpati ini berhasil dituturnadakan Maudy dengan penjiwaan kuat namun tak terjebak menjadi sebuah rintihan.

Untuk Apa

Lirik dari single pertama album ini mempertanyakan makna cinta yang tidak dijalani dengan ketulusan hati, tidak bertumpu pada perasaan dan komitmen, dan semata-mata hanya untuk status. Sebuah lagu pop balada renyah yang unik, karena digarap ala “LDR” (long distance relationship). Saat Maudy pertama kali mendengarkan lagu ciptaan Bemby Noor ini, ia masih berada di Inggris. “Aku langsung suka sama lagunya. Pas pulang ke Jakarta, kami langsung rekaman deh,” ungkap Maudy.

Sekali Lagi

“Bodohnya ku paksakan kau menjauh… Padahal jelas hanya kau yang ku mau…“ Penggalan lirik yang sangat menarik. Di sini, Maudy memperlihatkan talentanya yang lain, yakni sebagai penulis lagu yang sangat menjanjikan. Ia menuturkan pengharapan cinta yang lepas lewat tuturan lirik straight to the point, namun dengan pemilihan kalimat yang tidak pasaran. Dan lewat sentuhan musikalitas dari seorang music director, Ari Renaldi membuat lagu berbalut akustik ini terasa makin “bernyawa”.

Arloji

Judul lagu ciptaan Nino RAN ini unik dan menjadi sangat cerdik ketika dijadikan lirik seperti ini; “… Ku ingin menjadi arloji, berdetak terus tanpa henti… Ku ingin jadi detak di jantungmu, kasih….” Lagu ini tidak dimaksudkan untuk mengulas arloji sebagai benda pemandu waktu, namun dijadikan perumpamaan sebuah janji hidup seseorang terhadap pasangannya. Sebuah semangat kebersamaan yang positif. Sepositif entakan empuk aransemennya yang menggugah indra pendengaran.

03 Maudy Ayunda Ridho
Foto Ridho

Tak Akan Sendiri

Dunia cinta memang sangat dinamis. Penuh lika-liku. Ada suka, ada duka dan kerap menyakitkan. Tapi jangan pernah katakan akan jalani hidup sendiri. Pesan yang mengguratkan sebuah tekad positif dari lagu ini. Maudy mendendangkannya dengan lugas, ringan, dan bersinergi dengan alunan musik yang kalem dan santai. Senandung siulan yang menjadi pembuka lagu ini seolah mengajak pendengar untuk menyikapi segala masalah dari sisi yang positif, optimistis dan tidak larut dalam kegundahan.

Cinta Datang Terlambat

Suara lembut sarat penghayatan dari Maudy menjadi magnet utama lagu ini. Menjadi senyawa yang solid dengan iringan lantunan piano akustik, petikan gitar akustik serta gesekan cello yang menyayat kalbu. Ungkapan penyesalan akan cinta yang datang terlambat sangat terwakili lewat kolaborasi vokal dan musik nan apik ini. Sebuah karya dari Badai Kerispatih yang sekali lagi mampu dieksekusi Maudy dengan sangat mengesankan.

Perahu Kertas

Kolaborasi yang “mahal” terjadi di lagu ini. Lirik cerdas bernada puitis dari Dewi “Dee“ Lestari dijalin lewat vokal renyah dan halus Maudy yang menghanyutkan. Keindahan itu semakin lengkap dengan iringan komposisi tenang nan membuai dari Tohpati lewat nada-nada manis permainan gitar akustik yang ditingkahi buaian string section.

Tahu Diri

Lagu ciptaan Dewi “Dee“ Lestari ini menuturkan kebimbangan seseorang karena cintanya yang dulu pergi, kini kembali. Saat perasaan cinta yang menggebu dalam hati tak mampu bersatu, membuat dirinya tersiksa, bahkan tak mampu mengingkari perasaan saat harus bertemu sosoknya lagi. Olahan musik yang melatari kegelisahan lagu ini sangat ilustratif dan ekspresif, dan vokal Maudy menetesinya dengan kegundahan yang sama-sama menyentuh. Magis!

By My Side

Warna lain yang menjadi bumbu penyedap di album ini. Kolaborasi fresh Maudy dengan David Choi, yang menyuguhkan lirik bilingual (melebur lirik berbahasa Inggris dan Indonesia) nan gurih. Maudy menancapkan ciri khas vokalnya di lagu pop bernuansa folk ini dan membuatnya terasa jauh lebih mengusik selera dibanding versi aslinya.

 

04 Maudy Ayunda RidhoFoto Ridho

This Moment

Track penutup yang juga menyuguhkan sebuah kolaborasi memikat, antara dua musisi lintas generasi. Kali ini menggandeng rapper senior Iwa K lewat dialog lirikal yang cenderung dinamis dan ceria. Groove yang dibangun di lagu ini sangat nyaman, lewat riak petikan gitar akustik yang tenang serta ketukan-ketukan perkusif yang menyalurkan rasa nyaman. Dan sisipan vokal dolanan anak-anak kecil yang melatari senandung cantik Maudy adalah keputusan cerdik, yang berhasil menaikkan level kegairahan lagu ini. /ridho

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found