Sri Hanuraga Foto-foto Istimewa

Sri Hanuraga

To The Universe

 

To The Universe adalah sekuel kedua, sebuah tahap mencari dan mengeksplorasi variasi  ide-ide dari Sri Hanuraga dan teman-teman musisinya di Eropa terhadap warisan budaya seni asli Indonesia. Musik gamelan yang membawa filosofi hidup orang Jawa atau Bali amat berbeda dengan musik-musik barat. Musik gamelan tidak mengenal klimaks, semua mengalun tanpa penonjolan permainan perseorangan. Permainan antar instrumen di “To The Universe” ini, saling menjalin, mengiringi dan menguatkan komposisi musik itu sendiri.

Pembuatan album To The Universe yang berisikan 10 karya ini, dilakukan dengan cara take live berbarengan selama 6 jam. Dalam satu ruangan, para player berada saling berdekatan tanpa menggunakan headphone. Sri Hanuraga (piano,rhodes), Mattia Magatelli (double bass,electric bass), Kristijan Krajncan (drum) dan Rodrigo Parejo (flute) di captured dalam satu momen. Bermain bareng dan meledakkan emosi yang penuh kejutan. Aga sendiri yang memproduseri terciptanya album kedua ini.

Pada track pertama yang berjudul ‘Teka –Teki’, merupakan komposisi karya Aga. Konon, lagu ini dibuat secara spontan. Kala para musisinya hendak berangkat rekaman di studio Conservatorium Van Amsterdam. Free jazz yang mengalun apik di dominasi lewat tempo cepat. Tiap detail bunyi dari 3 instrument yang ada saling mewarnai harmonisasi musik, berpeluk erat pada lagu pembuka ini.

Suara piano mengalun indah bagaikan dawai nada gamelan adalah ‘Ever Changing’ atau judul lagu yang diusulkan oleh rekan musisinya, Mian Tiara. Track tersebut terbagi atas tiga bagian, ‘Ever Changing part I’ amat sangat enak dinikmati pada pagi hari. Selain menghasilkan sound yang segar, pola unik yang dimainkan oleh trio ini, kian terasa nyaman ditelinga dengan tambahan adanya suara flute. Seketika pendengarnya, mungkin saja terbayang sedang berada di tengah-tengah persawahan hijau membentang. Di track ini, mereka seperti melukiskan panorama keindahan alam lewat instrumental musik.

‘Ever Changing part II’ membawa kita ke alam indahnya pulau Dewata. Denting piano agak mengingatkan dengan suara gamelan Bali, ditambah sejuknya tiupan flute yang seolah dapat melukiskan cantiknya alam pedesaan di Ubud, Bali. Namun, cukup berbeda pada ‘Ever Changing part III’ yang sejak intro saja sudah terdengar agak sangar. Efek distorsi bass akan mewarnai beberapa scene  pada track tersebut. Komposisi yang terbagi menjadi tiga bagian ini merupakan buah dari riset Aga terhadap musik gamelan. Kekuatan instrumental komposisi ‘Ever Changing’ secsra keseluruhan  menggambarkan proses evolusi sel kehidupan dari bentuk yang paling sederhana hingga ke bentuk lebih kompleks.

02 Sri Hanuraga TezaFoto-foto Teza

Lagu nomor 5 ‘To The Universe’, ditulis oleh Mattia Magatelli, sebagai persembahannya kepada semesta alam. Penghayatan luar biasa perlu kita apresiasikan kepada musisi asal Italia itu. Lewat permainan contra bass yang mengalir tenang terdengar di telinga bagaikan tuturan lirik puitis. Pada ‘Suwe Ora Jamu’, nada mengalun bervariasi, dengan temperatur musik yang naik turun dan memiliki makna magis tersendiri.

Jemari Aga menari-nari meng-reinterpretasikan karya tradisional Indonesia ini, yang diperkaya lagi dengan cita rasa piano klasik, seperti pada mahakarya musisi-musisi legendaris Eropa. Modern Jazz bercampur ritmik klasik juga terdapat di ‘Amadeus’, sebuah lagu yang ilhamnya berasal dari sepenggal lagu Wolfgang Amadeus Mozart, yang sekilas terdengar oleh Aga.

Aroma Balkan rhythm hingga free jazz menghiasi ‘Gundul Pacul’ yang terdapat di track 8. Lagu tradisional ini berhasil di reinterpretasikan secara mengejutkan, karena ada beberapa scene yang memang terdengr amat dramatis. Selanjutnya  ‘A Palm for You’ dilukis oleh musisi asal Slovenia, Kristijan Krajncar. Dirinya yang merupakan penulis film score dan mengkomposisikan lagu tersebut untuk dipersembahkan kepada kekasihnya. Aliran swing mengalir sangat tenang disini, menjanjikan relaksasi bagi pendengarnya. Track terakhir ‘Schoenefeld’ adalah nama salah satu bandara di Jerman dan dituliskan diantara kesibukan perjalanan tur Magatelli.

Artwork album “To The Universe” terlihat cukup menarik. Terdapat ilustrasi bayangan seorang pria sedang memainkan piano, sepertinya ini merupakan sebuah karya gambar, terlihat pada piano yang seperti diarsir menggunakan pensil.  “Saya punya harapan agar musik tradisional Indonesia bisa jadi lagu standard musisi Jazz Indonesia. Saya ingin membawa warna musik yang berbeda, bukan hanya pada industri di Indonesia saja dan mudah-mudahan dapat diterima di dunia juga. Jadi tujuan saya adalah mencapai dan menemukan sound saya sendiri, sehingga saya bisa memberi  sesuatu ke dunia musik,” harapnya. / Teza


h

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found