Indonesian Songbook Foto-foto Istimewa

Indonesian Songbook

Karya Shadow Puppets Quartet (SPQ) & Harvey Malaihollo

 

Indonesian Songbook merupakan re-interpretasi karya persembahan Shadow Puppets Quartet (SPQ) & Harvey Malaihollo terhadap mahakarya komposer-komposer legendaris di Indonesia. Sebut saja mulai dari Ismail Marzuki, Bing Slamet, Mochtar Embut hingga Iskandar, menginspirasi Irsa Destiwi dan Robert MR untuk memperkenalkan ulang harta karun seni musik Indonesia ini kepada generasi muda. Tahun 2011 silam,  SPQ sempat manggung di Gedung Kesenian Jakarta dan memainkan instrumental musik, hal inilah yang menjadi cikal bakal terciptanya Indonesian Songbook.

Dengan latar belakang ini, musisi jazz berpengalaman seperti Indra Aziz, Venche Manuhutu, Dion Janapria, Kevin Yosua, Boby Limijaya, Imam Praseno yang tergolong juga sebagai tenaga pengajar di D’jazz music school, mendukung penuh Shadow Puppets Quartet (SPQ) & Harvey Malaihollo sebagai pendukung tunggal terealisasinya album Indonesian Songbook ini.

Pembuatan 10 tracks dilakukan dengan cara take live yang tercipta di Salihara Studio & Sum It! Studio, hanya membutuhkan proses waktu sekitar 11 jam. Masing-masing, 6 jam pertama untuk take instrument dan 1 shift lagi khusus untuk sesi Harvey Malaihollo take vocal. Aransemen musik mayoritas dilukis oleh Irsa Destiwi dan Robert MR. Terciptanya Indonesian Songbook di produseri langsung oleh Shadow Puppets & Harvey Malaihollo.

Kevin Yosua, Ignatius Andrianta, Donny Koeswinarno, Eugne Bounty, Dimas Pradipta hingga Paul Tavenner merupakan orang yang keterlibatannya cukup besar dibalik terciptanya album ini. Untuk mempresentasikan keunikan bunyi, SPQ menginterpretasi lagu musik Duke Ellington dan Cole Porter dalam bentuk Septet dan Octet untuk mengaransir ulang lagu-lagu legendaris dengan nuansa jazz modern.

Pada track pembuka, suara khas Harvey Malihollo keluar berbarengan dengan sentuhan indah Piano yang dimainkan oleh Irsa Destiwi  pada tembang ‘Siapa Namanya?’. Sway Jazz mengalun sangat indah di lagu karya milik Ismail Marzuki itu. Part melody menjadi hal yang sangat manis, kala tune khas gitar semi-hollow dan piano silih berganti melakukan perpaduan intim dengan unsur jazz klasik.

02 Album Indonesian Songbook IstimewaFoto-foto Istimewa

Elegan swing jazz mengalir cerdas dan natural pada ‘Irama Hidupku’ dan ‘Nurlela’ beserta vokal bersih dari Harvey Malihollo, memakinkan rasa nyaman saja untuk melanjutkan lagi ke track empat. ‘Budjang Dara’ pun dibuat dalam ritmik Brazilian. Dimas Pradipta disini memainkan shaker.

‘Biduk Kasihku’ merupakan lagu cinta favorite Harvey Malihollo. Untuk menyanyikan bait ini ia membutuhkan penghayatan luar biasa. Ekspresi dan enerji pun terkuras kala melantunkan lagu ciptaan Mochtar Embut ini. Dari intro hingga part dimana Kevin Yosua memainkan melodi lewat contra bass dan Robert MR melanjutkan melodinya dengan karakter tune semi-hollow yang adem, makin dalam saja musiknya dan akan semakin nikmat lagi apabila ditemani red wine.

Karya A. Usman/ Sam Saimun, Bing Slamet, Saleh Sartono dan Mochtar Embut yang berjudul ‘Kasih Tak Terbalas’, ‘Risau’, ‘Ilhamku’ dan ‘Di Wajahmu Kulihat Bulan’ dimainkan dengan aroma swing. Benar-benar sentuhan saluran musikalitas yang memukau nan mahal.

Di track penutup ‘Puspa Melati Juwita’ turut melibatkan juga Eugne Bounty pada Clarinet & Alto Saxophone dan Donny Koeswinarno lewat Tenor Saxophone. Mahakarya klasik milik Iskandar ini berhasil digubah sungguh cerdas menjadi sajian modern jazz, tanpa menghilangkan esensi indahnya jazz klasik di tahun 1930an.

Tentunya album Indonesian Songbook ini dapat menghidupkan lagi asa, bahwa  masih ada musik-musik klasik Indonesia yang tentu bisa menjadi materi untuk dijadikan sajian musik menarik. Shadow Puppets Quartet (SPQ) & Harvey Malaihollo berhasil menyampaikan pesan itu./ Teza

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found