Naura Foto-foto Istimewa

Naura

Album Kedua “Langit Yang Sama”

 

Setelah sukses dengan album debut, Dongeng, yang berhasil menggondol penghargaan Anugerah Musik Indonesia pada kategori Album Anak-anak Terbaik, Naura kembali dengan album keduanya. Diberi tajuk Langit Yang Sama, menawarkan 9 lagu yang tidak hanya bercerita tentang indahnya masa kecil, namun juga hubungan dengan orang tua, saudara dan cinta pada Indonesia.

Keceriaan khas dunia anak-anak dituangkan dengan baik oleh para mantan anak-anak alias orang dewasa sebagai penulis lagu. Mereka adalah Tantra dan Mhala Numata. Meski pun mereka dengan terus terang mengakui mengalami kesulitan pada awalnya menciptakan lagu untuk anak-anak. Dunia tidak selebar layar gawai dan mengajak untuk bersenang-senang bermain. Begitulah kesan yang diperoleh ketika mendengarkan ‘Jalan-Jalan’. Bagaimana di lagu ini mengajak anak-anak untuk beraktifitas di luar rumah karena “langit biru memanggilmu, lekas keluar, bermainlah dan bergembira.”

Kita semua bermain dan bergembira di bawah langit yang sama. Akan lebih indah lagi bila “indah cinta lebih berarti, pabila kita saling berbagi, hangatnya terasa di hati, pabila kita mau memberi.” Dituangkan lewat lagu ‘Langit Yang Sama’ dimana Naura bernyanyi bersama ibu dan adiknya dengan riang. Karena semua “tercipta untuk bahagia bersama-sama.”

Naura juga mengajak teman-teman yang mendengarkan lagunya untuk menabung di lagu ‘Ayo Menabung’. Dengan motivasi bahwa menabung banyak manfaatnya serta lebih baik bila dengan uang sendiri. Siapa tahu uang hasil tabungan nanti bisa membantu untuk mewujudkan keinginan yang selama ini dimimpikan.

Berbicara tentang mimpi, salah satu dibutuhkan keyakinan bahwa mimpi tersebut suatu saat dapat berubah menjadi nyata. Bangunlah dari mimpi dan kejarlah lewat sebuah perjalanan hidup yang tidak pernah kita tahu. Dengan usaha keras dan penuh keyakinan, suatu saat mimpi itu akan terwujud. Begitulah semangat yang ditebarkan Naura lewat ‘Believe’.

Punya teman yang senang melihat orang lain menderita karena ulah nakalnya? Jangan takut untuk melawan. Lewat lagu ‘Bully’, Naura menegaskan jangan pernah meniru apa yang dilakukan teman nakal suka mengganggu itu. Sebuah pesan yang tampaknya harus disebarluaskan mengingat kasus bully atau risak semakin banyak terjadi belakangan ini.

Sebagai seorang anak, hormat pada orang tua adalah sebuah kewajiban. Apa pun yang dilakukan tidak akan pernah bisa membalas semua apa yang telah diberikan orang tua kepada anak. Lewat lagu sendu ‘Untuk Tuhan’, adalah sebuah permintaan seorang anak yang tak bosan kepada Tuhan. Lewat doa dia meminta agar Tuhan memberikan balasan kasih kepada kedua orang tuanya.

Lewat ‘Sahabat Setia’ dituangkan bagaimana keresahan seorang ibu menerima kenyataan anaknya yang masih kecil kemudian tumbuh dewasa. Percakapan antara ibu dan anak tentang kehidupan. Dimana sang anak akan melangkah dengan bekal cinta dari sang bunda. Bahwa “cinta di antara kita berdua, apa pun yang akan terjadi, sampai hari nanti, kau sahabat setia.”

02 Naura YoseFoto-foto Yose

Hubungan dengan sang adik juga diangkat di album ini. Dengarkan bagaimana Naura kadang sebal dengan tingkah adiknya, Neona. Begitu pula sebaliknya. Tapi meski kerap bertengkar namun tetap dirindukan ketika saling berjauhan. Membuktikan bahwa kasih sayang di antara mereka selalu sepanjang waktu.

Rasa rindu ketika jauh tentu tidak hanya untuk saudara sendiri. Ketika tengah berada di luar negeri, maka wajar bila ada kerinduan terhadap negara asal, Indonesia. Bila M.A.W Brouwer memikat dengan pujiannya kepada Bandung dengan kalimat, “bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum,” Naura lewat lagunya memuji Indonesia. Dimana artinya bumi Pasundan pun masuk di dalamnya.

“Tentang negeri yang indah, Tuhan melebihkan waktunya, saat Dia mencipta, maha karya alam semesta, lukisan yang terindah, di situ hatiku berlabuh, ia bernama Indonesia,” begitu untain lirik yang dinyanyikan Naura lewat lagu ‘Lukisan Indonesia’.

Langit Yang Sama adalah album penyanyi anak-anak. Namun bila disimak lagu-lagunya, tidak menutup kesempatan bagi orang dewasa menikmatinya. Karena seperti yang telah dijelaskan di awal, tema yang ditawarkan bersifat umum tanpa memandang usia. Mungkin sebagian menganggap cukup berat juga untuk dikonsumsi anak-anak. Namun tetap saja album ini sangat baik untuk disimak. /yoseR

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found