Jakarta Undercover: Refleksi Cinta, Pesta dan Realita Foto: Istimewa

Jakarta Undercover: Refleksi Cinta, Pesta dan Realita

Potret Gamblang Dunia Malam

 

Mungkin tak perlu terlalu gamblang merinci dan menceritakan apa yang dihantarkan secara visual dari film produksi Grafent Pictures, Demi Istri Production, dan disutradarai oleh Fajar Nugros ini. Yaa.. inilah film yang diadaptasi dari buku berjudul sama karya Moammar Emka yang dipublished pada 2003 silam. Film yang menceritakan sisi ‘merinding’ gemerlapnya ibukota.

Karya Emka ini memang sempat menjadi buah bibir di negeri ini. Menceritakan beragam kejadian dunia malam yang kebanyakan dari kita tidak mengetahui. Membuka mata banyak orang, sampai sebegitu tidak percayanya dan bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Ini memang bukan untuk kali pertama Jakarta Undercover diangkat ke layar lebar. Di tahun 2007, film adaptasi ini pertama dirilis lewat sutradara Lance Mengong dan skenarionya ditulis Erwin Arnada serta Joko Anwar. Kalau di lihat segi plot, film yang dibintangi Luna Maya tersebut, tidak berkaitan langsung dengan isi buku Jakarta Undercover karena dibuat sebagai drama kriminal. Walau masih mengambil tema dunia malam yang dibahas di buku tersebut.

Nah, lewat film ini semuanya dibuat hampir seperti yang ada pada bukunya. Tentu saja ini bukan hal mudah, karena harus merubah bahasa tulisan dari bahasa gambar. Itulah sebab, Fajar Nugros berhati-hati dalam memvisualkan apa yang tertulis di dalam buku karya Emka.

Ceritanya sendiri mengisahkan keinginan seorang wartawan untuk membuat tulisan tentang kehidupan malam Jakarta, dan terjebak konflik yang melibatkan hubungan cinta kaum kelas atas. Pras (Oka Antara) yang demi mengejar cita-citanya menjadi wartawan. Lalu ia berangkat ke Jakarta  dan berguru pada Djarwo (Lukman Sardi) pemimpin redaksi sebuah majalah berita. Awalnya antusias dengan status barunya, namun ujung-ujungnya idealismenya pun mulai luntur.

02 Jakarta Undercover IstimewaFoto: Istimewa

 

Semua berawal saat Pras mulai menyadari bahwa kecemerlangan tulisannya dimanfaatkan oleh kantornya untuk tujuan tertentu. Ia makin memberontak setelah bertemu Awink (Ganindra Bimo) penari malam yang merasa dirinya terjebak terjebak dalam tubuh lelaki. Bersama Awink, iapun dibawa berkenalan dengan Yoga (Baim Wong), yang menjadi tokoh penting di dunia bisnis ‘gelap’ Jakarta.

Begitulah, tanpa sadar Pras semakin terjebak semakin dalam ia menggali, semakin dalam dan makin jauh dalam pusaran ketidaktahuan. Apalagi saat ia bertemu dengan Laura (Tiara Eve) model yang membuat hidupnya berbeda.

Seperti yang ditangkap NewsMusik dari apa yang disampaikan Fajar Nugros bahwa film ini lebih mengedepankan kemasan drama. Fokus mengambarkan bahwa dunia malam Jakarta itu ada dan juga nilai-nilai kemanusiaan, bukan untuk mengumbar sisi vulgar secara visual.  Tinggal lagi bagaimana pendapat kita selepas menyaksikan film ini..., monggo./ Ibonk

 


Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found