The Harmony of Ismail Marzuki

Album Kenangan Dalam Balutan Kekinian

 

The Harmony of Ismail Marzuki, merupakan sebuah album kompilasi yang diisi oleh banyak musisi senior tanah air. Berisikan lagu-lagu ciptaan Ismail Marzuki yang diaransir ulang sehingga terdengar lebih fresh. Album ini juga merupakan peringatan ke 100 tahun sang maestro. Album ini merupakan kerjasama komunitas Masyarakat Peduli Indonesia (MPI) dan para musisi. Album ini adalah bentuk apresiasi atas sumbangsih Ismail Marzuki dalam dunia musik Tanah Air.

Seperti yang diketahui, Ismail Marzuki adalah salah satu komponis legendaris Tanah Air. Banyak lagu-lagu ciptaannya nya yang telah ia ciptakan dan populer di masa perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan. The Harmony Of Ismail Marzuki berisikan 11 tembang. Semua lagu tersebut di gubah dengan aransemen modern.

Para musisi yang dilibatkan dalam album ini lumayan banyak, tengoklah nama-nama seperti Marcell Siahaan, Yacko, Reza “The Groove”, Igor Saykoji, Rieka Roeslan, Syaharani, Fla Pricilla, Sania, Chaplin Band, Paul Latumahina, Netta KD, Maera atau Denni Chaplin dan lainnya. Berbagai macam genre dijejalkan untuk lebih memberikan nuansa kekinian ditiap-tiap single yang dipilih.

Tak pelak lagi lagu-lagu seperti ‘Kopral Jono’, ‘Aryati’, ‘Rindu Lukisan’, ‘Gugur Bunga’’, ‘Sepasang Mata Bola’ ataupun ‘Melati di Tapal Batas’ terdengar berbeda. Nuansa rock, EDM, reggae yang dibungkus dengan sentuhan dangdut, menjadikan lagu ‘Kopral Jono’ yang dinyanyikan oleh Chaplin Band menjadi jauh berbeda dari aslinya.

02 The Harmony of Ismail Marzuki Artists IbonkFoto-foto Ibonk

Kemegahan swing jazz tampak menyertai vokal Paul Latumahina, Reza “The Groove” ataupun Denny Chaplin pada tembang ‘Aryati’. Walau dinyanyikan oleh musisi yang jauh dari genre jazz, namun gubahan aransemen dari Iso Eddy yang bertindak sebagai Produser dan Music Director cukup diacungi jempol. Berlanjut dalam nuansa melankolis yang terdengar nyaman takkala lagu ‘Rindu Lukisan’ lewat suara Mahija. Diiringi tepukan kendang dari Jalu G Pratidina membawa kita lebih dalam masuk kedalam lagu.

Tak jauh berbeda dengan tembang ‘Gugur Bunga’, diawali suara kecapi dan tarikan kidung sunda dari Netta KD lalu berubah menjadi sebuah derap semangat nasionalisme lewat distorsi kasar mengiringi vokal Reza “The Groove”. Lagu berdurasi 4:38 menit ini melibatkan Junio sebagai Music Director cukuplah menampakkan perubahan dalam aransemennya.

Vokal bersih dan manis dapat juga ditemui pada lagu ‘Sepasang Mata Bola’ lewat  tarikan vokal Sania ataupun lagu ‘Wanita’ yang dinyanyikan Paul Latumahina. Gubahan yang terbilang sederhana tapi menjadikannya tetap nyaman ditelinga. Begitu juga dengan tembang lainnya yang dirangkum dalam album ini, tidak begitu jauh bergeser dari aransemen aslinya.

Album ini cukup cermat menjadi jembatan atas gap yang terjadi, disaat lagu-lagu ini cukup hits di eranya dan membawanya untuk di konsumsi generasi saat ini. Menjadi perekat lewat karyanya, karena sosok Ismail Marzuki bisa jadi tidak dikenal secara langsung oleh generasi muda. Bolehlah kita acungkan jempol untuk Masyarakat Peduli Indonesia (MPI) atas jerih payahnya ini./ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found